Pola Pikir Manusia Jaman Sekarang "Terbalik-balik"



MANA YANG LEBIH BAIK

“Orang miskin:

Pak tolong dibuatkan parcel yang bagus dan mahal, karena itu akan  saya hadiahkan untuk boss saya”

“Orang kaya raya:

Pak tolong dibuatkan parcel yang paling murah karena itu akan saya hadiahkan untuk karyawan-karyawan bawahan saya”.

Pertanyaan yang menariknya adalah: Siapa yang lebih miskin dan siapa yang lebih kaya dan siapa yang lebih baik?

Saya rasa jawabannya tidak usah dibahas lagi.

Begitulah kita sebagai manusia terkadang berpikirnya sering terbalik-balik.

Astaghfirullah, kepada orang yang seharusnya pantas disantuni, justru kita jadi sangat pelit.

Kepada orang yang berkelimpahan harta, kita justru jadi sangat royal.

Kepada orang lemah/bawah yang seharusnya kita berlemah lembut kepadanya, justru kepadanya kita jadi sangat kasar dan jahat dalam ucap maupun sikap.

Kepada orang yang sepantasnya kita tegur karena kesombongan dan kejahatannya, justru kita jadi sangat hormat.

Kepada orang yang setiap hari makan mewah, kita mengundangnya dalam pesta dengan suguhan makanan yang ‘wah’ dan melimpah.

Tetapi kepada orang yang hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar, justru kita memberinya makanan sisa yang kita sendiri sdh tidak mau.

Padahal Sabda Nabi SAW: “Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah yang mana orang yang tidak membutuhkannya diundang, sedang orang yang menginginkannya tidak diundang

Begitulah kebanyakan manusia. Sering berpikir terbalik-balik

Saya jadi teringat dengan pesan hati:

Bila mau mengukur kebaikan seseorang, lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang di bawahnya atau orang-orang yang tidak memberi keuntungan apapun kepadanya

Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yang “terbalik”, dan selalu memperbaiki untuk menjadi umat yang terbaik. Aamiin

Barokallahu fiikum…..
Top