Sering Tak Sadar Kalimat ini Banyak Diucapkan Orang Tua, yang Sebenarnya Merusak Masa Depan Anak



Ingat, kalimat mana yang kita pilih, itulah yang akan mempengaruhi pada masa depan anak-anak tercinta..!!!


Ucapan adalah doa, apalagi jika seorang ibu yang mengucapkan pada anaknya kemungkinan besar ucapan itu akan di ijabah oleh Allah, maka dari itu ucapan bunda pada anak haruslah yang baik-baik saja yang bisa membangun kesusksesan anak, dan jangan mengucapkan yang membuat masa depan anak bisa hancur, jika sudah begitu nanti siapa yang akan menyesal..?, Segeralah instropeksi diri apakah sudah benar selama ini yang diucapkan pada anak.

Kisah ini adalah salah satu dari 60 Kisah Inspirasi dalam buku Ayah Edy yang berujudul: "Ayah Edy Punya Cerita..."

Baca juga : Berpengaruh Buruk Pada Anak, Kebisaan Sepele ini Sering Dilakukan Orang tua Tanpa Disadari

Jodi Foster pernah menerima Piala Oscar sebagai aktris terbaik dalam salah satu film layar lebar.Saat penyerahan piala tersebut, dari atas panggung dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya hingga meraih penghargaan ini.Yang menarik, ucapan terima kasihnya yang pertama ditujukan kepada IBUNYA.

Kira-kira ucapannya seperti ini,

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu saya. Sewaktu saya masih kecil, Ibu selalu mengatakan bahwa semua lukisan tangan saya itu setara dengan karya Picasso.
Pada saat saya sedang dalam keadaan sulit, ia selalu bilang:

"Jodi, kamu pasti bisa mengatasinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan".

"Dan, kata-kata inilah yang selalu terngiang di benak saya hingga akhirnya saya yakin dan mampu 
untuk menjadi seorang seniman sehebat Picasso.”



Ternyata, dulu Jodi Foster sangat gemar melukis. Dan, sering kali mengganggu ibunya hanya untuk memperlihatkan hasil lukisan-lukisannya yang pada saat itu semuanya masih tampak seperti benang kusut.Tetapi apa yang terjadi jika seandainya yang diucapkan oleh ibunya adalah seperti ini:

“Jodi jangan pernah ganggu pekerjaan ibu lagi dengan lukisan-lukisan burukmu itu ya. Sudahlah Jodi, kamu tidak akan pernah mampu untuk menjadi seniman. Cepat sana segera selesaikan PR-mu, sebelum ibu berubah pikiran!”

Kalimat-kalimat negatif seperti ini akan meninggalkan kesan dan luka yang mendalam bagi diri seorang anak. Bisa jadi, kalimat tersebut akan tertanam di dalam benaknya sepanjang hidupnya. Dalam beberapa kasus ditemui, pengaruh kata-kata di duga lebih menghancurkan hidup seorang anak daripada kekerasan yang menyangkut fisik.

Kata-kata yang kita ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya karena setiap kata atau kalimat yang diucapkan sekaligus membawa pesan tersirat tentang dirinya, baik berhubungan dengan kemampuan ataupun ketidakmampuannya.

Baca juga : Kisah Inspiratif Dari Orang - Orang Tak Terduga ini Membuat Hati Terenyuh

Begitu si anak menyimpan pesan itu dalam batinnya, pesan itu lama-lama menjadi suatu keyakinan dan pembenaran atas setiap kegagalan yang dialaminya. Bahkan, sering kali kata negatif yang telah terserap dalam alam bawah sadarnya tetap bekerja, meskipun ia tidak menyadarinya.
Bayangkan, pada saat dilakukan penelitian terhadap kekuatan kalimat positif, Douglas Bloch mewawancara dua kelompok, yakni orang-orang yang sukses dan orang-orang yang tinggal di penjara. Ternyata ada perbedaan besar sekali mengenai kata-kata yang dulu sering didengar dari orangtua mereka.

Inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh sebagian besar kelompok orang yang dipenjara:

“Kamu memang anak sialan, lihat saja nanti kelak hidupmu akan berakhir di penjara!”

Sementara itu, inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh kelompok orang-orang yang sukses. Mereka selalu diberikan dua jenis kalimat positif, yaitu kalimat penghargaan dan penguatan.

Kalimat Penghargaan :

- “Lihat betapa bagusnya kamu melakukan itu.”

- “Terimakasih, kamu telah menepati janji.”

- "Terimakasih, kamu telah membantu Ibu"

- “Papa sungguh berterimakasih, kamu telah mau berusaha.”

Kalimat Penguatan :

- “Mama yakin, kamu akan mampu mengatasinya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan!”

- “Mama yakin, kamu sesungguhnya anak baik, hanya mungkin kali ini kamu sedang terpengaruh 

oleh teman-temanmu yang tidak baik. Apakah kamu mau bila mama membantumu untuk bisa menjadi baik seperti dulu lagi?”

Sebagaimana dijelaskan di dalam bukunya, “Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah, lho,” (Penerbit Tangga Pustaka) ternyata sungguh betapa dahsyatnya efek dari kalimat-kalimat negatif bagi masa depan seorang anak!

Baca juga : Cara Tepat Memakaikan Kaos Kaki Pada Bayi Agar Terhindar dari Insiden Hair Tourniquet

Namun, berita baiknya adalah ternyata pengaruh kalimat-kalimat negatif tersebut masih bisa dihapuskan melalu kalimat-kalimat positif. Terlebih lagi yang mengucapkannya adalah orangtua atau gurunya sendiri.

Jadi, segeralah ganti kalimat-kalimat kita yang selama ini bernuansa negatif dengan kalimat positif.
Berikut adalah beberapa contoh kalimat negatif yang mungkin dulu sering kita dengar dari para guru dan orangtua.

“Aduh, kamu susah amat ya diajarinya?”

Coba kita ganti dengan :

“Ibu Guru yakin, kamu sebenarnya mampu mengerjakannya. Kamu hanya perlu waktu saja. Ayo kita coba sekali lagi ya!”

Demi masa depan anak-anak kita yang lebih baik, mulai hari ini juga, mari kita biasakan untuk selalu mengucapkan kalimat-kalimat positif dengan penuh kasih sayang pada mereka setiap hari.
Top