Berdalih Tak Mau Ditilang, Para Pengendara ini Malah Lakukan Tingkah Konyol

Komentar


Demi menghindari tilangan mereka  mencari alasan, yang malah membuat terlihat mereka bertingkah konyol

Jika memang sudah melanggar peraturan ya pasrah saja ditilang, jika tak mau ditilang ya jangan melanggar petuhi peraturan lalu lintas, jangan malah mencari alasan yang dibuat-buat, malah terlihat konyol. dilihat lucu tapi juga miris

Polisi tidak segan menindak para pengendara yang melanggar lalu lintas di jalan. Para pelanggar ada yang pasrah menerima penilangan ada juga yang berusaha kabur walau harus 'melawan' polisi
.
Baca juga : Naudzubillah, Anak Kambing ini Lahir Dengan Bentuk Wajah Menyerupai Manusia

Ada juga alasan yang disampaikan pengendara saat mereka melakukan kesalahan. Mulai alasan yang masuk akal sampai yang aneh-aneh.

Sebagaimana dikutip dari kumparan yang merangkum 7 tingkah konyol yang dilakukan pengendara saat ditilang polisi. Berikut daftarnya:

1. Tidak pakai helm karena habis creambath




Polsek Demak Kota melakukan patroli rutin pada Senin (23/10). Saat petugas kepolisian tengah mengisi bahan bakar di SPBU Bogorame, mereka melihat 2 wanita yang turut mengantre di SPBU tersebut.

"Melihat 2 wanita tersebut tidak mengenakan helm baik yang berada di depan maupun pembonceng, Kapolsek Demak Kota Iptu Sugeng Riyadi Bps, SH mencoba menegurnya dengan nada santai, beliau menanyakan mengapa tidak memakai helm? Mereka pun menjawab siap, Ndan," tulis akun instagram @polsekdemakkota.

Iptu Sugeng lalu memberi nasihat agar dua wanita itu memakai helm. Kalau tidak mereka akan kena tilang, tapi kedua wanita tersebut dengan semangatnya menjelaskan alasan tak memakai helm.

"Kapolsek yang mendengarkannya pun baru paham ternyata kedua wanita tersebut baru saja melakukan perawatan rambut dan takut apabila memakai helm perawatannya bisa gagal," tulis Polsek Demak Kota.

Mereka mengaku habis creambath dan kalau naik motor dengan memakai helm, rambut akan rusak.

Baca juga : Dibalik Foto Wanita Memakai Toga Dikuburan ini Ternyata Menyimpan Kisah yang Haru

"Mereka mengatakan "Eman-eman Pak, bar creambath entek atusan kok, Pak." Dalam bahasa indonesia: Sayang, Pak, habis creambath. habis ratusan (ribu), Pak. Mendengarnya pun para anggota hanya bisa tertawa dan mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan berkendara termasuk helm. Karena bila terjadi kecelakaan yang rugi adalah diri sendiri bukan orang lain," tulis akun @polsekdemakkota.

2. Lelaki kemayu rayu polisi



Video polisi menilang lelaki kemayu diposting oleh akun instagram @satlantaspolresmagelang pada Rabu (17/5). Video ini juga diposting akun instagram Humas Polda Jateng.

Jadi pria kemayu itu melanggar aturan berlalu lintas. Polisi ini kemudian menilang. Nah di saat proses penilangan itu terjadi percakapan yang lucu. Belum lagi saat si pria kemayu menowel pipi dan juga hendak mencium Brigadir Wirana.

"Operasi Patuh Candi 2017, tetap dengan senyum humanis. Sukses untuk Brigadir Iwan Wirana," tulis Satlantas Polres Magelang terkait dengan peristiwa itu.

3. Minta surat tugas


Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram TMC Polda Metro menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut menunjukkan beberapa petugas polisi yang sedang melakukan penindakan bagi pengendara motor ataupun mobil yang masih nekad melaju di lintasan jalur khusus TransJ.

Baca juga :  Dilecehkan Sopir Taksi Online, Gadis ini Bagikan Chat yang Isinya Bikin Emosi

Di dalam video itu pun memperlihatkan seorang pengendara motor yang ditilang lantaran masuk ke jalur TransJ. Akan tetapi pengendara itu merasa tidak terima karena ditilang oleh petugas. Alasannya karena si pengedara merasa petugas yang menilangnya tidak memiliki SPRIN (Surat Perintah) penilangan.

Padahal dalam Perda Provinsi DKI Jakarta No. 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum telah dijelaskan secara gamblang pasal yang mengatur soal larangan kendaraan roda dua atau lebih melintas di jalur busway.

Peraturan itu tercantum dalam Pasal 2 ayat (7) yang berbunyi "Kendaraan bermotor roda dua atau lebih dilarang memasuki jalur busway".

Meski begitu, si pengendara motor yang ditilang tetap bersikeras meminta polisi untuk menunjukkan Surat Perintah. Bahkan terlihat pengedara itu memotret surat perintah yang ditunjukkan oleh petugas.

4. Tilang sandiwara



Dua orang pria kemayu ditilang polisi kerena tidak memakai helm saat mengendarai motor. Vido aksi lucu keduanya saat berdebat dengan polisi mengundang tawa.

