Gunung Bromo, Tempat Paling Indah di Jawa Timur yang Tak Kan Lekang oleh Waktu

Ada yang belum pernah ke Gunung Bromo?

Rugi nggak sih kalau belum kesana? Ya enggak lah, ini kan bukan jual beli, hehehe....

Tapi kalau sudah kesana itu yang nggak bakalan rugi, lihat sunrise dan hamparan pemandangan gunung berapi aktif. Begitu memukau mata...

Sementara lihat fotonya saja dulu ya...


Indonesia memang betul betul indah, via wallpaperfavo.blogspot.com

Terletak di perbatasan kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo.

Gunung yang mempunyai ketinggian 2392 m dpl memang sangat mempesona bagi siapa saja yang datang untuk mengunjunginya, dengan didukung oleh beberapa tempat wisata yang ada di sekitarnya menjadikan gunung ini sebagai tempat wisata yang unik dan asik.

Tak sebesar gunung Semeru, gunung Argopuro, gunung Arjuno dan gunung - gunung lainya di Jawa Timur, tetapi pesonanya yang indah sudah menggema tidak hanya di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara.

Saya sendiri pertama kali kesana, saat naik ke Pananjakan, rasanya begitu meneduhkan pandangan. Hamparan pasir dan rumput di bawahnya itu lho bikin seger mata. Itu saat matahari udah sejajar dengan pandangan mata saat berdiri. Tapi sebelum itu, sunrisenya indahnya nggak ketulungan.

Lo bilang: "Lo, lebay deh..., gue aja yang pernah kesana biasa aja..."
Gue: "Ah, lo nggak asyik sih...hehe"


Bromo sunrise, via tripadvisor.co.id

Gue lebay yah...? But, memang indah banget kok...! Ada satu pesen buat kalian, bawa jaket yang tebal ya.

Brrrr, nggak usah ditanya diinginya saat nunggu sunrise.

Kalau bicara keindahannya bakalan panjang deh.

Lihat saja sekilas di video ini,

Kalau belum pernah ke sana sebaiknya hati hati, jalan kecil berkelok kelok dan menanjak. Apalagi kalau kalian bawa motor guys.

Kalau saya sih rekomendasi pakai travel Kebromo.com. Mereka sudah berpengalaman, harganya standart dan termasuk tergolong ngirit buat kantong.

Bicara tentang Gunung Bromo, dari twisata.com,  gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) dan nama Gunung Bromo sendiri konon berasal dari kata Brahma yang merupakan salah satu dari Dewa menurut keyakinan agama Hindu.

Agama Hindu sendiri adalah keyakinan yang banyak dianut oleh masyarakat sekitar tempat wisata di Jawa Timur ini.

Penduduk sekitar gunung Bromo banyak dikenal dengan nama suku Tengger yaitu suku dari ras suku Jawa yang merupakan keturunan dari kerajaan Majapahit.

Biasanya untuk mendapatkan pemandangan para wisatawan akan menuju ke View Point terlebih dahulu.

(View Point merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk melihat matahari terbit dan keindahan gunung Bromo dari ketinggian)

Ada lima tempat yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo melalui puncak bukit, diantaranya Pananjakan 1, Sruni Point, Bukit Cinta, Bukit KingKong dan Puncak B29.

Tetapi untuk Puncak B29 tempatnya agak jauh dari keempat view point yang lainya, dan tempat ini merupakan tempat yang baru dikembangkan untuk dijadikan view point.

Mari mengulik sedikit tentang Sejarah Gunung Bromo

Sejarah gunung Bromo tidak pernah lepas dengan cerita legenda dari Joko Seger dan Roro Anteng, cerita ini berkembang turun - temurun sampai sekarang.

Konon legenda ini merupakan legenda terbentuknya kawah gunung Bromo, gunung Batok dan lautan pasir yang ada di sekitar kaldera Bromo, sejarah singkatnya adalah sebagai berikut.

Pada jaman dahulu, disaat kerajaan Majapahit mengalami gejolak karena adanya banyak serangan yang mengancam kerajaan, penduduk Majapahit kebingungan untuk mencari tempat yang aman.

Ditengah jalan akhirnya mereka berpencar menjadi dua kelompok, yang satu ke penggunungan disekitar Bromo dengan pemimpin rombongan adalah Raja dan Permaisuri dan yang satunya ke Pulau Bali.

Setelah beberapa dekade penduduk yang tinggal di kawasan Bromo mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, sampai akhirnya lahirlah seorang bayi dari pasangan Raja dan Permaisuri yang diberi nama Roro Anteng.

Dan tak jauh dari tempat sang Raja dan Permaisuri tinggal juga lahir seorang bayi laki - laki dari keturunan Brahmana yang diberi nama Joko Seger.

