Kasihan Pengusaha Sukses dan Hafiz Dermawan ini Malah Tewas Mengenaskan Dalam Badcover


Pasangan suami Husni Zarkasih (58) dan sang istri bernama Zakiah Husni (53), yang ditemukan tewas terbungkus bedcover, bekerja sebagai pengusaha garmen. 
Korban menjalankan usaha garmen di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kesehariannya, korban tinggal di rumahnya dan menyewakan tiga kamar kos putri.

Sebagaimana dilansir dari Detik, pasangan suami istri Husni Zakarsih (58) dan Zakiah Husni (53) dikenal sebagai pengusaha sukses yang dermawan. Kesuksesannya ini diperoleh dari perjuangan panjang.

Baca juga : 10 Kebiasaan ini Ternyata Bisa Mencuri Kebahagiaanmu, yang Jarang Kamu Sadari

Berawal dari keberanian Husni yang mengubah haluan dengan keluar sebagai karyawan PT Krakatau Steel pada tahun 1990 dan mencoba untuk usaha garmen di Jakarta bersama istrinya.

Dengan kegigihanya, usaha konfeksi ini berkembang pesat. Husni yang bergelar master bisnis internasional alummnus Universitas Indonesia (UI) ini merupakan pemilik merek dagang Alton Kids. Usaha gamen yang dirintisnya mulai maju pesat.

Selain di Jakarta, Husni juga membuka usaha di Pekalongan dengan nama yang sama. Sekitar tahun 2005, dia dan istrinya mulai melirik pasar luar negeri, mulai Asia, Amerika, Eropa hingga Afrika.

"Di Pekalongan, beliau memperkerjakan warga sini untuk ikut memproduksinya," kata salah seorang kerabat Husni, Imadudin (35).

Husni dan Zakiah meninggalkan empat orang anak, terdiri dari dua anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Seorang kerabatnya yang lain, Maskuri, menceritakan, meski telah sukses, pasangan suami istri ini tidak melupakan warga miskin di sekitarnya baik di Pekalongan maupun di Jakarta.

"Orangnya baik hati dan dermawan juga tidak sombong. Walaupun telah sukses di Jakarta, beliau kerap mondar-mandir di Pekalongan, sekedar menyalami warga miskin," kata Maskuri yang merupakan warga Banyuripalit.

Baca juga : Dihukum Hafalan Surat Al Qur'an Karena Terlambat, Suara Anak ini Malah Bikin Guru Tak Kuasa Membendung Air Mata

Menurut Maskuri, hampir setiap empat bulan sekali, kedua pasangan suamai istri ini membagikan rejeki bagi warga yang kurang mampu.

"Biasanya empat bulan sekali, mereka membagi sembako untuk ratusan warga yang kurang mampu baik di lingkungan Banyuripalit maupun Buaran," kata Maskuri.

Menurut Maskuri, Husni juga merupakan seorang hafidz (orang yang hafal Alquran) ini, menjadi bapak asuh dari ratusan anak yatim-piatu. Ratusan anak yatim piatu ini, diberi beasiswa untuk bersekolah.

"Hatinya sungguh mulia, selain anak yatim, mereka juga kerap membantu perlengkapan mushola di beberapa wilayah, seperti alat ibadah dan karpet," terangnya.

Bahkan, impian yang belum terwujud sebelum kedunya dibunuh dengan keji yakni membangun sebuah masjid.

"Rencana pembangunan masjid tahun ini di gang sebelah. Tahun kemarin, sudah membeli tanah dan hari ini sedianya membawa uang untuk membangun masjid," beber Maskuri.
Top