4 Bentuk Pujian ini Perlu Kamu Hindari, Sebab Bisa Berdampak Buruk Bagimu

Komentar


HATI-HATI....Jangan mudah senang jika dipuji orang..Belum tentu itu baik

Rasa senang dan malu saat dipuji orang memang suatu kenyamanan yang indah. Tapi banyak orang yang malah tidak suka untuk dipuji. Sebab memuji itu dianggapnya suatu kebohongan. Jangan senang dulu, pujian yang diucapkan orang padamu itu ada yang berdampak buruk.


Mengutip uctalks, berikut bentuk pujian yang berpotensi buruk padamu. Dan lebih baik kamu hindari:

1. Pujian dengan Tambahan Kata Keterangan "Sekarang"



Kata ‘sekarang’ kelihatan sederhana, tapi begitu ditempelkan pada kalimat pujian, maka seolah mempunyai nuansa merendahkan atau hinaan terselubung.

Baca Juga : Jangan Lakukan 13 Hal Ini Dengan Mulut Anda, Dampaknya Bisa Sangat Mengerikan

"Kamu cantik ya, sekarang!"

Pujian di atas sudah sempurna sebenarnya. Namun begitu ditambahkan ‘sekarang’ akan memberi nuansa "dulu kamu jelek". Karena itu orang yang mengerti bahasa tersirat bisa saja membalas pujian tersebut dengan kalimat, "Maksudnya dulu aku jelek, gitu?"

2. Pujian dengan Kata "Tumben"



Ada teman yang jarang terlihat beribadah, tiba-tiba ditemukan sedang sholat, spontan kita berkomentar, "Wah hebat, tumben sholat."

Kalimat ini sangat tidak menghargai dan biasanya justru merusak semangat mereka yang sedang memperbaiki diri. Penambahan kata ‘tumben’, hanya bisa dipakai untuk orang yang sangat akrab dan dalam konteks bercanda murni.

3. Pujian dengan Membandingkan



Tidak jarang kita memberi pujian dengan membuat perbandingan kepada orang lain, tanpa sadar sebenarnya menempatkan pihak lain yang dibandingkan pada posisi lebih rendah.

Baca Juga : 7 Cara Cerdas Memuji Anak, Agar ia Tak Besar Kepala

Misal ketika berjumpa teman lama yang usianya empat puluhan namun masih terlihat awet muda meski sudah memiliki anak gadis berusia dua puluhan. Spontan dengan antusias memuji.

"Duh bundanya cantik, seperti kakak adik saja dengan ananda."

Pujian tersebut bisa mempunyai makna bersayap. Si ibu kelihatan muda dan si anak kelihatan tua. Pujian seperti ini mungkin akan disambut gembira anak-anak lelaki, yang bangga ibunya awet muda. Tapi untuk anak perempuan, meski bangga ibunya awet muda, tentu tidak suka dibanding-bandingkan dengan mereka.

Sama seperti kalimat,

"Kamu pintar, tidak seperti saudara-saudaramu!"

Pujian yang diutarakan orang tua atau guru jika seperti ini tentu tidak tepat, karena memuji sekaligus merendahkan saudara-saudara yang lain.

4. Pujian yang Membuat Orang di Sekitar Tak Nyaman



Bukankah terdengar positif pujian seperti berikut dari ayah kepada anaknya, "Kamu memang anak kebanggaan Ayah." Akan tetapi ini jadi buruk ketika pujian itu dilakukan di depan anak-anak lain. Seolah hanya ananda yang dipuji yang istimewa dan membanggakan sedang anak lainnya tidak.

Termasuk pujian berikut ini. "Cantik sekali perempuan itu." atau "Benar-benar wanita yang mengagumkan," jika diucapkan seorang pria di depan istri tentu akan berakibat beda. Bukan sekadar mengesankan istri berkekurangan, juga menumbuhkan kecemburuan.

Sedikit ulasan di atas, semoga membuat kita makin lihai memilih kalimat, bahkan meski diniatkan sebagai sebuah pujian.
Top