Selalu Tersedia di Almari, Inilah Kisah Makanan dari Surga di Zaman Nabi



Tak Punya Apa-apa Namun di Jatah Makanan dari Surga

Sebuah Kisa di Zaman Nabi, Tentang Seorang yang Miskin Namun Tiap Hari Mendapat Jatah Makan Dari Surga........

Al-Husain bin Fadhal, Abu Ali Asy-Syarmiqani adalah seorang guru dan penghafal Al-Qur’an. Ia menguasai beberapa qiraat (bacaan) Al-Qur’an. Ia seorang yang miskin.

Suatu hari, Syaikhnya, Ibnul Allaf, pernah melihatnya sedang mengambil serat-serat kol dari sungai Dajlah dan memakannya. Syaikhnya memberitahukan kondisi tersebut kepada Ibnu Maslamah. Ibnu Maslamah pun menyuruh seorang pembantunya untuk mendatangi almari milik Abu Ali yang ada di masjid. Kemudian ia membuatkan kunci baru selain kunci aslinya.

Setiap hari ia meletakkan tiga ritl (± 8 ons) roti tawar, roti daging, ayam, dan manis-manisan ke dalam almari itu. Maka, Abu Ali Asy-Syarmiqani mengira kalau itu semua merupakan karamah yang diberikan Allah untuknya.

Ia mengira makanan yang ada di dalam almarinya adalah makanan yang berasal dari surga. Ia merahasiakan peristiwa itu beberapa waktu dan berdendang:

Siapa menyingkap rahasia

Dia tidak bisa menjaga rahasia selama hidupnya.

BACA JUGA : Celakalah 3 Orang Ini Ketika Hari Kiamat Tak Akan di Gubris Oleh Allah

Pada suatu hari, Ibnul Allaf mengingatkan masalah ini. Ibnul Allaf bertanya, “Saya lihat kamu sekarang menjadi gemuk, apa yang sebenarnya terjadi?” Abu Ali memberi isyarat kepada Ibnul Allaf dengan tangannya dan tidak mau menerangkan.

Ibnul Allaf terus mendesaknya, hingga Abu Ali terpaksa memberitahu bahwa setiap hari ia mendapatkan makanan dari surga. Makanan itu cukup untuk kebutuhan makannya. Ia juga mengatakan bahwa hal itu merupakan karamah dari Allah.

Lalu Ibnul Allaf berkata, “Doakanlah kebaikan untuk Ibnu Maslamah karena dialah yang telah meletakkan makanan itu di dalam almari Anda setiap hari.” Ibnul Allaf pun kemudian menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

Diambil dari  Ajaib wa Tharaif Ibrat-Tarikh karya Hasan Ramadhan
Top