4 Jurus Jitu Yang Jarang Dilakukan Orang Agar Terhindar Dari Kerugian

Komentar


Banyak pengusaha berpikir keras agar usahanya tak merugi. Banyak petani bekerja membanting tulang agar panen kali ini melimpah, keuntungan berlipat dan jauh dari kata rugi. Banyak pedagang memoles barang dagangannya dengan penawaran yang menggiurkan demi menghindar dari kata ‘rugi’.

kata rugi seolah menjadi momok bagi setiap orang. Banyak orang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan hartanya agar terhindar dari kerugian.

kerugian di dunia ini tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan kerugian di akherat. Bila di dunia hanya kehilangan harta, kehilangan pelanggan, kehilangan pembeli yang masih bisa dicari lagi namun di akherat seorang yang merugi tak akan mampu mengembalikan apa yang telah ia miliki sebelumnya.

Jenis-jenis kerugian yang dasyat seperti yang dikutip dari wanitasalihah.com.

1. Kekufuran

Orang yang melakukan perbuatan kekafiran sungguh dia telah merugi dengan kerugian yang besar. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”(QS. Az-Zumar: 65)

2. Meninggalkan amal shalih

Orang memiliki amal kebaikan yang sedikit, sementara amal keburukannya begitu banyak, iapun menyia-nyiakan waktu sementara hidupnya sangat sebentar di dunia ini, sungguh ia telah merugi dengan kerugiaan yang nyata.
Allah ta’ala berfirman,

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ

“Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.” (QS. Al-Mu’minun: 103)

3. Tidak saling menasehati dalam kebaikan bahkan saling menasehati dalam kebathilan.

4. Tidak saling menasehati dalam kesabaran.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.“(QS. Al-Hajj : 11).

BACA JUGA Pria Ini Meninggal, Terpaksa Harus Gunakan Backhoe Untuk Menurunkan Ke Liang Lahad


Andai Allah tidak menurunkan surat kecuali surat ini…

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم

“Andai Allah tidak menurunkan hujjah kepada makhluknya kecuali surat ni niscaya telah mencukupi.”

Karena surat Al-Ashr ini merupakan metode, tuntunan, jalan yang Allah syariatkan untuk mencapai keselamatan. Andai Allah tidak menurunkan kecuali surat ini niscaya orang yang diberi petunjuk Allah akan mengetahui bahwa tidak ada keselamatan kecuali dengan iman, amal shalih, saling menasehati kebenaran dan kesabaran.
Top