Budaya Keliru, Nasib Bayi ini Dibuang ke Tempat Sampah dan Dikerubungi Semut Hanya Karena ia Perempuan

Komentar

Apakah benar itu yang dinamakan budaya?

Perempuan kan seharusnya dijaga, karena ibu yang membuang anaknya itu juga perempuan, apa ia tak punya rasa kemanusiaan, sesama perempuan saling mengerti seharusnya, budaya seperti ini apa masih harus diadakan?

Baca juga : Fakta Mengejutkan, Pembuat Susu Formula Brand Ternama Malah Lebih Memilih ASI

Seluruh Bayi haruslah dirawat dengan sangat hati-hati karena mereka benar-benar layak mendapatkannya. Lagipula, mereka adalah malaikat kecil yang tidak berdosa.



Sayangnya, tidak semua orang di dunia ini bisa menghargai kehadiran bayi. Contoh kasusnya adalah bayi yang baru lahir ditemukan di tempat sampah ini.

Bayi malang tersebut diyakini telah dibuang oleh orangtuanya. Untungnya, ada seorang pejalan kaki bernama Dreeraj Rathore yang menemukannya di tong sampah yang terletak di antara semak-semak.

"Saya sedang berjalan melewati tempat sampah di pinggir jalan kemudian saya mendengar teriakan bayi. Saya terkejut melihat kepala bayi mencuat dari plastik merah, banyak semut di sekujur kepala dan tubuhnya," kata Rathore seperti dikutip dari brilio, Rabu (25/10).



Baca juga : Terungkap Cara Pemerkosaan Visual, Wanita Wajib Tahu Ternyata Begini Caranya

Sambil menunggu petugas kepolisian datang, Rathore dan beberapa orang membantu membersihkan semut-semut dari tubuh bayi itu dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Staf medis yang menangani mengatakan bahwa bayi yang beratnya hanya 1,5 kilogram itu dalam kondisi kritis.

Ditambah lagi, didapati beberapa bekas luka memar yang menunjukkan adanya kekerasan fisik.

Polisi dikabarkan tengah melakukan penyelidikan karena mereka berharap bisa mengetahui keberadaan ibu dan atau ayah sang bayi.



Baca juga : Sangat Membahayakan Kebiasaan Menggantung Baju Dikamar Mandi ini Bisa Berakibat Fatal

Diduga sang bayi dibuang karena berjenis kelamin perempuan.

Para ahli mengklaim bahwa setidaknya ada jutaan bayi perempuan India yang hilang. Beberapa di antaranya adalah korban aborsi, sementara yang lainnya dibunuh.

Secara budaya, memiliki anak perempuan merupakan hal memalukan dan menurunkan derajat seorang ibu dalam keluarga. Selain itu, banyak orang tua di India menganggap jika memiliki anak perempuan sebagai beban keuangan. Sebab, wanita India harus membayar mahar dalam jumlah besar dan melakukan praktik lain saat menikah.

Haruslah sama-sama disayangi baik itu perempuan atau laki-laki, seharusnya budaya seperti itu dihilangkan, ada orang yang ingin sekali punya anak tapi masih belum diberi, ada yang dipercaya Allah ditipkan anak malah dibuang, laki-laki perempuan sama saja, bersyukur Allah sudah mempercayai kita untuk dititipkan anak.
Top