LGBT Merambah Medsos Untuk Mencari Anggotanya, Gunakan Foto Artis Mancanegara

Komentar
Masyarakat nitizen di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumut digegerkan dengan temuan grup lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).


Gambar ilustrasi LGBT

Grup LGBT yang diberi nama "Gay Lubuk Sikaping (PASAMAN)" memiliki anggota sebanyak 228 Orang netizen.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman, Habibullah ketika dikonfirmasi pada Rabu (20/12/2017) mengaku terkejut mendengar hal ini.

"Saya sangat terkejut mendengar kabar ini, jelas akan mengancam masyarakat kita khususnya di Pasaman. Namun tentu kita tetap memastikan dulu kebenaran grup tersebut dengan hati-hati, jangan sampai menuduh tanpa bukti yang jelas," kata Habibullah.

Habibullah juga meminta aparat hukum dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan, guna melakukan preventif bertambahnya korban.

"Jika memang benar adanya, aparat hukum harus segera bertindak, karena ini sangat meresahkan masyarakat. Kemudian Pemkab Pasaman tentu harus segera mengambil sikap, ini jelas merusak Visi Misi daerah yang Agamis," tambahnya.

Habibullah juga meminta semua lapisan masyarakat untuk mewaspadai setiap gerakan oknum LGBT yang bergerak agar tidak bertambah jumlah korban.

MUI Pasaman jelas berkomitmen akan memberantas segala macam bentuk perilaku LBGT yang ada.

Kami juga dari MUI Pasaman menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap mewaspadai merebaknya wabah oknum LBGT ini.

Kalau memang ada akun medsos yang jelas identitasnya segera laporkan kepada pihak yang berwajib dan kepada kami juga boleh untuk penindakan. Begitupun dilingkungan masyarakat, saling menjaga.

"Kepada orang tua, jaga sanak saudara, cucu keponakan kita dari berbagai macam pergaulan yang bisa menyebabkan terjerumus dalam prilaku haram tersebut," pungkasnya.

Menyikapi ini, Kapolres Pasaman AKBP Hasanuddin mengatakan, akan memaksimalkan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban (Bhabinkamtibmas) untuk memberantas segala bentuk gerakan oknum LGBT di Pasaman ini.

Menurut keterangan diperoleh, Polres Pasaman telah menemukan grup khusus penikmat seks sesama jenis yang dihuni sebanyak 228 pengguna.

Grup tersebut tertutup sehingga tidak dapat diakses, juga tidak dapat diketahui admin dan anggota grup dikarenakan menggunakan photo artis mancanegara.

Top