Ternyata ini Cerita Lucu Dibalik "Tweet" Prof MD Mahfud Netizen:"Kirim Kode Prof?"

Komentar


Ngetewt gak jelas, dikira ngirim kode 

Akun dari prof MD Mahfud, mentweet dengan isi yang tak begitu jelas, "vfjvgb. Yfh guvu. Hygjjiigf." tulis akun mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini, berbagai komentar dari netizen dilontarkan.Ternyata ada cerita lucu dibaliknya.

Baca juga :Sering Dikutuk Karena Jadi Penyebab Kebodohan, Ternyata Begini Awal Mulanya Reputasi Micin Jelek

Kamis (9/11) timeline Twitter dipenuhi tweet merayakan keputusan Twitter yang menambah jumlah maksimal karakter kicauan dari 140 menjadi 280. Namun ada satu yang menarik diantara banyaknya tweet yang memuat 280 karakter.

Tweet itu datang dari akun mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Muhammad Mahfud MD. Melalui akunnya @mohmahfudmd ditulis kata-kata yang tak biasa

"Yang bertandatangan fi bawag ini sata yahkb. Ti vfjvgb. Yfh guvu. Hygjjiigf. Jkkhkhb jhhhnjj. Cgnynfn ujbvbjjk. Jjjjkknjij jkhbkjbkkhh jkjjjjnjj jjjjkjkjj jjvgl unhmgin nkgnkhbkkhhjkkj. Khjj. Jihbkk. Jk.  Jgnjgnh. Jhv. Jv@ jh hv mhnjg. Jb kg.   Hk vhhfgn h gh hukbyb" tulisnya di Twitter.



Sontak tweet ini mengundang berbagai reaksi dari netizen.

Akun @MohammadMakruf berkomentar "Tweetnya prof di-encrypt,"

Lalu ada akun @gie_gito berkomentar "tuiternya kenapa ini prof?"

Baca juga : Bak Toko Emas Berjalan, Gaya Wanita Kenakan Emas Berlebihan ini Jadi Buah Bibir Netizen di Madura

Aktor Dennis Adishwara juga ikut berkomentar di Twitternya. "Tapi ini
lebih kaya Da Vinci Code," tulis Dennis.

Sadar Tweetnya menimbulkan pertanyaan, Mahfud buru-buru

mengklarifikasinya. Di tweet selanjutnya, Mahfud menjelaskan bahwa tulisan itu dibuat oleh cucunya.



"Maaf itu tadi cucu saya main2 Twitter," tulis Mahfud.

Mahfud juga menjelaskan bahwa saat itu dirinya tengah menerima telepon pada ponsel miliknya yang lain sehingga cucunya memainkan ponsel miliknya yang memiliki akun Twitternya.

"Ya, tadi saya mau twit lalu ada telepon dari HP yang satunya. Saat saya terima telepon cucu saya meneruskan twitter dengan sesukanya," tulis Mahfud menjelaskan.

Namanya juga anak-anak ya, Pak Mahfud.
Top