Buka-bukaan Prof Euis Bongkar Data Pezina&LGBT Yang Bikin Orang Tua Tartir

Komentar

sumber gambar tarbawia.net

Di Kabupaten Bogor yang terdiri dari 44 Kecamatan, pada Juni 2015 jumlah hubungan badan sesama laki-laki sebanyak 6600 kasus. Dan pada Desember 2015 jumlahnya meningkat menjadi 8013 kasus

Profesor Euis Sunarti yang telah bergelut menjadi dosen dan peneliti selama 30 tahun memaparkan data yang membuat hati umat Islam dan bangsa Indonesia miris. Data terkait zina dan LGBT ini disampaikan Prof Euis saat menjadi nara sumber dalam #IlcZinaLGBT TV One.

Dalam sebuah desa, papar Euis, data zina di atas 50 persen. Zina bukan hanya dilakukan dengan orang lain, tetapi terjadi antar anggota keluarga.

"Pada suatu desa, zina berkisar antara 60-70%. Zina bukan hanya dilakukan dengan orang lain, tetapi kepada saudara ipar bahkan mertua." terang guru besar berjilbab panjang ini.

Selain zina, data LGBT juga membuat bulu kuduk merinding. Pasalnya, jumlah orang yang melakukan konseling ribuan kasus lengkap dengan nama dan alamat pelaku.

"1400-1500 pelaku LGBT. Itu lengkap by name, by adress. Karena mereka melakukan konseling." lanjutnya memaparkan.

Menurutnya, jumlah kasus yang sebenarnya lebih banyak. 1400-1500 hanya yang melakukan konseling. Sedangkan penderita lain cenderung diam dan menyembunyikan dan jumlahnya jauh lebih banyak.

Data lain yang disampaikan oleh Prof Euis mengambil sampel di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jumlah penderita LGBT naik sekitar 1400 kasus dalam rentang waktu enam bulan.

Seperti yang dikutip dari tarbawia.net, "Di Kabupaten Bogor yang terdiri dari 44 Kecamatan, pada Juni 2015 jumlah hubungan badan sesama laki-laki sebanyak 6600 kasus. Dan pada Desember 2015 jumlahnya meningkat menjadi 8013 kasus." paparnya.

Satu Tanda Kiamat, Sopir Taksi Terang-terangan Berbuat Zina Saat Antar 3 Siswi Ke Sekolah


Yang tak kalah mirisnya, penyimpangan ini sudah dilakukan oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun.

"Anak usia 11, 12, 13 tahun sudah belajar melakukan hubungan se*s sesama jenis." terangnya.

Banyak kalangan yang mengaku miris dengan fenomena ini. Bahkan, para orang tua mengaku khawatir dan sukar memejamkan matanya untuk sekadar beristirahat.
Top