Punya Kelainan Sangat Aneh, Wanita ini Berkeringat Darah, Setelah diperiksa Ini Penyebabnya

Komentar


Ketika Kepanasan Wanita ini Berkeringat, Tapi Keringatnya Berwarna Merah Darah

Seorang wanita muda berusia 21 tahun memiliki kelainan langka yang menyebabkan dia berkeringat darah. Setelah dilakukan pemeriksaan para ahli sempat bingung, akhirnya ini penyebabnya..

Darah bisa keluar dari pori-pori dari wajah dan tangannya meskipun ia tak mengalami luka.

Kasus yang menimpa wanita Italia itu membuat para ahli bingung, seperti dilansir dari News.com.au.

Menurut studi di University of Florence yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, pasien tersebut telah mengalami pendarahan secara acak selama tiga tahun belakangan.

"Saya dapat mengatakan dengan jelas, saya belum pernah melihat kasus seperti ini," ujar Dr. Michelle Sholzberg selaku co-direktur program Perawatan Komprehensif Hemofilia di Rumah Sakit St Michael, saat diwawancara CBC News.

"Saya pernah melihat beberapa gangguan pendarahan terburuk, tapi belum pernah melihat kasus berkeringat darah,"katanya.
Berdasarkan studi tersebut, sejauh ini belum ada pemicu pasti yang menyebabkan terjadinya pendarahan pada wanita itu.

Pasien bisa mengalami pendarahan saat berolahraga, begitu juga saat dia sedang tidur.

Namun dia dilaporkan mengalami pendarahan yang lebih parah saat stres.

BACA JUGA : Bagaikan Putri Tidur, Gadis Belia di Banjarmasin ini Tidur Selama 14 Hari, Begini Kejadiannya

Para ahli mengatakan bahwa darah akan keluar dari pori-pori pasien dalam kurun waktu satu sampai lima menit.

Pada akhirnya, dokter mengatakan dia menderita hematohidrosis.

Itu merupakan kelainan di mana seorang pasien mengeluarkan darah atau keringat melalui kulit atau pori yang tidak terluka, menurut CBC.

"Saya pikir orang ini mengalami kelainan anatomis yang sangat aneh pada tingkat mikroskopis, yang mengakibatkan gejala sangat tak biasa itu," kata Sholzerbg.

Menurut penelitian tersebut, wanita itu merasa malu karena mengalami kelainan itu sehingga membuatnya menjadi pribadi yang tertutup.

"Pasien kami telah terisolasi secara sosial karena merasa malu akibat pendarahan, dan dia melaporkan gejala yang konsisten dengan gangguan depresi dan panik," jelas studi tersebut.

Hingga kini, profesional medis belum bisa menyembuhkannya.

Mereka hanya memberi resep obat dengan nama beta blocker yang disebut proletarian atau proletar yang akan membantu meringankan gejalanya.
Top