Suka Melamun? Maka Anda Harus Coba Lomba Unik di Korea Selatan Ini

Komentar

Nyeleneh, Di Kota Ini ada Kompetisi Melamun 

Bagi sebagian orang melamun terkadang menyenangkan karena merasa relaks. Tetapi sebenarnya melamun tidak baik. Mereka yang kerap melamun bisa saja dirasuki makhluk halus karena pikirannya sedang kosong. Hal yang nyeleneh terjadi di kta ini, dimana melamun dijadikan sebuah ajang kompetisi..

Melamun merupakan kondisi sesaat terputusnya pikiran seseorang dengan lingkungan sekitarnya, di mana kontak seseorang menjadi kabur dan sebagian digantikan oleh kayalan visual, khususnya tentang hal-hal yang menyenangkan, harapan atau ambisi, dan dialami dalam kondisi terjaga.

Menariknya, melamun justru dijadikan kontes atau kompetisi di Korea Selatan. Sesuai temanya, peserta yang sanggup melamun terlama akan mendapatkan hadiah dan piala.

Dilansir dari Liputan6, kontes ini ternyata sudah diselenggarakan sejak 2014 dan rutin diadakan setiap setahun sekali. Dengan bertajuk “Space Out Challenge”, kontes ini menantang peserta utuk melamun tanpa melakukan apa-apa serta sejenak lepas dari teknologi.

BACA JUGA : Pakai Kaos yang Sama Setiap Hari, Alasan Kakek Ini Sungguh Mengharukan

Peserta diberi waktu selama 90 menit untuk melamun. Kriteria pemenang adalah mereka yang memiliki detak jantung paling tenang yang diperiksa setiap 15 menit sekali. Selain itu, peserta juga dilarang tidur atau tertawa selama mengikuti kontes ini.

Woops Yang, selaku pencetus kontes ini mengaku dengan melamun dapat membuat tubuh seseorang menjadi relaks dan menghilangkan stres.

“Aku pernah mengalami sindrom burnout atau kecapekan yang luar biasa hingga stres. Tapi dengan melamun bersama ternyata bisa membantuku untuk menghilangkan stres tersebut,” ujarnya.

Kontes yang diselenggarakan Woops Yang ini ternyata cukup menarik minat orang lain. Setiap tahun jumlah pesertanya selalu bertambah. Ia juga berharap kontes ini dapat mendunia.

“Aku berharap kontes ini bisa sukses mendunia untuk bisa mengurangi level stres para pekerja dan juga kehidupan sosial manusia saat ini,” lanjut Yang.
Top