Terjebak Cinta Dengan Pria Beristri Begini Cara Mengakhiri Hubungan Dengan Baik-baik



MEMBERANIKAN DIRI UNTUK MEMUTUSKAN SEBUAH HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN ITU SUSAH, TAPI INGATLAH HUBUNGAN INI TIDAKLAH SEHAT

Pada umumnya tidak ada wanita yang rela dijadikan pasangan selingkuh.

Namun faktanya masih saja ada wanita yang menghendaki dirinya terjebak dalam posisi tersebut.

Mungkin anda salah satunya?

Secara emosional mengakhiri hubungan dengan pria beristri tidaklah semudah membalikan tangan.

Terutama jika masih ada rasa sayang yang membayanginya, jika anda benar-benar ingin mengakhirinya, pikirkan alasannya baik-baik.

  1. Apakah pasangan Anda selalu berjanji akan meninggalkan istrinya demi membangun hidup baru bersama Anda?.
  2. Apakah dia terus-menerus menggantungkan anda hingga lelah?.
Pastikan Anda sudah menyiapkan mental dan alasan-alasan yang logis. Setelah kesempatan untuk berbicara berdua dengannya datang, sampaikan keinginan Anda selugas dan seefektif mungkin.

1. Pikirkan mengapa anda ingin mengakhiri hubungan dengannya. 

Jika Anda masih belum yakin dengan keputusan tersebut, cobalah menuliskan daftar alasan yang menurut Anda logis dan tepat. Misalnya, Anda mungkin merasa frustrasi karena dia tidak mampu meninggalkan istrinya, merasa bersalah karena dia terus-menerus membohongi anda dan keluarganya, atau merasa marah karena sudah menjadi “wanita idaman lain” di hubungan orang lain.

Berbekal alasan yang kuat, Anda juga akan lebih siap untuk mengomunikasikan keputusan tersebut kepadanya.

  1. Banyak alasan klise yang kerap digunakan pria beristri untuk membenarkan perilaku selingkuhnya, pun membenarkan alasannya untuk tidak meninggalkan istrinya. Misalnya, “Aku belum menceraikannya karena memikirkan anak-anakku”, atau “Aku dan istriku sudah tidak tidur bersama. Lagi pula, kami juga sudah lama tidak berhubungan seksual”.
  2. Meski Anda pernah mempercayai alasan tersebut, seiring berjalannya waktu Anda pasti akan merasa lelah dan frustrasi karena dia tidak juga meninggalkan istrinya (meski dia juga mengaku stres dan tidak bahagia dalam hubungan pernikahannya). Oleh karena dia terus-menerus menarik Anda ke lingkaran yang sama dengan alasan yang sama klisenya, tandanya Andalah yang harus membuat keputusan

2. Minta dukungan sahabat dan kerabat Anda. 

Menceritakan situasi Anda kepada mereka sepertinya memang bukan pilihan yang tepat. Namun percayalah, mereka bisa memberikan dukungan yang Anda butuhkan. Menghabiskan waktu berkualitas dengan sahabat dan kerabat juga dapat memperbaiki perspektif Anda terhadap hubungan yang sedang Anda jalani, sekaligus mengingatkan Anda bahwa Anda masih memiliki hubungan yang bermakna di luar perselingkuhan tersebut.
  1. Jika Anda memiliki kerabat atau sahabat yang tepercaya, ceritakan perasaan Anda, pun keputusan Anda untuk mengakhiri hubungan tersebut kepada mereka. Terkadang, mengekspresikan emosi dan perasaan kepada orang-orang yang mampu bersimpati dapat membantu Anda menemukan motivasi di balik keputusan yang Anda buat. Selain itu, Anda juga akan merasa didukung untuk meninggalkan hubungan tersebut.
  2. Anda merasa tidak nyaman jika harus berbagi perasaan kepada orang lain? Tidak masalah, tuliskan saja perasaan dan pikiran yang mengganjal di sebuah buku harian. Belajar memahami emosi yang Anda tuliskan mampu membantu Anda menyiapkan diri sebelum mengakhiri hubungan dengan pasangan. Selain itu, buku harian adalah “tempat sampah” yang tepat jika Anda terlalu malu atau takut untuk berbagi kepada orang lain.

BACA Dua Minggu Setelah Pernikahan Suami Sudah Lakukan 5 Hal Ini Berarti Suamimu Benar-benar Mencintaimu

3. Kembalilah berfokus pada kebutuhan dan prioritas Anda.

Persiapkan diri dengan berfokus pada kebutuhan dan prioritas Anda. Rawat diri Anda dengan menyantap makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan tidur 8-9 jam setiap malamnya. Anda juga bisa mencoba menerapkan teknik manajemen stres seperti meditasi atau yoga. Menjaga diri baik-baik adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk melanjutkan hidup – secara emosional dan jasmaniah – pascamengakhiri hubungan.
  1. Alih-alih menghabiskan waktu untuk menganalisis apa yang salah, berfokuslah untuk menggali hobi baru atau mengasah kemampuan Anda. Letakkan karier dan kesehatan Anda di atas segala-galanya, termasuk di atas hubungan Anda dengan si pria beristri. Ini dapat menolong Anda untuk merasa lebih kuat, stabil, dan mandiri.

4. Tegaskan keinginan Anda untuk mengakhiri hubungan tersebut.

Setelah menyampaikan keputusan Anda untuk mengakhiri hubungan, tunjukkan ketegasan Anda dengan mengabaikan seluruh alasan yang mungkin disampaikan pria tersebut. Jika dia terus-menerus mencoba memengaruhi Anda, segera tinggalkan percakapan tersebut.
  1. Misalnya, Anda bisa berkata, “Tidak ada gunanya berdebat. Aku tidak akan berubah pikiran, jadi kuharap kau mau menghargai keputusanku dan tidak menghubungiku lagi dengan cara apa pun. Kurasa kita sama-sama butuh waktu untuk menerima keputusan ini".
  2. Anda juga bisa memutuskan segala bentuk komunikasi dengannya. Selain memberikan waktu agar dia mampu menerima keputusan Anda, memutuskan komunikasi juga mencegah Anda tergoda untuk kembali kepadanya. Jangan menelepon dan mengangkat teleponnya; jangan pula mengirimkan pesan atau membalas pesannya. Jika Anda melakukannya, dia akan menyadari bahwa keputusan Anda serius. Selain itu, Anda juga akan terbantu untuk melanjutkan hidup setelahnya.
Top