Puluhan Siswa SD Blitar Mengalami Pusing dan Mual, Bunda Hati-Hati dengan Jajanan ini



JANGAN MEMBELI JAJANAN SEMBARANGAN


Sering kali kita jumpai pedagang-pedagang yang berjualan di depan sekolahan, terutama di Sekolah Dasar. Jajanan yang dijual sangat banyak dan beragam, namun puluhan siswa SD ini mengalami pusing dan mual setelah makan jajanan yang dijual salah satu penjual yang biasa berjualan di depan sekolahnya dan mungkin sering kita beli juga. jajanan ini juga banyak dijual dipasaran. Kita harus lebih selektif dalam memilih jajanan mana yang memang bersih dan layak dan mana yang tidak.

Baca juga : Dalang di Balik Neraka Bagi Kaum Rohinghya Biksu Ashin Wirathu, Blak-Blakan Bilang Begini

Seperti apa yang dilansir dari Kumparan, puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Krisik 03, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dilarikan ke Puskesmas setempat setelah mengeluhkan pusing dan mual diduga akibat keracunan jajanan tempura yang dibeli di luar sekolah.

Kepala Sekolah SDN Krisik 3 Rohmiati mengatakan bahwa peristiwa ini bermula pagi sekitar pukul 08.00 wib. Saat itu beberapa siswa tiba-tiba mengalami mengalami pusing dan mual usai mengikuti upacara. Tak berapa lama kemudian jumlah siswa yang mengalami gejala serupa semakin banyak. Sehingga pihak sekolah memutuskan untuk langsung membawa ke Puskesmas.

"Setelah upacara awalnya ada beberapa siswa yang mengeluh mual dan pusing, tak lama kok yang mual dan pusing semakin banyak. Akhirnya saya dan guru-guru di sini memutuskan untuk langsung membawa ke Puskesmas karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan," jelas Rohmiati kepada wartawan.



Foto dari Antaranews.com

Sementara Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di SD Negeri Krisik 3 tersebut. Polisi juga memintai keterangan dari penjual jajanan tersebut.

Baca juga : Hal ini Sepele, Tapi Kalau Dilakukan Maka Lenyaplah Pahala Sholat Jum'at Anda

Lihat Vidionya :



"Saat ini kita lakukan penyelidikan penyebab keracunan masal itu, termasuk memintai keterangan sejumlah penjual makanan di SD Negeri 03 Krisik," terangnya.

Beruntung dari 19 siswa yang mengalami keracunan, tidak ada yang harus menjalani rawat inap. Mereka diperbolehkan pulang untuk rawat jalan setelah diberikan obat dari Puskesmas

Top