Awalnya, dua orang polisi menyetop dua pria kemayu yang mengendarai motor tanpa helm. Kedua pria kemayu itu satu berambut panjang dan satunya berambut pendek. Polisi kemudian meminta mereka menandatangani surat tilang untuk mengikuti sidang karena melanggar peraturan lalu lintas. Namun keduanya bersikukuh tidak mau memberikan tanda tangannya.

"Masak kayak gini sidang sih, Pak?" ujar mereka.

"Kami keburu-buru ini, Pak. Saya nggak mau pakai helm, nanti rambut saya rusak. Rusak," kata seorang yang berambut panjang sambil mengibaskan rambut panjang indahnya bak iklan sampo.

Dia bahkan 'menantang' polisi untuk membawa saja motor miliknya, namun dengan syarat dia diperbolehkan mengendarai motor besar polisi.

"Kendaraan mau diambil, ambil aja. Pakai ini (motor polisi) aja gede," katanya sembari duduk di jok motor polisi. Dia lalu pura-pura mengendarainya.

kumparan mengkonfirmasi video ini kepada Humas Satlantas Polres Wonosobo, tempat terjadinya peristiwa tersebut. Humas Satlantas mengatakan video tersebut bukan razia sesungguhnya, melainkan hanya akting yang direkam pada tahun 2016.

"Itu video tahun lalu dalam rangka (kampanye) Operasi Simpatik Candi 2016," katanya, Jumat (4/8).

Baca juga : Bukan Hasil Editan, Fakta di Balik Foto Bayi Perkawinan Manusia dengan Singa

Kampanye Simpatik Candi adalah operasi yang digelar di jajaran kepolisian di Jawa Tengah. Operasi ini dilakukan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat tentang perlunya tertib berlalu lintas. Sesuai namanya, operasi dilakukan dengan cara-cara yang simpatik.

5. Bergelantungan di mobil



Para pengendara yang tidak taat aturan di jalan raya bisa dikenakan sanksi dan hukuman berupa tilang ataupun penyitaan kendaraan. Meskipun bersalah terkadang mereka masih nekat 'melawan' petugas.

Seperti yang dilakukan oleh pengendara di Jakarta Timur ini. Dalam akun resmi Instagram Suku Dinas

Perhubungan Jakarta Timur diunggah sebuah video pengendara yang bergelantungan di pintu mobil yang tengah diderek oleh petugas Dishub.

"Pemilik kendaraan yang tidak terima mobilnya diderek. Nekat keluar dan bergelantung di mobil. Setelah beberapa kali di peringatkan, akhirnya sopir masuk kembali ke mobilnya," tulis akun Instagram tersebut, Senin (9/10/2017).

Biasanya bila mobil diderek petugas Dishub, maka pengendara berdiam diri di belakang kemudi. Mereka hanya mengikuti arah mobil Dishub melaju.

Namun ternyata hal ini tidak berlaku untuk pengendara berbaju hiju ini. Saat mobil tengah diderek dan melaju di jalan raya, dia malah keluar dari bangku kemudi dan bergelantungan di samping pintu mobil.

6. Maki-maki Polwan



Seorang emak-emak melanggar lalu lintas pada Selasa (19/9). Dia berhenti melewati garis bagi pemotor di traffic light. Saat petugas kepolisian melakukan peneguran, malahan petugas Polwan itu kena semprot.

Sementara itu, seorang petugas kepolisian yang lain mengambil video emak-emak itu marah. Peristiwa ini sendiri terjadi di simpang DPRD, Sidomulyo, Ungaran.

"Aku sing duwe Honda, nopo?! (aku yang punya motor, memangnya kenapa)?!" kata ibu tersebut dengan nada tinggi sambil melotot ke arah polwan.

"Aku ora wedi (aku tidak takut). Nopo aku isin (kenapa saya harus malu)?!" katanya.

Si Polwan tersebut lantas bergumam, "Dasar wong angel diatur (dasar orang susah diatur)," katanya.

Baca juga : Ada yang Aneh dengan Istri Usai Menikah, Saat Diintip Suami Ternyata Si Istri Lagi Begini

Hingga akhirnya, menurut seorang petugas kepolisian, tindakan tegas diambil. Emak-emak itu akhirnya ditilang. Surat penilangan diberikan Polwan berhijab kepada ibu-ibu yang tetap ngotot itu.

Video emak-emak marah ini sendiri menyebar viral di media sosial.

7. Tabrak polisi hingga terjatuh



Polisi melakukan razia kendaraan bermotor di daerah Baleharjo, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Seorang ibu dengan sepeda motor matic nekat menerabas razia hingga dikejar oleh polisi.

Cerita ini dibagikan oleh akun Facebook Andrianto di grup Info Cegatan Jogja. Andrianto mengatakan peristiwa itu terjadi, Selasa (22/8) siang.

Polisi mengejar ibu tersebut dari dari daerah Baleharjo hingga daerah Selang yang jaraknya mencapai dua kilometer. Saat di daerah Selang, polisi berhasil memepet motor ibu tersebut. Bukannya menyerah, dia malah menabrak polisi hingga terpental.

"Waktu kejadian juga saya yang pertama kasih pertolongan," kata Andrianto.

Pengendara yang diketahui bernama Novi Nur Hasanah ini kemudian diamankan ke kantor polisi sementara seorang polisi dibawa ke RSUD Wonosari karena mengalami luka di bagian lutut.
Top