Semua yang Perlu Anda Tahu Lebih Dalam Tentang Bipolar dan Gejalanya

Komentar


Apa itu bipolar?

Penyakit ini bisa saja menyerang siapapun, meski tak sebahaya penyakit kanker, tumor, atau yang lainnya, namun jika dibiarkan bisa membahayakan.

Mobil Tania Felicia Tabrak Belasan Kendaraan karena Penyakit Bipolar, Tahukah Anda Bipolar? Berikut penjelasannya:

Baca juga : Begini Posisi Tidur yang Pas dan Baik Untuk Cegah Supaya Asam Lambung Tak Naik



Gangguan penyakit bipolar adalah salah satu penyakit psikologis yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis.

Kata bipolar sendiri mengacu pada dua kutub yang berbeda dan saling berlawanan, yaitu mania (kebahagiaan) dan depresi (kesedihan).

Perubahan suasana hati atau mood yang tak menentu pasti pernah dialami semua orang.

Namun hal ini berbeda bagi penderita penyakit bipolar, perubahan mood tersebut bisa berlangsung berubah-ubah secara cepat dan ekstrem.



Gangguan penyakit bipolar memiliki beberapa tipe dan gejala yang bisa dibedakan.

Berdasarkan The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang dilansir oleh The American Psychiatric Association, gangguan penyakit bipolar terbagi dalam 4 tipe, yaitu :

Baca juga : Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi dan Banyak Dilanggar Tanpa Disadari

Bipolar 1

Pada tipe ini kondisi kutub positif atau mania mencapai level tertinggi.

Penderita bisa mengalami kesenangan dan kegembiraan yang berlebihan, sangat berenerjik, banyak bicara, hingga tak merasa butuh tidur.

Hal ini juga disertai dengan mengalami depresi, yang secara drastis berubah menjadi rasa sedih yang mendalam, cepat marah, mudah tersinggung, dan tidak sabar, hingga muncul keinginan bunuh diri.

Tipe ini adalah yang paling berat dan dapat berkembang menjadi lebih parah dan berbahaya. Tak jarang penderita bipolar tipe ini memerlukan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit.



Bipolar 2

Sedangkan untuk penderita penyakit bipolar tipe bipolar 2, cenderung mengalami hipomania ringan disertai dengan kelelahan yang berlebihan, energi yang rendah, karena gangguan tidur.

Penderita dalam kondisi ini masih bisa menjalani aktivitas dengan baik dan meningkatkan produktivitasnya.



Cyclothymia

Tipe ini merupakan bentuk ringan dari gangguan bipolar.

Penyakit bipolar dengan tipe cyclothymia mengacu kepada siklus hipomania, yaitu kegembiraan yang berlebihan dalam jangka waktu lama diikuti dengan gejala depresi ringan.

Bahkan mungkin orang dengan gangguan ini tidak terlihat depresi sama sekali.

Baca juga : Terapkan Dua Kunci Utama ini Jika Ingin Merencanakan Kehamilan Anak Perempuan atau Laki-Laki



Bipolar Disorder Not Otherwise Specified (BP-NOS)

Tipe bipolar jenis ini tidak teridentifikasi, karena gejala-gejala yang dialami tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk salah satu dari bipolar I atau II.

Penderita penyakit bipolar BP-NOS ini mengalami beberapa gejala bipolar yang hampir sama dengan bipolar, namun tidak spesifik dan tidak mudah dikenali seperti gejala bipolar lainnya. Selain itu, gejala bipolar yang dialami pun bisa muncul dan hilang.



Sampai saat ini belum diketahui secara jelas penyebab terjadinya gangguan penyakit bipolar.

Namun penyebab utama penyakit bipolar dipicu karena adanya gangguan pada produksi atau keseimbangan zat-zat pengantar sinyal antar saraf di dalam otak, sehingga kinerja saraf yang bertugas mengatur suasana hati agar tetap stabil pun menjadi terganggu.

Tak hanya itu, stress juga bisa dikatakan sebagai faktor utama penyebab penyakit bipolar.

Stres tidak bisa dianggap sepele, karena nyatanya banyak sekali kasus terjadinya gangguan penyakit bipolar yang dipicu stres akibat tekanan dalam hidupnya.

Gaya hidup tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab penyakit bipolar, misalnya kecanduan minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan.

Faktor genetik juga menjadi penyebab penyakit bipolar yang paling sering ditemui, karena sebagian kasus penyakit bipolar dialami oleh mereka yang juga memiliki saudara atau orang tua dengan kondisi yang sama.

Penyakit bipolar terjadi pada 25% anak yang memiliki salah satu orang tua yang juga mengidap penyakit bipolar. Jika kedua orang tua mengidap penyakit bipolar, maka peluang terjadi penyakit bipolar pada anaknya pun semakin besar yakni 50%.

Baca juga : "Jangan makan durian, nanas dan pepaya muda saat hamil, jika tak ingin keguguran"



Gejala umum yang sering terjadi pada penderita penyakit bipolar adalah suasana hati yang sering berubah drastis dari senang (mania) menjadi sedih (depresi), atau sebaliknya.

Misalnya seperti, perasaan gembira yang berlebihan, kemudian secara mengejutkan berubah drastis menjadi perasaan sedih yang mendalam.

Gejala yang muncul pada penderita penyakit bipolar tergantung kepada fase suasana hati mana yang dialami.

Berikut ini adalah gejala-gejala yang muncul pada penderita penyakit bipolar di setiap fase suasana hati yang dialami.



Fase mania

-Merasa sangat gembira dan bersemangat karena suasana hati naik secara signifikan
-Sangat berenerjik, tidak kenal lelah walau kurang tidur
-Merasa sangat bangga terhadap dirinya sendiri
-Berfoya-foya
-Membuat keputusan terburu-buru
-Banyak bicara dengan sangat cepat
-Mengalami peningkatan libido
-Berhalusinasi
-Fase depresi



Sedih dan cemas

-Tidak bersemangat, namun sulit tidur
-Merasa bersalah, pesimis, dan cenderung putus asa
-Sulit berkonsentrasi dan mengalami penurunan daya ingat
-Hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari dan menarik diri dari kehidupan sosial, sehingga hubungan penderita bipolar dengan orang-orang terdekat menjadi rusak.
-Berisiko muncul keinginan untuk bunuh diri
Top