Kecewa soal pendaftaran CPNS 2017, Status Bidan Ini Viral Setelah Tulis Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi



KECEWA KARENA SULITNYA DAFTAR MENJADI PNS

Begini Isi surat dari seorang bidan yang kecewa:

3 tahun kuliah yang saya jalani untuk mendapatkan gelar Diploma III kebidanan. Hal ini tidak Mudah Pak..!!

Dan Tidak Murah, kasihan orang tua yang banting tulang membiayai Kuliah ini berharap jika anaknya lulus nanti bisa langsung bekerja. baca selengkapnya...

Pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 tahap II resmi dibuka pada Senin (11/9/2017).

Pendaftaraan CPNS 2017 ini memang kembali dibuka setelah beberapa tahun ini sempat dihentikan.

Kini, Pemerintah Republik Indonesia membuka lowongan pekerjaan PNS besar-besaran.

Pada gelombang pertama, pemerintah sudah merilis pengumuman nama-nama pendaftar yang lolos pada tahap administrasi untuk Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Mahkahmah Agung (MA).

Sementara pada gelombang kedua ini, ada 61 instansi pemerintahan yang membuka pendaftaran CPNS 2017.

Tersedia 17.928 lowongan pada 61 instansi tersebut, termasuk untuk Provinsi Kalimantara Utara (Kaltara).

Beberapa instansi pemerintahan seperti Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, Kementerian Agama, dan masih banyak lagi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi salah satu di antara instansi pemerintah yang membuka lowongan cukup banyak.

Kemenkes membuka 1.000 lowongan kerja di RSUP seluruh Indonesia.

Namun, dari sekian banyak lowongan itu, tidak ada yang diperuntukan bagi lulusan D III Bidan.

Tentunya hal ini disayangkan oleh para pencari kerja yang adalah lulusan tersebut.

Hal ini yang dialami akun Facebook bernama AndyHikmah Purnamasary.

Ia yang merupakan lulusan D III Bidan pada awalnya senang dengan adanya lowongan CPNS 2017 khususnya pada Kemenkes.

Namun faktanya, lowongan ini tidak ada untuk lulusan D III Bidan.

Hal ini membuatnya resah dan berinisiatif membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Surat terbuka itu berisikan curahan hatinya tentang betapa sulitnya mendapatkan gelar D III Bidan dan mendapatkan dokumen yang menyatakan dirinya adalah bidan yang berkompeten.

Ia menjadi sangat kecewa ketika tidak ada lowongan untuk lulusan D III Bidan pada pendaftaran CPNS 2017 di Kemenkes.

Curahan hatinya tersebut ia bagikan di akun Facebook-nya seperti yang dikutip dari wow.tribunnews.com dan seketika menjadi viral di media sosial.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Penghina Istri Presiden Jokowi di Instagram

Simak curahan hati selengkapnya di sini!



"Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Yang Terhormat Ir.H.Joko Widodo.

Maaf Pak sebelumnya.. Sy adalah seorang bidan Lulusan salah satu kampus swasta yang ada didaerah saya. Sulawesi Barat.

Sy lulus tahun 2014 lalu, dan sya sudah mempunyai STR (Surat Tanda Register) sebagai salah satu syarat yang harus saya jalani sebagai bidan agar dapat pengakuan dari pemerintah..

Yang tiap 5 tahunny Harus diperpanjang, tidak apa-apa saya masih bisa menerima ini.. Tapi bagaimana bidan2 lain yang ada diluar sana bisa mengikuti syarat ini apalagi dengan biaya yang tidak murah.

Bayangkan saja pak jika saya tidak lulus diuji kompetensi untuk STR ini saya dianggap bidan yang tidak kompeten.

Bahkan banyak teman2 seangkatan saya sudah hampir 3-4x mengikuti UKOM ini dan masih tidak lulus, Kasian mereka Pak yang ingin bekerja ditempat yang mereka inginkn namun, syarat harus Mempunyai STR..!!

Katanya lapangan kerja yang paling Mudah atau paling dibutuhkan Pemerintah adalah Kesehatan dan Guru.

Maka dari itu saya tertarik ingin menjadi petugas kesehatan (bidan) sembari mendapat Amal dari tugas Mulia yang nntinya saya geluti.

3 tahun kuliah yang saya jalani untuk mendapatkan gelar Diploma III kebidanan. Hal ini tidak Mudah Pak..!!

Dan Tidak Murah, kasihan orang tua yang banting tulang membiayai Kuliah ini berharap jika anaknya lulus nanti bisa langsung bekerja.

Tp selama saya lulus ini belum ada penerimaan PNS karna kebijakan Moratorium Yang Bapak buat selama 5 tahun ke depan.

Yang saya fikirkan Pak, Tiap tahun kampus saya meluluskan mahasiswa sebanyak 100-300 orang dan angkatan sebelumnya saja masih banyak yang tdk atau belum bekerja ditambah tiap tahunnya ada lulusan baru.

Itu baru di wilayah saya Pak bagaimna dengan kampus Lain yang meluluskan ratusan orang lainnya diseluruh Indonesia.

Bertambahlah pengangguran dengan gelar DIII,

Namun pada Saat adanya Pengumuman Bahwa Kementrian Kesehatan Membuka CPNS 2017 ini, sungguh membuat hati saya senang pak.. Semoga ada rejeki dan bisa Lulus, tapi pada saat saya membuka formasi CPNS Kemenkes 2017..

Di dalamnya tidak ada formasi untuk Bidan DIII, hanya Ada D4/stra 1.
Lalu..??

Mau di bawa ke mana kita yang hanya Lulusan DIII.

Terlebih lagi syarat yang diajukan yaitu Kampus Dengan Akreditasi A.

Dengan Nilai IPK Cumlaude. Ini sangat mencekik saya dan teman2 sejawat saya Pak..!!

Apakah Kami hanya Korban Dari kampus Swasta Yang hanya mencari keuntungan dari Kami.

Betapa banyaknya Kampus swasta Yang akreditasinya Masih Akreditasi C, Lalu Kenapa Pemerintah masih memberi Ijin.. Kami Harus Kemana Pak..??

Apakah Kami harus Kuliah Lagi di kampus yang mempunyai Akreditasi A.. Dengan biaya yang tidak Murah!

Atau kah Kami hanya pajangan yang tiap tahunnya Akan lebih banyak lagi pajangan Lain bergelar DIII yang bingung dengan nasib kami..

Maaf Jika ada Kata2 yang Kurang berkenan" tulis akun Facebook AndyHikmah Purnamasary.

Unggahan ini pun langsung mendapatkan tanggapan yang beragam dari para netizen.

"Betul, tidak hanya bidan merasakan ini, namun saya analis kesehatan dari kampus swasta juga merasakannya" tulis akun Nuruh Hidayah.

"Ya Allah, saya cuma bisa prihatin dengan isi surat mbak yang ditujukan ke Pak Jokowi, mudah-mudahan beliau membacanya dan ada solusinya. Tetep semangat mbak, di balik kesulitan pasti ada kemudahan" tulis akun Pranata Az.

"Ikut prihatin, semoga Pak Jokowi membacanya dan bisa mencari solusi dan jalan keluarnya" tulis akun Susana Ariyati.

Banyak netizen yang mengomentari mengenai pesan terbuka ini :






Top