Siswa SMA ini Buktikan Dampak Berbahaya dari Wi-Fi Bagi Kesehatan

Komentar


Yang sering Wi-Fi an wajib tau ini

5 Siswa SMA ini banyak dikagumi para peneliti karena penemuannya itu, mereka membuktikan Wi-Fi dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dan juga Handphone yang termasuk bisa merusak kesehatan.

Muncul dari sebuah pertanyaan, :Seperti apa dampak wi-fi bagi kesehatan kita?” Lima pelajar SMA di kelas Biologi itu dikagumi para peneliti Inggris, Belanda dan Swedia.



“Kita semua sering mengalami kesulitan berkonsentrasi di sekolah, tidur dengan ponsel di sebelah kita. Kami ingin mengetahui lebih jauh,” jelas Lea Nielsen, salah satu siswa yang terlibat dalam percobaan itu.

Baca juga : Para Orangtua Harus Lebih Waspada, 15 Ciri yang Tampak Pada Anak Bisa Jadi Tanda Awal Kanker

Para pelajat itu memutuskan untuk melakukan percobaan untuk melihat apakah wi-fi merupakan penyebab itu semua. Mereka kemudian mengambil 400 biji cress (Lepidium sativum) dan memisahkannya di antara 12 kontainer yang berbeda.

Semua kontainer disimpan di ruangan yang sama, pada suhu yang sama, dengan jumlah air yang sama. Enam dari kontainer diletakkan di sebelah router wi-fi yang memancarkan jenis radiasi yang sama dengan ponsel. Setelah 12 hari, hasilnya sangat mengejutkan.



Biji cress yang disimpan jauh dari router wi-fi, tumbuh dengan sehat dan subur. Sementara benih yang ada di sebelah router? Benih itu sebagian besar mati atau bermutasi. Mereka tidak tumbuh sama sekali.

“Ini benar-benar menakutkan betapa besar pengaruhnya. Kami sangat terkejut dengan hasilnya,” kata Lea.

Eksperimen mereka menyimpulkan bahwa radiasi wi-fi dapat mengekspos tubuh Anda ke elemen yang sangat memengaruhi kesehatan Anda.

Baca juga : Tidak Sembarangan ini Batas Terlama Menyimpan Makanan Pada Kulkas

Para remaja itu pun berpendapat sudah seharusnya seseorang tidur dengan ponsel yang jauh atau diletakkan di ruangan lain dan komputer harus dimatikan agar mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Olle Johansson, seorang profesor terkemuka di Karolinska Insitute di Stockholm mengatakan bahwa ia dan timnya akan mengulangi eksperimen tersebut untuk mempelajari lebih jauh lagi. Tapi ia memuji eksperimen brilian gadis-gadis itu.

“Mereka tetap berada dalam lingkup pengetahuan mereka, dengan terampil menerapkan dan mengembangkan eksperimen yang sangat elegan,” pungkas Olle.
Top