Sudah Siap Menghadapi Panggilan Allah? Sudah Menyibukkan Diri Untuk Menyiapkan Bekalnya?



Sadarkah Bahwa Kita Sedang Menuju Allah?
Apa yang sudah kita siapkan sebagai bekal untuk menghadap Ilahi? sudah cukupkah amal kita yang lakukan selama ini untuk dipertanggungjawabkan di hadapanNya? mari kita renungkan...

Perjumpaan dengan Allah adalah kepastian bagi setiap insan. Ia datang kepada Allah dengan membawa usaha dan amal selama di dunia. Allah menghisab setiap usaha dan amal itu lalu memberikan balasan atasnya. Hendaknya setiap kita mengusahakan amal yang mendatangkan ridha Allah dan menjauhkan dari murka-Nya. Jangan lah usaha kita mengundang murka Allah maka kita akan binasa.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (QS. Al-Insyiqaq: 6)

Kata “Al-Insan (manusia) dalam ayat ini bersifat umum yang mencakup setiap manusia apapun kondisinya; mukmin dan kafir, baik dan jahat.
Setiap insan selalu berusaha dan beramal dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan balasan di masa mendatang.

Imam al-Baghawi rahimahullah menjelaskan makna “Kadhun”: amal manusia dan kesungguhannya dalam satu perkara berupa kebaikan dan keburukan.

Imam al-Thabari rahimahullah berkata tentang ayat ini, “wahai manusia, sesungguhnya kamu benar-benar pekerja amal (di bawa menuju) kepada Tuhanmu, lalu kamu pasti berjumpa kepada-Nya dengan amal-amal itu; amalmu itu berupa kebaikan atau keburukan.”

BACA JUGA : Berdasarkan Penelitian, Begini Cara Sederhana untuk Memperkirakan Datangnya Kematian

Kemudian beliau memberikan nasihat, “Maka hendaknya amalmu termasuk amal yang akan menyelamatkanmu dari murka-Nya dan mendatangkan ridha-Nya untukmu. Janganlah amalmu itu termasuk amal yang membuat Allah murka terhadap-Mu sehingga engkau akan binasa.”

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentangnya, bahwa manusia melakukan usaha dan mengerjakan amal yang sungguh-sungguh dibawa kepada Allah kemudian ia akan menjumpai apa yang sudah diamalkan barupa kebaikan atau keburukan.

Beliau juga menyebutkan penafsiran kedua, bahwa manusia akan berjumpa dengan Allah, lalu Allah membalas untuknya dengan amalnya dan menggaji usahanya tersebut.
Memperjelas ayat ini, Ibnu Katsir menukil hadits yang diriwayatkan Abu Dawud al-Thayalisi, Jibril ‘alaihis salam berkata:

يا محمد، عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب ما شئت فإنك مفارقه، واعمل ما شئت فإنك ملاقيه

“Hai Muhammad, hiduplah sesukamu maka kamu pasti akan meninggal, cintailah apa yang kau inginkan maka kamu pasti berpisah dengannya, dan beramalah sekedendakmu maka pasti kamu akan menjumpainya.”

Ingat, setiap saat kita sedang berjalan menuju Allah dengan usaha dan amal kita yang baikya dan yang buruknya. Pasti, Allah membalas untuk kita dengannya. Hendaknya amal kita itu yang mendatangkan ridha Allah dan menyelamatkan kita dari murka-Nya. Wallahu A’lam
Top