"Kalau Nyapu yang Bersih, Nanti Suami Kamu Bewokan!"

Komentar


Kalau Bewoknya Ganteng sih Gak Masalah, Tapi Kalau Bewok Amburadul?

Katanya bila ada seorang gadis yang menyapu halaman dan tidak bersih, maka ia akan bersuamikan lelaki yang brewokan. Mitos atau fakta sih?

Istilah Bewok ini ditujukan buat lelaki yang berjambang dan berjenggot lebat dengan bulu-bulu rambut yang menutup sebagian pipinya.

Sebuah mitos yang merebak ke mana-mana. Nyaris setiap daerah mengenal atau setidaknya mendengar mitos ini, sehingga bil ada seorang wanita yang menyapu dan kebetulan tidak bersih maka tidak jarang ia pu menjadi ledekan orangtuanya.

“Cah wadon kok nyapune ora resik. Kono, resiki maneh! Mundak bojomu brewokan”. (anak perempuan kok tidak bersih nyapunya. Sana, bersihkan lagi! Nanti dapat suami yang berewokan). Seru seorang ibu berkebaya kepada anak gadisnya yang sedang menyapu halaman rumah.

Lain halnya bila kemudian yang ditegur itu adalah seorang gadis yang memahami masalah agama. Maka yang muncul kemudian adalah seloroh balik, yang justru menunjukkan keinginannya untuk mendapatkan suami yang brewokan. Karena jenggot dan cambang bukanlah sesuatu yang menakutkan. “Nggak apa-apa dapat suami brewokan, kan lebih enak” ujanrnya tersipu malu.

BACA JUGA : Suami Pintar Sembunyikan Perselingkuhan, Mereka Tak Sadar Bahwa Sang Istri Dapat Merasakannya

Entahlah. Mengapa harus takut keada lelaki berjenggot dan berjambang lebat. Bukankah jenggot dan jambang itu merupakan ciri khas laki-laki? Jadi tidak seharusnya muncul ketakutan yang tidak berdasar ini. Ketakutan ini boleh muncul bila yang kemudian berjambang lebat dan berjenggot itu adalah seorang wanita. Nah, lho.

Berbicara masalah jenggot seharusnya seorang wanita lebih senang memiliki suami yang tetap membairkan jenggotnya panjang. Karena hal ini merupakan bagian dari perintah agama. Rasulullah SAW. tidak membolehkan sahabat mencukur habis jenggotnya. Karena mencukur habis jenggot merupakan kebiasaan orang-orang musyrik yang tidak boleh ditiru.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Berbedalah dengan orang-orang musyrikin. Panjangkan jenggot dan pendekkan kumis!”. Bila Ibnu Umar berhaji atau umrah maka ia memegang jenggotnya lalu memotong jenggot yang melebihi genggaman tangannya. (HR. Bukhari)

Bila memang kemunculan mitos ini hanya karena pemandangan yang Nampak dari sebagian lelaki berewokan yang terkesan kumuh dan tidak terawatt, maka tidak seharusnya hal ini dijadikan alas an. Kesalahan satu atau dua orang tidak bisa dijadikan sebagai landasan hukum.

Jauhi mitos yang tidak berdasar dan jangan kotori akidah dengan debu-debu katanya.
Top