Pasangan Divonis Sakit Berat Dan Umur Sudah Tidak Lama Lagi, Ini Yang Harus Kamu Lakukan

Komentar


MAUKAH PASANGAN BERSABAR MERAWAT KITA YANG DIVONIS SAKIT BERAT?

Kesetian pasangan akan semakin teruji untuk mendampingi pasangan disaat kita divonis sakit berat.

Apa yang harus dilakukan jika sudah seperti ini ?

Pada sebuah studi yang dilakukan di Iowa State University, seperti yang dikutip dari nova.grid.id. risiko perceraian pasangan yang sudah menikah akan meningkat 6 persen ketika istri sakit, dibandingkan ketika istri masih sehat.

Di sisi lain, jika suami yang jatuh sakit maka tak akan berpengaruh pada risiko perceraian.

Data tersebut tentunya cukup ironis terutama bagi perempuan.

Terlebih, pernikahan adalah komitmen antara suami dan istri dalam menghadapi hidup bersama dalam berumah tangga.

Ketika pasangan sakit, yang paling penting adalah kesabaran untuk mendampingi.

Seperti kisah wanita asal malaysia ini : Diputuskan Dokter Umur Suami Sudah Tak Lama Lagi Kisah Wanita Ini Viral Karena Kesabarannya Merawat Suami



Wanita ini terus abadikan perkembangan suaminya yang koma dari awal sakit hingga tepat hari ini di hari 145 ia sabar merawat dan menemani suaminya yang hanya bisa berkedip dan menggerakan tangan.

Diketahui akun yang bernama Siti Rohayu ini membagikan kisah yang menimpa suaminya.

Berawal dari perjalanan pulang usai bekerjam, motor yang dikendarai suaminya muhammad ridhwan bertabrakan dengan sebuah mobil, pada 3 mei 2017.

Istrinya yang setia merawat dan menemaninya setiap hari ia membagikan foto ataupun video mengenai perkembangan suaminya pasca kecelakaan di facebook.

Hingga suatu saat suaminya yang selama ini hanya bisa mengedipkan mata  kini berusaha menggerakan tangan dan berusaha menyentuh sang anak yang tertidur disebelahnya dan tak henti-hentinya mengeluarkan airmata.

Perkembangan sang suami membuat Ayu merasa sangat senang.

Ayu menuliskan jika ia sangat senang dan berharap jika suaminya mengalami lebih banyak perkembangan agar bisa sehat seperti sediakala lagi.

Balik lagi ke topik awal.

Persiapan mental pun juga harus dimiliki agar tetap kuat dan tegar di hadapan pasangan yang sedang menghadapi penyakitnya.

Lakukan persiapan penting lainnya, seperti memahami lebih jelas mengenai penyakit yang sedang diderita suami dan pengobatannya.

Kemudian ketika dokter memberi vonis bahwa pasangan kita  menderita penyakit berat, kita harus tetap tegar dan dengarkan penjelasan dokter secara seksama dan pikiran yang jernih.

Sementara itu, lakukan pengecekan kembali dengan dokter lain atau mencari second opinion.

Panik merupakan hal yang wajar kita alami, namun usahakan untuk lebih tegar daripada pasangan.

Kemudian, tetaplah sabar dan cobalah untuk mengetahui perasaan pasangan kita tanpa terpengaruh dengan emosi negatifnya.

Yang terakhir, berikanlah pelukan pada pasangan bila memungkinkan.

Pelukan sendiri bisa berdampak baik bagi tubuh pasangan, karena akan menenangkan emosinya.
Top