Hati-Hati Dengan Mainan Terompet, Ternyata Bisa Sebabkan "Difteri" Mudah Menular

Komentar

foto via tribunnews.com dan mediskus.com

Mainan ini bisa tularkan penyakit difteri....

Hati-hati bun jika mau beliin anak...

Penyakit difteri masih tersebar di Indonesia dan susah untuk dimusnakan. Apalagi saat ini ada mainan anak-anak yang memudahkan difteri menyebar.

Mainan yang dipakai hanya setahun sekali ini ternyata bisa menyebarkan penyakit difteri lho. Jadi buat para orangtua dihimbau untuk berhati-hati saat belikan mainan untuk anak seperti ini. Sebagaimana dikutip detikhealth.com

'Nitip pesan, tlg di ingatkan para ortu murid ada tdk sembarangan beli terompet mengingat sdg ada wabah difteri yg penularannya lewat percikan ludah.'

Broadcast tersebut seketika menghebohkan masyarakat yang sebentar lagi akan merayakan tahun baru 2018. Tentu saja hal ini akan menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat.

Baca Juga : Hati-Hati, Penyakit Baru "Difteri" Mewabah di Indonesia dan Sudah Banyak Korban Jiwa

Diketahui, wabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, sampai saat ini masih menjadi wabah yang menakutkan. Apalagi penyakit tersebut sangat mudah menular. Beberapa provinsi pun sudah menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) karena penderitanya cukup banyak sampai ada yang meninggal.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr. Elizabeth Jane Soepardi MPH mengingatkan masyarakat tak perlu takut dengan broadcast tersebut, yang penting masyarakat sudah melakukan imunisasi. Karena tanpa terompet pun masyarakat dapat tertular difteri jika belum melakukan imunisasi.

"Sekarang itu jangan menyalahkan terompet, prinsipnya imunisasi saja lah kalau tidak mau tertular," ujar dr. Jane (29/12/2017). 

Baca Juga : Mengungkap HOAX Konspirasi Imunisasi dan Vaksinasi Setelah Kasus Difteri Mewabah

Seharusnya terompet juga tidak boleh bergantian meniupnya. Jadi jika sudah ditiup oleh satu orang hanya orang itu saja yang boleh meniupnya. Jangan ditiup oleh orang lain lagi. Karena kalau bergantian meniupnya akan ada ludah yang masih menempel di terompet.

Sikap waspada memang perlu dipertahankan, maka masyarakat diimbau menjaga diri dengan imunisasi. dr. Jane juga menambahkan pesan agar bukan anak-anak saja yang perlu diimunisasi, orang dewasa juga perlu
Top