Pria Ini Tewas Setelah Tidur Gunakan Kipas Angin Di Kamar

Komentar
Tapi, ada hal yang keliru terjadi dimalam itu.




Beberapa orang, tubuhnya sangat sensitive. Salah satunya masalah suhu udara. Ada yang tidak bisa sama sekali menerima panas udara atau mereka malah nyaman di suhu udara yang dingin.

Begitu juga yang dialami seorang pria asal Thailand. Adalah Sobthawee Boonkua. Pria berusia 44 tahun itu diketahui terakhir kali sedang berada di rumah kerabatnya untuk merawat ibunya yang berusia 86 tahun. Karena kemalaman, akhirnya Boonkua memutuskan untuk bermalam.

Baca Juga : Pelanggan Golongan 1300-3.300 VA Dihapus, Dinaikkan 4.400 VA Tarif Listrik Bakal Bengkak?

Dilansir dari Viral4real, suhu udara di Thailand belakangan ini sedang tidak menentu. Jadi, saat siang hari udaranya sangat panas, tapi ketika malam udaranya bisa sangat dingin dan hal ini tidak disadari Boonkua. Nah, karena alasan itu sebetulnya Boonkua juga sempat mengurungkan niatnya untuk bermalam. Dirinya khawatir tidak bisa tidur di suhu udara yang terlalu panas.

Untuk mengakali udara yang panas di rumah kerabatnya itu, Boonkua pun berinisiatif untuk memboyong 3 kipas angin sekaligus di kamar tidurnya. Hal ini juga bukan karena alasan udaranya panas, tetapi juga karena kamar tidur kerabatnya itu memiliki ventilasi yang buruk. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana saat malam hari? Pengap dan panas.



Tapi, ada hal yang keliru terjadi dimalam itu. ternyata udara kota Chaiyaphum saat malam hari terbialng dingin. Penurunan suhunya pun bisa dikatakan drastis. Dan yang tidak disadari Boonkuan lainnya adalah bahwa tubuhnya tidak memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik dengan perubahan udara drastis.

Alhasil, saat 3 kipas angin itu bekerja dan mendinginkan kamar tidurnya yang mana suhu di luar rumah sedang dingin, tubuhnya pun menggigil dan dia tidak mampu mengendalikan itu semua. Sampai akhirnya muncul kabar duka esok harinya. Ya, Boonkuan diketahui tidak lagi bernapas di tempat tidurnya di depan 3 kipas angin yang masih berputar kencang.

Baca Juga : Jauh Dari Kata "Mewah", Rumah Kasipan Di Surabaya Ditawar 2,2 Miliar. Ternyata ini Penyebabnya

Dijelaskan saksi, tubuh Boonkuan sangat dingin. Bahkan, badannya kaku seperti es. Mengetahui hal tersebut, saksi yang tidak diketahui inisialnya itu langsung memanggil polisi dan ambulans. Letnan Kolonel Thanasit Apiboonworaset dari polisi Muang Chaiyaphum tiba di tempat kejadian pukul 8.30 pagi bersama dengan seorang koroner.

Setelah memeriksa tubuh korban dan menginterogasi anggota keluarganya, pemeriksa medis menyimpulkan bahwa Boonkuan meninggal karena hipotermia!
Top