Kasihan Tak Ada Satupun Yang Datang Rayakan Ulang Tahun Pria 61 Tahun Ini, Padahal Sudah Dipersiapkan



SAMBIL SEDIKIT MENAHAN AIR MATA

Usiaku 61 tahun sekrang, dan aku memperispakan perayaan kecil malam ini.

Aku membeli kue karena aku pikir aku akan bertemu keluargaku untuk merayakan ulang tahunku.

Aku berharap anak-anakku, cucu-cucuku, dan istriku akan datang.

Tapi seperti yang kalian lihat, tidak ada yang datang satupun.

Hari ulang tahun menjadi momen yang membahagiakan bagi setiap orang.

Seperti pria yang berumur 61 tahun berama eduviges villatoro.

Meski sudah kepala enam, pria ini masih ingin merayakan ulang tahunnya meski dengan cara yang sederhana.

Dikutip dari style.tribunnews.com, eduviges membuat pesta ulang tahunnya dengan saudara dan keluarganya di restoran terdekat.

Namun ia tak pernah menduga ada suatu yang tak diharapkan terjadi.

Eduviges tiba lebih awal di restoran tersebut.

Ia menyusun sendiri meja dan kursi restoran sebelum teman dan keluarganya datang.

Ada pula topi pesta serta kue ulang tahun di atas meja.

Setelah semua persiapan selesai, Eduviges tinggal menunggu para tamu.

Ia menunggu dan menunggu.

Namun, tidak ada satupun yang datang.

Para pelanggan dan aryawan restoran mulai melirik-lirik dan bertanya-tanya.

Eduviges pun tinggal duduk sendiri di kursinya di meja yang kosong.

Tidak ada yang merayakan ulang tahunnya, teman atau keluarganya.

Menyadari apa yang terjadi, Eduviges tak bersedih dan diam begitu saja.

Eduviges akhirnya berdiri, menghadap para pelanggan restoran lain, dan berbicara lantang pada mereka.



"Perhatian, Bapak dan Ibu. Hari ini adalah hari ulang tahunku.

Usiaku 61 tahun sekrang, dan aku memperispakan perayaan kecil malam ini.

Aku membeli kue karena aku pikir aku akan bertemu keluargaku untuk merayakan ulang tahunku.

Aku berharap anak-anakku, cucu-cucuku, dan istriku akan datang.

Tapi seperti yang kalian lihat, tidak ada yang datang satupun."

Dengan tatapan para pengunjung restoran yang mengarah padanya, serta sambil menahan air mata, Eduviges melanjutkan:

"Itulah mengapa sekarang aku ingin semua orang di sini ikut merayakan ulang tahunku dan bernanyi 'Selamat Ulang Tahun' untukku.

Aku akan sangat bersyukur."



Mendengar pidato singkatnya, tak ada satupun pengunjung restoran yang ragu untuk tidak memberikan selamat pada Eduviges.

Semuanya beranjak dari tempat duduknya dan bergabung ke meja Eduviges.

Semua pengunjung restoran memberikan selamat dan memluk Eduviges.

Bahkan ada beberapa yang ikut menggeser mejanya sehingga mereka bisa makan bersama.

Mereka tidak saling kenal, tapi mereka menunjukkan perhatian dan rasa kepedulian terhadap sesama, apalagi Eduviges adalah pria yang sudah lanjut usia.




Top