Setelah mereka tumbuh dewasa, kedua anak tadi saling jatuh cinta, tetapi dalam perjalanan kisah cinta mereka ada seorang raksasa yang mencoba untuk memisahkan mereka berdua, dengan cara melamar Roro Anteng dengan cara paksa, tetapi Roro Anteng tidak bersedia dan menolak dengan cara halus, yaitu dengan meminta syarat untuk membuatkan sebuah danau di atas Gunung Bromo dengan waktu hanya satu malam.

Syarat tadi diterima dan pada proses pengerjaan danau tersebut sudah hampir selesai, Raksasa tadi digagalkan dengan tipu muslihat Roro Anteng. Raksasa tadi mengamuk dan melemparkan batok kelapa yang digunakan untuk menggalih danau tadi.

Dan konon batok kelapa tadi membesar sehingga membentuk gunung Batok, sementara danau tadi berubah menjadi sebuah kawah gunung.

Legenda singkat mengenai asal muasal terbentuknya Gunung Bromo yang merupakan icon wisata di Jawa Timur, kira - kira seperti itu.

Nah, Sekarang Bicara Rute Perjalanan Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk dapat sampai dan menikmati keindahan gunung Bromo wisatawan dapat memilih beberapa jalur transportasi yang ada.

Kawasan wisata ini memang sangat mudah untuk dijangkau, apabila kamu berasal dari luar Jawa Timur, kamu bisa transit dulu di Surabaya bisa di Bkamura atau Stasiun Kereta Api.

Kemudian bisa melanjutkan perjalanan menuju rute atau jalur dibawah ini. Adapun jalur yang bisa dilewati untuk ke gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Jalur dari Kabupaten Lumajang
Apabila melewati jalur dari kabupaten Lumajang, kamu bisa menempuhnya perjalanan dari kota Lumajang menuju kecamatan Senduro, dari sini kamu bisa meneruskan perjalanan menuju desa Ranu Pane, dan kemudian melewati bukit menuju ke kawasan wisata Bromo lewat kawasan Jemplang. Apabila sampai di Jemplang kamu sudah bisa melihat perkampungan gunung Bromo dari kejauhan.

2. Jalur dari Malang
Untuk jalur yang melawati Malang, kamu bisa menempuh perjalanan dari kota Malang menuju ke kecamatan Tumpang, dari sini perjalanan kamu akan diteruskan ke desa Bulak Klakah, dan akan bertemu dengan jalur yang melewati Lumajang, yaitu kawasan Jemplang dan kemudian dilanjutkan melewati padang Savana gunung Bromo.

3. Jalur dari Pasuruan
Jalur Pasuruan adalah jalur ketiga yang bisa dilalui. Dari kota Pasuruan menuju ke kecamatan Wonorejo, dari sini kamu dapat melanjutkan ke kecamatan Warung Dowo dan kemudian ke kecamatan Tosari, dari kecamatan Tosari, kamu terus menuju ke desa Wonokitri. Kemudian dilanjutkan ke Penanjakan Gunung Bromo

4. Jalur dari Probolinggo
Jalur Probolinggo sendiri merupakan jalur utama ke kawasan Tempat Wisata di Jawa Timur ini, jalur ini merupakan jalur favorit para wisatawan, kamu akan bisa menikmati keindahan alam selama perjalanan ke gunung Bromo.

Apabila kamu memilih untuk melewati jalur Probolinggo, dari Surabaya perjalanan kamu akan diteruskan ke kabupaten Pasuruan, menyusuri jalan Pantura kemudian masuk kabupaten Probolinggo.

Kemudian kamu akan menemukan pertigaan kecamatan Tongas dan dilanjutkan menuju kecamatan Lumbang, bagi kamu yang masih mempunyai waktu serta ingin mengunjugi tempat wisata lain, disini kamu bisa mampir ke tempat wisata Air Terjun Madakaripura.

Setelah sampai di kecamatan Lumbang, perjalanan kamu diteruskan menuju kecamatan Sukapura kemudian mengikuti jalan menuju ke desa Cemoro Lawang dan disinilah pintu utama untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.

Baca Juga: 5 Tempat Terindah di Nusa Penida, Layaknya Surga Dunia yang Tersembunyi

Terus Ngapain Aja Kalau Sudah Sampai Gunung Bromo

Destinasi wisata yang ada di gunung Bromo kebanyakan adalah wisata alam pegunungan, ada beberapa tempat wisata yang akan membuat kamu terpesona dengan keindahan alam Bromo, bisanya para wisatawan yang datang untuk berwisata ke gunung Bromo akan memulai tour mereka pada malam dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan sarana transportasi Jeep Hardtop atau Motor.

