Anak Anda Kurang Tidur?? Bunda Harus Tahu Beberapa Dampak ini Sebelum Terlambat

Komentar
Bunda, kurang tidur anak bisa merusak otak Loh.

9 Dampak anak kurang tidur ini wajib diwaspadai dan perlu dicegah sebelum terlambat.

Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk bisa merusak otaknya! Hal itu terungkap dari sebuah penelitian kecil di University Hospital of Zurich, Swiss.



Bersumber dari Parenting, para peneliti mengamati pengaruh kurang tidur pada 13 anak berusia 5 sampai 12 tahun, dan mereka menemukan bahwa anak-anak yang sangat kekurangan tidur, atau memiliki kualitas tidur yang buruk, terdeteksi mengalami kerusakan otak secara keseluruhan, tak hanya bagian otak yang bertanggung jawab untuk daya ingat mereka.

Dalam penelitian itu, setelah durasi tidur anak-anak tersebut berkurang hingga setengahnya dari yang seharusnya mereka butuhkan sesuai usia mereka, terlihat kerusakan yang signifikan pada bagian belakang otak, yang berhubungan dengan gerakan yang direncanakan, penalaran ruang, dan fokus atau perhatian.

Padahal, yang selama ini diketahui, kekurangan tidur berefek buruk bagi bagian depan otak. Meski begitu, baik anak-anak maupun orang dewasa sama-sama membutuhkan satu periode tidur lelap untuk dapat pulih setelah bergadang.

“‘Pengkabelan’ otak selama masa kanak-kanak rupanya juga bisa dipengaruhi oleh tidur, dan hal itu tentu saja akan memengaruhi pematangan otak,” jelas Salome Kurth, ketua penelitian. “Riset ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan tidur di bagian posterior atau belakang otak anak.”

Tentu saja, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pengaruh kurang tidur pada perkembangan otak anak dalam jangka panjang, karena penelitian ini berskala kecil. Meski begitu, tak ada salahnya, kan, Ma, membiasakan anak tidur lebih awal setiap malam.

Dikutip dari Kompas, inilah 9 Dampak anak kurang tidur,

1. Tidur di kelas 



Ini adalah suatu yang alami bahwa jika seorang anak kurang tidur di malam hari, akibatnya ia pasti tidur di kelas keesokan harinya. Ini berdampak pada hilangnya informasi yang diberikan oleh guru dan mungkin hanya mendengarkan setengah hati. Anak tidak akan merasa segar dan energik.

2. Kurang konsentrasi



Kurang tidur akan menyebabkan kelelahan pada anak dan ia tak akan bisa fokus dengan baik pada pelajaran yang penting.

3. Pemarah 



Kurang tidur dapat menyebabkan anak mudah tersinggung atau perilaku yang cenderung hiperaktif, sehingga sulit bagi anak-anak untuk berkonsentrasi di sekolah.

Baca juga : Anak Susah Tidur? Bujukan Tidak Mempan Lagi? Coba Tips ini Agar Anak Anda Mau Cepat Tidur

4. Penurunan IQ 



Para peneliti di University of Virginia menemukan anak-anak yang menderita insomnia mengalami penurunan kecerdasan. Mereka juga dapat skor nilai lebih rendah di sekolah dan mungkin tidak mampu mengembangkan hubungan baik dengan teman sebaya. Para ahli berpendapat bahwa tidur bisa melindungi memori ingatan dari gangguan. Semakin cepat Anda tidur setelah belajar untuk ujian, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengingatnya nanti.

5. Masalah emosional 


Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres kortisol. Akibatnya bisa terjadi masalah yang berkaitan dengan depresi dan kecemasan. Hal ini dapat membuat anak merasa sedih, marah, lelah, mual dan khawatir sepanjang waktu. Karena dia hanya seorang anak, jadi sulit baginya untuk dapat mengetahui bagaimana menangani emosi-emosi negatif. Anak hanya bisa menangis, kehilangan semua harapan dan kepercayaan diri. Ketakutan mungkin mulai bersarang di dalam pikirannya.

6. Masalah Berat Badan
 


Sebuah studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bahwa kurang tidur pada anak dapat menyebabkan obesitas. Diketahui, untuk setiap jam tambahan tidur pada anak, risiko berat badan turun sebesar 9 persen. Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan tidur 92 persen lebih mungkin mengalami kegemukan pada saat dewasa daripada mereka yang cukup tidur.

7. Sulit berpikir logis 



Kurang tidur mengakibatkan kelelahan dan bisa membunuh kemampuannya untuk berpikir dengan cara yang logis. Pikiran yang aktif sangat penting untuk seorang anak dapat berpikir logis. Semua pelajaran anak pelajari di sekolah mungkin akan hilang karena kurang tidur.

Baca juga : Perbedaan Jauh yang Benar-Benar Mencolok, Perfectnya Pendidikan di Finlandia, yang Bikin Orang Tua ingin Anaknya Sekolah Disana

8. Pengembangan ADHD 



Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan dan diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa sleep apnea, mendengkur dan gangguan tidur lainnya dapatmemberikan kontribusi terjadinya ADHD pada anak-anak. Orang tua dari anak-anak dengan Attention Deficit Disorder (ADD) biasanya menilai anak-anak mereka lemah dan sering gelisah saat tidur. Bahkan pada beberapa kasus ditemukan anak tersebut lebih sering bangun pada malam hari dibandingkan teman sebaya mereka.

9. Diabetes



Ini adalah satu lagi efek buruk dari kurang tidur pada anak. Kurang tidur pada anak mempengaruhi penyerapan glukosa. Menurut American Diabetes Association, berkurangnya dua jam waktu tidur per malam untuk satu minggu berkaitan dapat mempengaruhi resistensi insulin, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Risiko obesitas karena kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Gimana para bunda masih mau kah membiarkan anak anda kurang tidur??
Top