Bukan Karena Tidak Mampu, Bisa Jadi Anak Tak Bisa Baca dan Menulis Cuma Karena....

Komentar


Anak tak bisa baca tulis? ketahui ini penyebabnya

Perhatikan jika anak anda tak bisa baca tulis, lihat apakah didalam salah satu mata anak terdapat bintik berupa titik bulat tanpa kerucut biru, jika terdapat berarti anak anda menderita gangguan disleksia, sudah tau apa itu disleksia? simak penjelasan berikut ini

Tahukah kamu apa itu penyakit disleksia?

Disleksia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan anak untuk membaca dan menulis.

Pada umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun.

Baca juga : 5 Jenis Makanan ini Harus Kamu Konsumsi Jika Menginginkan Punya Anak Laki-laki

Disleksia ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar.

Belum ditemukan penyebab mengapa seseorang anak bisa mengidap disleksia.

Beberapa orang melihat jika disleksia sebagai sebuah kesulitan membaca akibat kekurangan non-neurologis dalam penglihatan atau pendengaran atau lemah dalam memahami instruksi bacaan.

Namun, tahukah kamu bahwa menurut studi terbaru menunjukkan bahwa ilmuwan telah menemukan penyebab potensial disleksia.

Dilansir dari grid.id, menurut penelitian yang dilakukan oleh dua ilmuwan dari Universitas Rennes Perancis menunjukkan bahwa penderita disleksia memiliki bintik dominan di kedua matanya.

Bintik tersebut berupa titik bulat tanpa kerucut biru di dalam salah satu mata.

Sedangkan di mata lain bulatan ini berbentuk elips atau oval

Menurut penelitian yang diterbitkan Prosiding Royal Society B pada 18 Oktober 2017, para periset melihat bintik pada mata yang ditemukan ini akan berpengaruh pada otak.

Kehadiran bintik-bintik inilah yang menyebabkan anak mengalami disleksia buram saat melihat gambar.

Selain itu, bintik akan membuat mereka kebingungan saat melihat struktur huruf yang ada.

Baca juga : Seakan Menyimpan Pesan yang Sangat Kuat Tanpa Dijelaskan pun Foto ini sudah Bercerita


Gejala-gejala Disleksia


Pada balita, disleksia dapat dikenali melalui sejumlah gejala yang berupa:
  1. Perkembangan bicara yang lebih lamban dibandingkan anak-anak seusianya.
  2. Membutuhkan waktu lama untuk belajar kata baru, misalnya keliru menyebut kata “ibu” menjadi kata “ubi”.
  3. Kesulitan menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan diri, misalnya kesulitan untuk memilih kata yang tepat atau kesulitan menyusun kata dengan benar.
  4. Kurang memahami kata-kata yang memiliki rima, contohnya “putri menari sendiri”.
Gejala-gejala disleksia biasa akan lebih jelas ketika anak mulai belajar membaca dan menulis di sekolah. Anak Anda akan mengalami beberapa kesulitan yang meliputi:
  1. Kesulitan memroses dan memahami apa yang didengarnya.
  2. Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
  3. Sering salah atau terlalu pelan saat membaca.
  4. Lamban saat menulis dan tulisan yang tidak rapi.
  5. Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari.
  6. Cenderung tidak bisa menemukan persamaan atau perbedaan pada a
  7. Kesulitan mengeja, misalnya huruf “d” sering tertukar dengan huruf “b”, atau angka “6” dengan angka “9”
  8. Lamban dalam menulis, misalnya saat didikte atau menyalin tulisan.
  9. Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
  10. Memiliki kepekaan fonologi yang rendah. Contohnya, mereka akan kesulitan menjawab pertanyaan “bagaimana bunyinya apabila huruf ‘b’ pada ‘buku’ diganti dengan ‘s’?”

Metode Penanganan Disleksia

Setelah hasil diagnosis disleksia pasti, dokter akan menganjurkan penanganan yang sebaiknya dijalani. Disleksia memang tidak bisa disembuhkan, namun dan penanganan dini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan penderita, khususnya membaca.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
  • Bacakan buku untuk anak-anak. Waktu yang paling baik untuk membacakan buku adalah saat anak berusia 6 bulan, atau bahkan lebih muda. Saat anak sudah berusia lebih besar, cobalah membaca bersama-sama dengan anak.
  • Bekerja sama dengan sekolah anak Anda. Bicarakan kondisi anak dengan guru atau kepala sekolah, dan diskusikan cara yang paling tepat untuk membantu anak Anda supaya berhasil dalam pelajaran.
  • Perbanyak waktu membaca di rumah. Anda mungkin bosan membacakan cerita yang sama dan berulang-ulang pada anak Anda, namun pengulangan ini akan semakin meningkatkan kemampuan anak untuk memahami cerita sehingga mereka menjadi tidak begitu asing lagi dengan tulisan dan cerita. Berikan juga waktu untuk anak Anda membaca sendiri tanpa bantuan Anda.
  • Buatlah membaca menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan. Anda dapat memilih topik bacaan ringan yang menyenangkan, atau suasana membaca di tempat lain misalnya di taman.
  • Menyemangati dan membujuk anak untuk membaca buku serta mendiskusikan isinya bersama-sama juga akan berguna.
Hindrilah mencela saat anak melakukan kesalahan dalam membaca agar kepercayaan diri anak dapat dibangun.

Penanganan disleksia membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Karena itu, keluarga serta penderita dianjurkan untuk bersabar menjalaninya. Dukungan serta bantuan dari anggota keluarga serta teman dekat akan sangat membantu.

Top