6 Kapolsek di Sragen Tak Lulus Ujian Praktek Pembuatan SIM. Kok Bisa Sih Pak Pol?

Komentar


Bicara soal pembuatan SIM memang perkara yang sulit untuk dilakukan. Banyak Masyarakat yang gagal tes untuk mendapat SIM. Ternyata tidak hanya masyarakat umum saja yang gagal, polisi juga banyak yang gagal melakukannya.

POLISI KOK BISA GAGAL SIH...PADAHAL KAN SUDAH NGERTI GITUAN

Mengutip joglosemar, dari enam Kapolsek dan tiga Babinkamtibmas yang mencoba rintangan ujian praktik SIM dengan sepeda motor Polres itu, semuanya tumbang. Bahkan beberapa Kapolsek terjatuh karena kehilangan keseimbangan saat gagal menghindari rintangan traffic cone yang dibuat melingkar, angka 8 dan jalur lurus tersebut.

Kegiatan praktik Safety Riding untuk anggota itu digelar halaman Mapolres setempat, Rabu (18/10/2017). Kegiatan diawali peragaan dari Bripda Andy IStanto, petugas pemandu ujian praktik SIM di Kantor Pelayanan SIM. Andy dengan mulus memeragakan bagaimana mengendarai motor melewati rintangan tanpa menjatuhkan atau menyentuh pembatas yang
dibuat.

Baca Juga : Wah Kesempatan Emas, Selama Agustus ini Ada Program SIM Gratis, Tapi ini Syaratnya

Setelah itu, Kapolres AKBP Arif BUdiman lantas membuka sesi tantangan untuk Kapolsek menjajal rintangan yang dibuat persis dengan medan ujian praktik SIM tersebut. Tak tanggung-tanggung, Kapolsek yang bisa lulus bakal diganjar hadiah Rp 1 juta.


Kapolsek Tangen AKP Sartu, menjadi peserta yang pertama mencoba. Namun baru melewati tiga rintangan, dia sudah harus menerima kenyataan menabrak traffic cone. Hal yang sama juga dialami Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo dan Kapolsek Gemolong AKP Supadi.

Bahkan AKP Supadi sempat terjatuh saat melewati jalan zig-zag bersama motor Honda Revo yang digunakan untuk tes. Berikutnya, Kapolsek Miri AKP FAjar Ihsanudin dan Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi menjadi korban berikutnya yang juga gagal meski baru beberapa meter berjalan.


Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso terlihat paling lihai. Mantan Kanit Laka Satlantas Polres Sragen ini berhasil melewati rintangan zig-zag dengan lancar. Demikian juga dengan rintangan angka delapan tanpa hambatan. Namun untuk rintangan tikungan berbentuk U, motornya menyentuh traffic cone dan terjatuh.

”Mungkin karena bukan kendaraannya sendiri, jadi belum hafal, yang lolos pada umumnya pakai kendaraan sendiri karena lebih menguasai dan tidak canggung,” kata Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti.

Kasat Lantas, AKP Dwi Erna menyampaikan, memang yang paling sulit adalah saat melintas di putaran terakhir. Perlu penguasaan kendaraan dengan teknik yang baik. Pihaknya bersedia untuk mengajari bagi anggota maupun sosialisasi bagi masyarakat untuk keselamatan berkendara.
Top