Dapat Bantuan Rp 2,5 Juta, Kakek ini Terlewat Gembira Hingga Malah Menjadi Duka


BAHAGIA HILANG, DUKA DATANG

Seharusnya yang kini dirasakan keluarga kakak ini adalah kebahagiaan dan kegembiraan, tapi kini malah duka yang menyelimuti keluarga kakek ini. kakek ini sangat gembira hingga musibah menimpanya, karena tak pernah mendapat bantuan uang sebesar itu, ia sampai bahagia yang terlewat batas.

Baca juga : Siksa Anak Tiri Hingga Tewas, Wanita ini Kena Azab Saat Ia Melahirkan Terjadi Hal Mengerikan

Mbah Surip (74), warga asal Desa Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meninggal dunia ketika menerima bantuan jalan lain menuju mandiri dan sejahtera (jalin matra) sebesar Rp 2,5 juta, Jumat (29/9).

Camat Kedungadem, Arwan menjelaskan Mbah Surip meninggal dunia usai menerima bantuan jalin matra dari Pemerintah Provinsi Jatim bersama delapan warga lainnya di Balai Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem.

Sesuai keterangan keluarganya, Mbah Surip sejak pagi tidak bersedia makan karena gembira menerima bantuan jalin matra sebesar Rp 2,5 juta.

"Ketika itu sembilan warga penerima bantuan jalin matra berfoto bersama dengan saya juga undangan lainnya untuk dokumentasi. Mendadak Mbah Surip pingsan," kata dia mengungkap.

Keluarganya yang ikut mendampingi kemudian memberikan pertolongan pertama kepada Mbah Surip dengan memberi air minum, dan mengolesi minyak angin bagian bagian hidung.

Baca juga : Istri Niat Ingin Cerai Karena Ada yang Lain, Seketika Berhenti Bernafas Setelah Dengar Percakapan Suami dan Anaknya

"Tapi Mbah Surip tidak siuman kemudian Kasi Kesra Desa Kedungadem, David membopong Mbah Surip menuju Puskesmas Kedungadem, yang jaraknya hanya 40 meter," ujarnya.

Sampai di Puskesmas Kedungadem, diketahui Mbah Surip sudah meninggal dunia dengan diagnosa terkena serangan jantung.

"Pemeriksaan dokter puskesmas menyatakan Mbah Surip meninggal dunia akibat serangan jantung. Kemudian oleh keluarganya dibawa pulang menggunakan mobil ambulans," ucapnya.

Ia menambahkan bantuan jalin matra itu merupakan bantuan dari Pemprov Jatim untuk warga yang sangat miskin untuk membuka berbagai bidang usaha, misalnya, membuka pracangan, atau beternak ayam.

"Tujuan bantuan agar warga sangat miskin bisa memperoleh tambahan penghasilan," ujarnya.
Top