Tips Baru, Pembersih Tangan Ampuh Dari Kulit Kacang Tanpa Mengandung Bahan Alkohol



BISA KAMU BUKTIKAN SENDIRI HASILNYA...

Kulit kacang yang biasanya banyak ditemukan di tempat sampah ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan kita lho. Sayang masih banyak orang yang menyia-nyiakan kulit kacang. Kulit kacang bisa dirubah menjadi pembersih tangan. Wah benarkah itu?

Mengutip faktualnews, 3 siswa ini sudah membuktikannya.

Kartika Merdeka Wati Mulyono, Salwa Asrofil dan Nadhiro, merubah kulit kacang menjadi hand sanitizer atau pembersih tangan non alkohol dan ekonomis.

Baca Juga : Pilih 1 dari 4 Cara Ini, Mudah Dan Alami Putihkan Ketiak yang Gelap

Salah satu siswi, Nadhiro, mengatakan inovasi ini bermula ketika melihat banyak kulit kacang yang berserakan di sekitar sekolah.

“Nah dari situ kami memeras otak supaya bisa menggunakan kulit kacang menjadi barang yang berharga,” jelasnya, kepada awak media di Lamongan, Jumat (27/10/2017).

Mereka bertiga akhirnya melakukan perburuan lewat dunia maya dan reverensi isi ratusan buku. Barulah mereka mengetahui kalau ternyata kulit kacang mengandung anti bakteri dan tercetuslah ide untuk membuat hand sanitizer dari kulit kacang.

Setelah mengetahui jika kulit kacang mengandung zat anti bakteri. Ketiga siswa ini kemudian mencari bahan pelengkap dengan mencari bahan alami yang tak mengandung efek samping.

Dari beberapa referensi ditemukanlah paduan kulit kacang dengan lidah buaya, yang mengandung saponin. Selain itu, kulit jeruk nipis yang mengandung minyak atsiri, digunakan sebagai minyak pewangi.

Proses pembuatan hand sanitizer?

Dari kulit kacang, sangat sederhana karena dibuat secara manual dan tidak menggunakan mesin-mesin seperti yang digunakan di pabrik – pabrik berkelas.

Baca Juga : Inilah Manfaat Vitamin "E" Bagi Kesehatan Kulit

Bahan kulit kacang dibersihkan untuk kemudian dijemur. Setelah kering, baru kulit kacang ini dihaluskan dan disaring untuk kemudian dicampurkan dengan semua bahan. Setelah proses pencampuran semua bahan tadi, kemudian dilakukan proses sterilisasi dan penambahan gel.

Dari proses ini, hand sanitizer ini sudah bisa digunakan.

Ide dan penelitian yang dilakukan tiga pelajar selama tiga bulan ini, ternyata membuahkan hasil yang gemilang. Guru pembimbing 3 siswi, Emzita Taufik mengungkapkan, ide pembuatan hand sanitizer tersebut murni tercetus dari ide dan proses penelitian siswa.

Pihak sekolah hanya menjembatani fasilitas serta memberikan gambaran-gambaran singkat pada proses pembuatannya. Ke depan, pihak sekolah berenacana akan memproduksi hand sanitizer dalam skala lebih besar.

Inovasi para siswa ini menyabet juara 1 pada lomba karya tulis ilmiah (LKTI) di Unesa Surabaya.
Top