Tukang Becak Pengantar Jemput Tamu Pada Pernikahan Kahiyang Tagih Janji Sumsuman

Komentar


Menunggu janji dari Wali Kota Solo untuk agenda sumsuman

Setelah usai acara pernikahan putri Pesiden Jokowi dilaksanan, para tukang becak kini menunggu janji yang diberikan Wali Kota Solo yang mengagendakan untuk sumsuman. 

Sejumlah tukang becak yang berpartisipasi dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, dengan M. Bobby Afif Nasution pada Rabu (8/11/2017) menunggu janji Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo terkait agenda sumsuman.

Baca juga : Kritik Pernikahan Kahiyang, ini 'Tamparan Keras" buat Fahri Hamzah dari Presiden Jokowi

Menurut Joko, di kalangan tukang becak yang kemarin bertugas mengantarkan tamu Jokowi mantu sudah beredar informasi rencana penyelenggaraan sumsuman bagi para petugas lapangan akan digelar Sabtu (11/11/2017).

Namun mereka belum dapat kepastian lagi terkait informasi tersebut.

“Jamnya belum tahu, jadi apa enggak juga belum tahu. Mudah-mudahan sih jadi,” ujar dia.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengerahkan 50 shuttle becak untuk mengantar jemput tamu Jokowi dari lapangan parkir menuju gedung Graha Saba Buana.

Sebelum bertugas mereka diberi pembekalan, dicek kesehatan, hingga diberi fasilitas seragam batik yang dipakai pada hari H.

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB), Sardi Ahmad, juga berharap agenda sumsuman yang sempat disampaikan Wali Kota Rudy terealisasi.

Baca juga  :Disebut Sederhana Tapi Mewah, Sebesar Inikah Biaya Pernikahan Kahiyang-Bobby?

Menurut dia, sumsuman bukan sekadar agenda syukuran tapi juga bisa menjadi ajang evaluasi.

Dalam tradisi ini orang yang terlibat bukanlah mengharapkan uang atau honor pengganti lelah, tapi sebagai sarana evaluasi. “Jadi tidak langsung bubar begitu saja.

Ibarat terlibat dalam suatu acara kalau ada evaluasi kan bagus. Kekurangannya apa? Siapa tahu ada perhelatanbesar lagi di Solo yang mau melibatkan tukang becak,” kata Sardi.

Menurut Sardi, dalam ajang Jokowi mantu kemarin jumlah tukang becak yang terlibat menyediakan armada shuttle hanya 50. Namun, sebelumnya banyak sekali tukang becak yang ingin ikut berpartisipasi meski tanpa bayaran sekalipun.



“Enggak dapat bayaran saja banyak yang mau ikut. Namun sayangnya Pemkot hanya membatasi 50 tukang becak, ya sudah enggak apa-apa,” ujar dia.

Menurut dia, keterlibatan tukang becak dalam hajat mantu Presiden Jokowi adalah hal wajar.

Apalagi Jokowi sangat dekat dengan kalangan tukang becak. Sardi mengingat saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo banyak membuat kebijakan yang berpihak pada tukang becak.

“Contohnya rencana pembangunan selter di depan Stasiun Purwosari dulu kami kawal, kami sering komunikasi dengan Jokowi. Itu sangat merugikan tukang becak jadi akhirnya Jokowi membatalkan rencana pembangunan selter di Purwosari.”

Baca juga : Masalah Tak Kunjung Usai? Ketauilah Semua Masalah Hidup Cuma 1 Solusinya

Di Solo, becak termasuk armada transportasi tradisional yang masih terus diuri-uri hingga saat ini sehingga masih bisa eksis di tengah perkembangan teknologi.

Seperti diketahui, beberapa hari sebelum hari H pernikahan Kahiyang Bobby, Rudy mengumpulkan 50 tukang becak, 57 petugas kebersihan, 20 anggota Linmas Sumber, 20 anggota Linmas Banyuanyar, serta 73 amggota Linmas kota dan Satpol PP.

Mereka diberi pembekalan kemudian Rudy menyampaikan rencana sumsuman jika acara pernikahan sudah selesai. “Nanti saat sumsuman kita bisa lihat video pernikahannya Kahiyang dan Bobby,” kata Rudy saat itu.
Top