Ucapkan Doa ini Ketika Jenguk Bayi Baru Lahir, Agar Tumbuh dengan Keberkahan

Komentar


Doa dan ucapan selamat untuk bayi yang baru lahir

Biasanya sih mengucapkan doa ya sekedar mendoakan agar menjadi anak sholeh dan berbakti kepada orang tua, terkadang hanya mengucapkan doa umum "selamat ya, barakallahu fiikum". Tapi sekarang alhamdulillah, sudah ketemu atsar dari salaf, bagaimana ucapan selamat mereka kepada orang tua yang baru dianugerahi bayi oleh Allah ta’ala.

Umat Islam dianjurkan untuk menjenguk bayi yang baru lahir. Ini dimaksudkan agar memperkuat persaudaraan di antara sesama Muslim sekaligus untuk mendoakan si bayi agar tumbuh dengan keberkahan.

Baca juga : Kamu Ingin Bisa Menghafal Al-Qur'an? Tiru Tips Efektif Ala Putri Ustadz Yusuf Mansur ini

Sangat dianjurkan membaca doa ini ketika menjenguk adik bayi yang baru lahir.

Mengutip dari voaislam, di dalam buku Menyambut si Buah Hati yang ditulis oleh Salim Rasyid As-Sibli dan Muhammad Khalifah (terbitan Ash-Shaf Media, halaman 30-31), penulis buku tersebut mengatakan,

“Tidak terdapat satu hadits pun dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang ucapan selamat, dan tidak ada sesuatu pun kecuali atsar yang diriwayatkan dari para tabi’in. Di antaranya:

Dari Hasan Al-Bashri rahimahullah, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Bagaimana cara saya mengucapkan ucapan selamat (kelahiran)?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah olehmu,

Imam al-Nawawi Rahimahullah dalam Al-Adzkarnya menukilkan tahni-ah yang diajarkan al-Hasan al-Bashri Rahimahullah kepada seseorang.

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Baarakallaahu Laka fil Mawhuubi Laka wa Syakartal Waahib, wa Balagha Asyuddahu, wa Ruziqta Birrohu

“Semoga Allah memberkahi untukmu anak yang diberikan kepadamu. Semoga engkau pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta engkau dikaruniai kebaikannya.”

Baca juga : Masalah Tak Kunjung Usai? Ketauilah Semua Masalah Hidup Cuma 1 Solusinya

Dalam redaksi lain, doa yang diajarkan Imam Al-Hasan al-Bashri,

بُوْرِكَ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ، وَبَلَغَ أشُدَّه

Buurika Laka fil Mauhuubi, wa Syakartal Waahib, wa Ruziqta Birrahu, wa Balagha Asyuddahu

“Semoga diberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, engkau bersyukur kepada Sang Pemberi, engkau dikaruniai baktinya, dan ia dapat sampai dewasa.” (Diriwayatkan Ibnu Asakir dari Kultsum bin Jausyan)

Imam Al-Thabari di kitabnya al-Du’a menukil doa Al-Hasan al-Bashri saat mendoakan seseorang yang baru mendapat karunia seorang anak, 

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Ja’alahullahu Mubaarokan ‘Alaika wa ‘Ala Ummati Muhammadin

“Semoga Allah memberinya keberkahan untukmu dan untuk ummat Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam." (Atsar ini hasan, dikeluarkan oleh Imam Thabrani).

Doa di atas juga dipilih Ayyub al-Sakhtiyani saat mendoakan seseorang yang baru memiliki anak. (diriwayatkan Imam al-Thabari menukil di kitab yang sama dan Ibnu Abdi al-Dunya dalam kitab Al-‘Iyal, dari jalur Thariq bin Hamad bin Zaid)

Doa-doa ini tidak berasal dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ini adalah doa yang baik dari seorang ulama kita terdahulu yang berisi doa keberkahan. Salah satu kebiasaan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan petunjuknya mendoakan anak kecil (bayi) dengan doa keberkahan.

Di Shahih Al-Bukhari, dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu 'Anha, ia berkata: Aku  hamil Abdullah bin al-Zubair. Aku keluar berhijrah ke Madinah. Dan tiba di Quba’. Aku melahirkannya. Kemudian aku membawanya ke Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Baca juga : Masalah itu Timbul Karena Ulahmu Sendiri dengan Istighfar InsyaAllah Teratasi ini Buktinya

Aku menaruh anakku di pengkuannya. Beliau minta kurma lalu mengunyahnya. Kemudian mengoleskannya di mulut Ibnu al-Zubair sehingga yang pertama kali masuk ke perutnya adalah ludah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang bercampur dengan kurma itu.

ثم دعا له وبرك عليه، وكان أول مولود ولد في الإسلام

“Kemudian beliau mendoakan kebaikan dan keberkahan kepadanya. Abdullah bin Zubari adalah anak yang pertama kali terlahir dalam Islam.”

Dari Abu Musa Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: terlahir anak laki-lakiku. Lalu aku bawa ke Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau menamainya dengan Ibrahim. Beliau mentahniknya dengan sebutir kurma dan mendoakan keberkahan untuknya. Beliau serahkannya kepadaku. Dia adalah anak terbesar Abu Musa Radhiyallahu 'Anhu. (HR. al-Bukhari)

Tidak ditemukan sifat bacaan khusus doa keberkahan ini. Sehingga ditemukan sejumlah ulama mendoakan keberkahan dengan redaksi berbeda-beda. Di antara doa-doa teresbut sudah disebutkan di atas. Wallahu A’lam.
Top