Dua Waktu yang Diutamakan Untuk Berjima' Agar Dapat Melimpahkan Pahala dan Kemuliaan.

Komentar

Foto: islamkafah.com

Ada waktu yang dilarang ada juga waktu yang diutamakan

Waktu yang dilarang berarti tak boleh melakukan jima', dan adapun waktu yang ditentukan dan akan mendapatkan pahala yang melimpah sekaligus kemuliaan berjima' sudah taukah waktu itu?

Salah satu hal penting dalam kehidupan suami istri adalah ‘berjima’.

Hal tersebut menjadi hak sekaligus kewajiban suami-istri untuk saling membahagiakan, sekaligus langkah ikhtiar menghadirkan generasi baru, sebaimana mengutip dari ruangmuslimah.com

Baca juga : Gak Ada Kapoknya, Usai Dikeluarkan dari Sekolah, Dedek Pelakor ini Malah Tulis Kata Menohok

Suami bisa menjima’ istrinya kapanpun kecuali pada waktu-waktu yang memang dilarang oleh agama.

Tapi, ada waktu-waktu tertentu yang dapat melimpahkan pahala dan kemuliaan saat berjima’ dengan istri.

Seperti halnya menurut M. Fauzil Adhim ada dua waktu yang akan mendatangkan kemuliaan yang lebih saat melakukannya.

Pertama, saat suami pulang dari bepergian jauh dan pada waktu yang cukup lama.

Tentunya, dua insan yang sudah sah menikah ini akan saling merindu satu sama lain.

Maka, curahkanlah rasa rindu diantara suami istri salah satunya dengan berjima’.

Kedua, saat suami mendadak pulang dari suatu tempat karena birahinya ingin berjima' ketika ia berada di luar rumah.

Baca juga : Di Kamar Mandi, Tiba-tiba Suami Minta "Itu" Ketahui ini Hukumnya Dalam Islam

Maka, tidak boleh ditunda lagi suami istri harus segera berjima’ agar terhindar dari dosa besar salah satunya zina.

Menurut At-thihami dalam kitab “Qurratul Uyun” jima’ yang utama dilakukan pada saat permulaan waktu malam.

Karena, dengan begitu akan terdapat waktu yang panjang untuk mandi junub.

Sedangkan jika jima’ dilakukan pada akhir malam, maka waktu untuk mandi junub sangat sempit dan akan mengakibatkan tertinggalnya salat subuh berjama’ah
Top