Kenapa demikian?

Karena apabila kamu memulai tour pada jam - jam itu, kamu akan dapat menyaksikan keindahan Sun Rise dari puncak bukit.

Adapun tempat dan kegiatan yang bisa dilakukan di tempat wisata di Jawa Timur ini adalah sebagai berikut :

1. View Point


Dari beberapa view point ini bisa digunakan selfie. Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi yaitu Pananjakan, Seruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29 Bromo.

2. Kawah Gunung Bromo


Kawah Gunung Bromo merupakan destinasi kedua yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang ke gunung Bromo, kawah yang memiliki garis tengah 800 meter sangatlah unik, untuk dapat mengunjungi kawah gunung Bromo wisatawan biasanya melakukanya dengan menaiki kuda atau berjalan kaki, dan kemudian dilanjutkan dengan menaiki tangga dengan anak tangga berjumlah 250.

Pemandangan puncak kawah Bromo memang sangat elok, dengan dihiasai pegunungan Tengger dan gunung Batok yang membentuk garis - garis terjal yang ada disamping kawah gunung Bromo.

3. Padang Savana ( Bukit Teletubbies )


Padang Savana merupakan sebuah hamparan rumput yang sangat luas dengan luas sekitar 10 Km persegi, tempat ini disebut juga bukit Teletubbies, suasana yang nyaman dan sejuk akan kamu rasakan apabila mengunjungi tempat ini.

Letak dari wisata ini berada di selatan kawah gunung Bromo, tepatnya di kawasan Jemplang. Kamu akan menemukan keunikan dari gunung Bromo apabila mengunjungi tempat ini.

4. Lautan Pasir ( Pasir Berbisik )


Tempat yang satu ini juga merupakan tempat favorit bagi wisatawan yang mengunjungi gunung Bromo, hamparan pasir yang terbentang luas membentuk lukisan garis - garis yang elok. Kamu akan bisa merasakan suara bisikan apabila mendekatkan telinga ke dekat pasir. Tempat ini juga pernah dijadikan lokasi shooting film Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

Tips Berwisata Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk menikmati keindahan gunung Bromo memang butuh persiapan sebelumnya, berikut tips untuk berwisata ke gunung Bromo, agar nantinya wisata kamu dapat berjalan menyenangkan. Adapun tips untuk berwisata ke Gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Pilih Waktu yang Tepat
Mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini membutuhkan ketepatan waktu dan sesuaikan dengan rencana, apabila kamu mengunjungi Bromo pada waktu musim kemarau, kamu dapat menyaksikan matahari terbit dengan sangat sempurna, tetapi kondisi padang Savana yang kurang begitu bagus, hal ini disebabkan rumput - rumput di padang Savana yang mengering.

Dan apabila Kamu berkunjung pada musim penghujan, Kamu akan kehilangan indahnya Sunrise, tetapi keindahan padang Savana yang menghijau akan dapat kamu nikmati dengan sempurna. Jadi kamu dapat memprioritaskan kondisi yang bagaimana yang kamu inginkan untuk berwisata ke gunung Bromo.

2. Jagalah Kondisi Fisik
Kondisi fisik juga harus dipersiapkan dengan baik, hal ini dikarenakan suhu cuaca di gunung Bromo yang sangat dingin, jangan sampai pada saat kamu sedang asik berwisata di Bromo, kondisi fisikmu menurun, sehingga dapat mengurangi keceriaan menikmati keindahan Bromo.

3. Persiapkan Perlengkapan Pribadi
Sebelum berangkat berwisata ke tempat wisata di Jawa Timur ini, ada baiknya mempersiapkan perlengkapan - perlengkapan pribadi seperti jaket, kaos tangan, kaos kaki dan masker. Tetapi bagi kamu yang tidak sempat menyiapkanya, didaerah sekitar Bromo banyak sekali penjual dan penyewaan perlengkapan - perlengkapan yang disebutkan. Dan jangan lupa juga untuk menyiapkan perlengkapan pendukung seperti kamera atau video shooting tripot dan juga makanan ringan.

4. Pesanlah Akomodasi Jauh - Jauh Hari
Dengan memesan akomodasi jauh - jauh hari, kamu tidak akan kebingungan lagi pada waktu hari H nya, apalagi pada musim liburan, kebanyakan akomodasi dan penginapan yang tersedia sudah terbooking, dan kalaupun ada harganya akan lebih mahal. Coba kamu cek Kebromo.com, karena mereka sudah berpengalaman mengantar dan menjadi guide para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Bagaimana? Tertarik ke Gunung Bromo? Rencanakan jauh - jauh hari ya! Semoga tipsnya bermanfaat.
Top