Kesal dan Sakit Hati Dimarahi Ayahnya, Pelajar SMP ini Pilih Gantung Diri

Komentar

Foto: merdeka.com 

Bisa jadi pelajaran bagi setiap orang tua

Sebegitu kesalnya sampai-sampai pelajar masih SMP ini memilih untuk gantung diri, sehabis dimarahi oleh ayahnya. Entah sebenarnya memarahi anak untuk mendidik atau melampiaskan kekesalannya dan akhirnya berujung penyesalan.

Berkata kasar pada anak bisa saja malah membuat kekesalan di hati anak, jika anak itu nekat bisa saja seperti yang dialami keluarga di Bangli ini.

Warga di desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Bangli di Bali dibuat geger sore tadi, Selasa (19/12). ABG pelajar SMP berinisial Gede MM, (15) ditemukan gantung diri di tiang penyangga pohon labu air milik orang tuanya

Baca juga : .Kepergok Ngamar,"Pelakor" dan "Pebinor" ini Direndam ke Laut dan Diusir dari Kampung

Informasi yang didapat, diduga korban melakukan tindakan nekad itu lantaran sakit hati dimarahi ayahnya, I Wayan Ardana (48). sebagaimana dikutip dari merdeka.com

Sebelumnya korban bersama ayahnya dan ibunya Ni Ketut Radi, (40), pergi ke ladang yang jarak kurang lebih 1 kilometer dari rumah.

Sesampai di ladang korban membantu orangtuanya memanen labu air atau sering disebut 'jepang'. Selanjutnya hingga tengah hari ketiganya beristirahat makan siang.

Keluarga kecil ini kembali melanjutkan memanen hingga pukul 16.30 WITA. Namun tanpa sepengetahuan ayahnya, korban menghilang.

Saat itu ibu korban disuruh mencari tahu dengan menelepon istri pertamanya karena dicurigai putranya pulang diam-diam ke rumah ibu tirinya untuk tidur.

Benar saja ternyata korban ada di rumah sedang tertidur pulas di kamar. Namun saat itu, korban dibangunkan untuk kembali ke ladang membantu ayahnya panen 'jepang'.

Saat itu korban kembali ke ladang. Namun begitu tiba langsung didamprat dimarahi oleh ayahnya. Korban yang tak kuasa dimarahi akhirnya nangis dan pergi meninggalkan ayahnya di ladang.

Betapa lemas kedua lutut orangtua ini ketika tiba di rumah mendapati anaknya sudah terbujur kaku dengan seutas tali menjerat di lehernya.

Putra semata wayangnya sudah tidak bernyawa lagi. Hasil panen sayur Jepang yang diharapkan ada hasil tiada artinya lagi. Kedua orangtua ini teriak sejadi jadinya disusul kedatangan ibu tirinya.

Anggota polisi di Kawasan Kintamani yang menerima laporan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Baca juga : Kenalan Dimedsos, Pria 32 Tahun ini Sebarkan Foto "Syur" Korbannya yang Masih Kelas 6 SD

Saat dikonfirmasi Kasubag Humas Polres Bangli AKP sulhadi mengungkapkan siswa kelas IX di salah satu SMP di Kintamani ini murni gantung diri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Kata dia sementara dugaan korban melakukan bunuh diri lantaran sakit hati setelah dimarahi oleh orangtuanya yang tidak ikut membantu panen sayur buah Jepang di kebun.

"Sebelum sempat hilang dari rumah, korban sempat dimarahi. Kita amankan sementara barang bukti seutas tali plastik berwarna biru. Korban murni bunuh diri," pungkasnya, Selasa (19/12) malam
Top