Bunda Harus Tau, Posisi Duduk Anak Seperti ini Bisa Berakibat Fatal Dan Alami cacat Permanen



KENALI DAN HINDARI..JANGAN SAMPAI ANAK BUNDA MEGALAMINYA

Kebiasaan anak yang masih kecil dan masih belum bisa berjalan itu adalah bermain sambil duduk. Karena hanya itulah yang bisa dilakukannya. Tapi bunda perlu waspada ternyata dengan duduk anak yang salah bisa berakibat fatal lho..! Jangan biarkan itu terjadi bun.

Posisi duduk yang bagaimana itu?

Mengutip harienkabar, ada bahaya mengintai jika anak atau adik kalian punya kebiasaan duduk dengan kaki membentuk huruf ‘W’ di lantai.

Dirangkum dari Tribunnews.com dari laman Brightside.me, posisi ‘W’ adalah posisi duduk yang paling umum dan nyaman bagi anak-anak.

Baca juga :  Lakukan 5 Tips ini, Agar Si Kecil Cepat Bisa Berjalan

Namun, posisi ini dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan.

Hal ini dapat menyebabkan masalah ortopedi serius, keterlambatan pengembangan kontrol postural dan stabilitas, hingga keterampilan motorik.

Pola duduk seperti ini sangat berbahaya karena menempatkan tekanan pada pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.

Bahayanya adalah bisa menimbulkan masalah postur di kemudian hari. Dampak dari posisi duduk huruf W ini menyebabkan masalah yang kebanyakan orang tidak tahu dan faham akan dampak negatif untuk kesehatan nya.

Selain itu juga, dengan duduk seperti ini dapat menyebabkan rotasi pinggul dalam dan predisposisi, dan akan berkembangnya masalah ortopedi yang serius dari hal sepele ini!

Baca Juga : Bunda, Perhatikan Bentuk Kepala Bayi Anda. Hati-hati Jika Bentuk Kepalanya DATAR

Dan Terlebih lagi, posisi ini juga dapat mengakibatkan deformasi bagian otot dan kontraksi, serta akan menhakibatkan pertumbuhan tulang yang tidak benar dari posisi yang seharusnya.

Bahkan, dari setiap ortopedi profesional akan memperingatkan Anda untuk tidak membiarkan keluarga, sahabat dan anak-anak kalian untuk duduk dalam posisi huruf W.

Genu Valgum adalah istilah latin untuk menggambarkan bentuk knock-knee atau bentuk kaki seperti huruf X. Bentuk kaki X ini dapat digambarkan dengan kondisi kaki bagian bawah diposisikan pada sudut luar, yaitu lutut yang saling menyentuh, sementara pergelangan kaki terpisah.

Pola berjalan pada penderita ini adalah dengan melangkah tanpa menapakkan bagian tungkai kaki secara sempurna pada bidang pijakan (lantai). Tak hanya mekanisme gaya dan pola berjalannya saja yang terganggu, ciri fisiknya juga tampak cacat dan adanya rasa sakit pada bagian lutut anterior dan medial.

Duduk dengan posisi ini dapat menyebabkan kekentalan otot dan menimbulkan rasa sakit.

Orang tua bisa mencegah masalah-masalah di atas dengan mengawasi anak-anak agar posisi duduk ‘W’ tidak menjadi kebiasaan.

Jadi, orang tua harus mengantisipasi dan memergoki mereka sebelum duduk dalam posisi ini.

Jika orang tua mengetahui dan mengingatkan hal ini, maka anak-anak akan menyesuaikan diri dengan posisi duduk yang berbeda.

Ini akan memberikan efek positif pada tumbuh kembang anak-anak.
Top