Berhenti Membersihkan Kotoran Telinga Dengan Cutton Bud Bukan Malah Bersih Malah Merusak Telinga

Komentar


STOP...! Membersihkan Kotoran Telinga Dengan Cotton Bud Karena Sebenarnya ini Tidak Baik, Cotton Bud Dapat Mendorong Kotoran Telinga Masuk Lebih Dalam Ke Saluran Telinga Dan Dapat Merusak Gendang Telinga.

Membersihkan dengan menggunakan alat ini juga dapat membuat dinding telinga iritasi dan menimbulkan luka atau bisul seperti jerawat pada telinga.

Sebenarnya kotoran telinga malah mengandung sifat antibakteri dan dapat keluar dengan sendirinya.

Membersihkan dengan menggunakan alat ini juga dapat membuat dinding telinga iritasi dan menimbulkan luka atau bisul seperti jerawat pada telinga. Pergilah ke dokter THT jika Anda benar-benar ingin membersihkannya.

Kita Perlu Kotoran Telinga

Saluran dalam telinga memiliki sel khusus yang berfungsi untuk memproduksi cerumen, alias kotoran telinga. Produksi kotoran telinga ini bukannya tanpa alasan. Dilansir dari The Huffington Post, William H. Shapiro, seorang audiologis dan rekanan profesor di NYU Langone Medical Center, menjelaskan bahwa kotoran telinga adalah pelindung alami tubuh dari segala macam partikel asing, termasuk serangga, yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui lubang telinga.

Kotoran telinga juga mengandung properti antibiotik dan antijamur, sehingga terlalu sering membersihkan telinga bisa berakibat pada komplikasi telinga dan kulit, termasuk infeksi telinga dan eksim di bagian luar telinga.

hindari menggunakan cotton bud untuk membersihkan di bagian telinga yang benar-benar dalam. Hal itu karena jaringan di dalam liang telinga menjadi sangat lunak, sehingga rentan terkena infeksi serta dapat merusak bagian gendang telinga.

Cotton bud tidak dianjurkan digunakan untuk membersihkan penumpukan kotoran telinga yang berlebihan. Bahaya lainnya karena dikhawatirkan malah kotoran telinga masuk lebih dalam ke liang telinga.

Jadi, Perlukah Untuk Tetap Membersihkan Telinga?

Terlalu sedikit kotoran telinga yang tersisa akan meningkatkan risiko infeksi, dikutip dari American Hearing Research Foundation. Setidaknya, ada sepuluh peptida antimikroba yang terkandung dalam kotoran telinga untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak. Sementara itu, terlalu banyak kotoran telinga bisa meningkatkan kejadian infeksi dan kehilangan pendengaran. Oleh karena itu, Anda membutuhkan perawatan telinga yang pas.

Pada umumnya, lubang dalam telinga tidak perlu dibersihkan. Mengutip dari Smithsonian Magazine, Dr. Rob Hicks mengungkapkan, telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri. Lemak dan minyak dalam saluran telinga akan memerangkap segala partikel asing yang masuk ke dalam telinga dan membilasnya keluar sebagai kotoran telinga. Kotoran telinga, menurut Hicks, akan luruh dengan sendirinya tanpa Anda sadari.

Struktur kulit dalam saluran telinga Anda bertumbuh layaknya spiral yang mengarah ke luar. Begitu kotoran telinga mengering, setiap gerakan yang dibuat oleh rahang Anda (mengunyah, berbicara, apapun itu) membantu melancarkan transportasi kotoran telinga dari dalam hingga keluar lubang telinga.

Selama keramas atau mandi, air yang masuk ke dalam lubang telinga akan mengencerkan kotoran telinga Anda sehingga akan memudahkan proses pembuangan.

Bagaimana Cara Membersihkan Telinga Dengan Aman?

Kebalikan dari saluran dalam telinga, bagian terluar telinga harus tetap dibersihkan secara rutin. Walaupun begitu, tetap hindari membersihkan telinga dengan cotton bud. Setelah mandi, cukup gunakan sedikit sabun, air, dan sebuah lap bersih untuk menggosok bagian luar telinga.

Metode seperti ini memang tidak akan memberikan efek telinga yang bersih kesat, namun, mengutip dari Shape, Nithin Bathia, M.D., dari ENT Anda Allergy Associates New York, berpendapat bahwa kelembapan yang diberikan oleh kotoran telinga bagus untuk kesehatan telinga Anda.

Telinga yang kesat sama sekali bersih dari kotoran telinga akan membuat saluran telinga kering dan terasa gatal. Kondisi ini kemudian akan menciptakan kebiasaan yang berulang; Anda merasa telinga Anda gatal akibat terlalu banyak kotoran telinga menumpuk, maka Anda akan semakin rutin mengorek telinga Anda.

Semakin keras Anda mengorek telinga Anda, semakin banyak pula histamin yang dilepaskan yang akan menyebabkan kulit teriritasi dan meradang, sehingga memperparah masalahnya.

BACA Bayi Mungil Dapat Siksaan Kejam, Otak Alami Luka Dahsyat, Ternyata Ini Yang Terjadi



Jika Anda tidak cukup puas hanya membersihkan telinga dengan kain lap basah, Anda bisa menggunakan larutan pembersih telinga yang dijual bebas di apotek atau supermarket terdekat.

Cukup teteskan larutan tetes telinga tersebut untuk memudahkan Anda membersihkan telinga Anda. Akan tetapi, solusi terbaik untuk membersihkan telinga sebenarnya dengan mengunjungi dokter THT Anda untuk mendapatkan pembersihan telinga profesional.
Top