Waspada Modus Penipuan ini Sering Terjadi Dengan Menggunakan Cara yang Tak Biasa, Jangan Sampai Terhasut


Hati-hati itu harus tetapi tolong-menolong juga penting....

Terkadang kita dibuat dilema dengan modus penipuan ini.... disatu sisi kita jadi kehilangan jiwa sosial tetapi disisi lain takut tertipu

Penipuan adalah sebuah kebohongan yang dibuat untuk keuntungan pribadi tetapi merugikan orang lain, meskipun ia memiliki arti hukum yang lebih dalam, detail jelasnya bervariasi di berbagai wilayah hukum.

Sekarang banyak tipu muslihat yang digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, bahkan sekarang ada teknik hipnotik bahasa. Maka selalu berhati-hatilah, seperti contoh modus penipuan beserta cara menghadapinya berikut ini :

Social Engineering

Sebulan lalu saya mengantar istri ke sebuah gerai ATM kantor cabang bank langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir mobil.

Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapannya.

"Jadi begini bu,"ujar salah seorang diantaranya. "Saya mau transfer uang ke saudara, namun ATM saya ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang."

"Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda," sahut isteri saya.

"Kenapa bu?," tanya salah seorang diantara mereka dengan nada suara meninggi. "Ibu tidak percaya kepada kami?".

"Ya, saya tidak percaya kepada kalian," sahut saya tegas sembari mendekati isteri. Kedua orang itu menoleh.

"Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan orang pak."

"Dia isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh orang ramai diluar sana menangkapmu."

Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar dan menyengklak motornya tanpa menoleh lagi.

Hari Selasa kemarin untuk suatu urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari kemacetan. Saat saya hendak check in, orang yang sedang proses check in didepan saya tampak agak kebingungan dengan barang bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya dan berkata meminta bantuan.

"Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit,"katanya sembari menatap saya. "
Bisakah saya menitipkan koper saya kepada Bapak?"

Saya langsung menggeleng.

"Maaf pak, saya tidak bersedia," jawab saya tegas.

"Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?"

"Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata
bagasi bapak itu berisi barang berbahaya, nantinya di manifest terdaftar atas nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan polisi, bukan Anda."

"Terus saya harus bagaimana?"

"Itu masalah Anda, bukan urusan saya. Lagipula masih ada solusinya kok, bayar saja kelebihannya."

Saya lihat counter check in sebelah kosong, petugasnya mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.

Baca juga : Cukup Satu Menit Deteksi Katarak Pada Bayi, Agar Tidak Seperti yang Dialami Asri Welas

Itulah social engineering. Sebuah teknik untuk memanipulasi dan mengarahkan perilaku seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuatan hipnotik bahasa, rasa rikuh pekewuh serta preferensi pribadi seseorang terhadap suatu isu.

Sejalan dengan kian berkembangnya teknologi, teknik human engineering juga merembes kencang dalam dunia sosial media melalui berita-berita hoax. Oleh karena itu jangan heran jika dari tukang sampah hingga orang berpendidikan sangat tinggi, bisa terpengaruh karenanya.

Kalimat seperti ini:

"Bapak gak percaya dgn saya ?"

Biasa nya kita jadi sungkan karena takut menghina mereka lalu kita jawab:

"Bukan begitu...tapi......."

Nah disaat itu, kita secara gk sadar sudah menempatkan diri di bawah mereka.

Seharus langsung jawab:

"IYA...SAYA GAK PERCAYA KALIAN.."

persis dalam cerita diatas. Dari situ penjahat tahu kita bukan calon korban yg lemah.

Kejadian  seperti ini banyak terjadi, anda harus bisa cermat menyikapi tindakan tersebut. Jangan mudah percaya kepada siapa saja yang baru anda kenal. Bagi anda yang suka menolong dan ringan tangan mulai sekarang anda harus memilih mana yang benar-benar perlu ditolong atau mana yang tipuan.

Semoga bermanfaat....

Top