Keluh Kesah SPG Cantik yang Selalu Digoda dan Dibuat Nangis Pria Hidung Belang

Komentar

Foto line today, curhat SPG

Resiko berat jadi SPG

Salah satu SPG menceritakan keluh kesahnya menjadi SPG event mobil. Hanya karena berpenampilan seperti itu bukan berarti memberikan hak kepada pria untuk sembarangan melakukan pelecehan. 

Pelecehan seperti ini memang juga tidak bisa dibiarkan. Harus bisa ditindak tegas.

Baca juga : Naudzubillah, Begitu Besar Dosa "Pelakor" Menurut Islam Bahkan Sampai Tak Dianggap Umat Rasulullah

Tetapi sisi lain memang semua pekerjaan pasti ada resikonya, entah itu berat ataukah ringan. Biasanya sih cocok dengan gaji yang didapatkan.

Tak bisa menyudutkan sebelah pihak, karena berpenampilan seperti itu mengundang pria-pria hidung belang.

Jika resiko pekerjaan itu berat maka perusahaan akan memberikan gaji yang lebih.

Penampilan mereka memang begitu, itu profesi mereka bukan juga untuk dilecehkan.

Tak lengkap rasanya pameran otomotif tanpa adanya wanita berparas cantik, yang tampil sebagai pemanis di tiap booth agen pemegang merek kendaraan.

Mereka biasa disebut usher, atau sales promotion girl/SPG.

Upah yang diterima para usher, atau SPG ini terbilang cukup besar bisa mencapai jutaan rupiah.

Meski demikian, profesi tersebut bukan tanpa risiko.

Usher dan SPG pun harus rela meladeni permintaan lelaki hidung belang selama di pameran dengan berbagai modus. Salah satunya berpura-pura bertanya soal produk kendaraan.

Hal itu diungkapkan Agnes Tifani, cewek kelahiran 1995 yang pernah menjadi usher di booth Lexus pada pameran GIIAS 2017 lalu, sebagaimana dikutip dari linetoday

"Risikonya pasti digodain minta nomor handphone, sebelumnya minta foto dulu, nanya produk.


Semua usher pasti pernah ngalamin," kata Agnes saat berbincang dengan VIVA.

Cewek kelahiran Palembang Sumatera Selatan ini mengaku kerap menangis dalam menjalani profesinya tersebut.

Yakni, saat dirinya dipegang pinggulnya oleh lelaki hidung belang.

"Dipegang pinggulnya. Aku nangis. Kalau kita enggak bawa brand, enggak pakai seragam bisa saya tampar di luar. Ini kan kita bawa brand, pakai seragam paling nangis saja ngadu ke agensi," katanya.

Namun, kata Agnes, dirinya berusaha bersikap profesional saat menjalani tugasnya sebagai usher.

Adapun upah yang dia terima dari kerjaannya itu diakuinya diberikan untuk orangtua.

"Ini enggak pura-pura. Uang hasil event besar kayak GIIAS, biasanya aku kasih mama. Uangnya buat orangtua saja. Kalau yang aku pakai sendiri, ya event-event kecil saja," kata pemenang Miss Auto Show 2017 itu.
Top