Punya Istri yang Keras Kepala Dan Egois, Gunakan Cara ini Untuk Menghadapinya

Komentar
Suami :"Ma, besok kalau pulang jangan malam-malam ya"

Istri :"Biarin, kamu itu suami nggak tau diuntung..hidup sudah numpang masih saja protes.

Suami :"Sudahlah nganut saja, jangan keras kepala kamu."



Memang susah menghadapi istri yang keras kepala itu. Terkadang membuat suami jadi bingung dan emosinya jadi tak terkontrol akibat sifat istri yang keras kepala. Namun jangan gelisah dan kesal dulu, ada cara untuk menghadapi istri yang keras kepala.

Mengutip detik, cara untuk menghadapi istri yang keras kepala bisa diatasi dengan cara yang telah dijelaskan oleh Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi sebagai berikut:

Coba Anda perhatikan kapan saja ‘marah-marah’nya muncul? Masalah apa yang sedang ia hadapi saat ini, baik di dalam keluarga, pekerjaan atau dengan teman-temannya.

Baca Juga : Wanita Keras Kepala Adalah Calon Istri Terbaik, Bagaimana Bisa? Simak Sifatnya!

Bisa saja masalahnya ada di sana, namun Anda kena pelampiasannya. Anda dapat mencari tahu lewat orangtuanya, saudara kandungnya, teman kantor, sahabat-sahabat, ataupun orang-orang lain yang berinteraksi dengan istri Anda.

Anda bisa sekalian bertanya bagaimana sifat aslinya selama ini, dan apa yang mereka lakukan ketika istri seperti itu.

Jika kemarahan pasangan lebih banyak terjadi dalam hubungannya dengan Anda, bisa jadi karena ia mulai membuka sifat aslinya seiring bertambahnya usia pernikahan.

Maksudnya, bisa saja apa yang ia lakukan saat ini adalah reaksi atas apa yang Anda lakukan. Kalau memang seperti itu, kabar baiknya adalah perubahan bisa dimulai dari Anda, tak harus menunggu dia.

Jika ternyata Anda menemukan kemarahan ini sudah berlangsung lama dan terjadi pada setiap aspek dan relasi sosialnya, bahkan untuk masalah yang menurut Anda sepele, kemungkinan ada masalah lain yang belum disadari oleh pasangan Anda.

Baca Juga : Bertengkar Atau Sedang Ada Masalah Dengan Pasangan, Sebaiknya Ini Yang Harus Dilakukan

Tidak jarang kemarahan yang terus menerus merupakan salah satu tanda adanya isu klinis, seperti depresi terselubung.


Sangat mungkin pembicaraan tak bisa berjalan hanya sekali saja, jadi jangan mudah menyerah. Setelah mencoba berulangkali, jika perlu, Anda bisa mengajak orangtua atau siapapun yang Anda berdua percayai untuk ikut bicara dengan Anda berdua.

Jika masih sulit juga, Anda bisa datang sendiri atau berdua kepada psikolog perkawinan / keluarga.

Semoga keluarga anda terjalin dengan harmonis dan tak ada rintangan dan halangan. Dan jaga keutuhan keluargamu termasuk istrimu. Jangan sampai istrimu mempunyai sifat yang keras kepala.
Top