Dulu Hanyalah Pengumpul Barang Bekas, Tak Disangka Berkat Susu Kini Dia Menjadi Milliarder

Komentar

Pemuda ini menjadi miliarder : feminan.com

Nasib orang tidak ada yang tahu, itu kata yang tepat untuk pemuda ini..!!

Memang tak ada yang tahu bagaimana nasib kita selanjutnya bisa saja kita yang miskin menjadi kaya begitu juga sebaliknya kita yang kaya menjadi miskin. Seperti kisah pemuda ini yang dulunya pengumpul barang bekas namun kini dia menjadi miliarder karena susu..

Tak dipungkiri bahwa menjadi sukses adalah dambaan setiap orang. Ada yang memang terlahir dari orang kaya lalu meneruskan bisnis keluarga, ada pula yang mendapat kesuksesan setelah memulainya dari nol. Meskipun sukses itu memiliki beragam arti dari segi mana menilainya. Ada yang merasa sukses jika ia berhasil menempuh pendidikan yang amat tinggi, atau sukses dalam artian berlimpah harta.

Baca juga : Unggah Foto Hoax Ulama Pakai Atribut Natal, Pria Ini Dikecam Netizen

Namun sebagian besar masyarakat mengimplementasikan kata sukses itu berhubungan dengan kekayaaan. Namun sukses yang sebenarnya inilah yang ditunjukkan oleh seorang pemuda bernama Mohamad Faizal Hidayat.


menjadi miliarder berkat susu : feminan.com

Mungkin tidak banyak yang tahu tentang sosok pria ini. Namun ia adalah milyader muda yang dulu permah jadi tukang rosok. Mohamad Faizal Hidayat adalah mahasiswa asal Brebes lulusan salah satu perguruan tinggi di Semarang. Faizal merupakan pemilik 17 kedai Susu yang ada di beberapa Kota besar di Indonesia.

Melansir dari brilio.net, cerita ini didapatkan langsung dari Adik sang miliyarder yang bernama Mohammad Alvin Hidayat. Mereka terlahir dari keluarga kecil yang kurang mampu, mohammad Faizal Hidayat saat itu masih duduk di bangku SMA. Ia ingin mencari penghasilan sampingan, akhirnya Faisal memutuskan mengumpulkan barang bekas yang bisa di rongsok agar menghasilkan uang, seperti besi-besi bekas atau barang-barang lain.

Baca juga : Diduga Jadi Pelakor, Tak Cukup di Gunduli Wanita ini Juga Dipaksa Lepas Celana Oleh Isti Sah

Faizalpun mencari rongsok yang ada disekitar rumahnya hingga di jalan perkampungan yang terletak di desa Sawojajar. Setelah terkumpul, rongsokan yang didapat akhirnya dijual pada pengepul. Uang yang ia peroleh lalu ia sisihkan untuk ditabung. Faizal tak pernah merasa malu atas apa yang dikerjakannya, dia justru lebih malu saat dia tak bisa melakukan apa-apa.

Dengan susah payah Faisal berjuang membuat kedai susu dari modal hasil pinjam dan dana bantuan. Saat itu di total modalnya hanya 3,5 juta. Dengan seiring waktu dia berhasil mengembangkan kedainya hingga mempunyai 17 outlet di Indonesia hanya dalam kurun waktu 4 tahun.

Outlet yang sepi hanya beromzet Rp 30 juta, tapi yang ramai omzetnya mencapai Rp 400 juta. Meskipun Faisal menolak mengatakan jumlah keuntungan bersih dari usahanya, tapi ia memberi ancer-ancer: “Kurang lebih sepertiganya,” katanya.

Wah, semoga semangat Faisal bisa menginspirasi kita semua
Top