"Anakku...anakku..," Seru Ibu Tua yang Dipertemukan Lagi Dengan Anaknya Setelah 35 Tahun Terpisah

Komentar
Semua ibu pastinya merasakan sedih mendalam jika harus hidup terpisah dengan anak-anaknya tercinta. Apalagi, masa berpisah mereka sampai puluhan tahun.

Itu pula yang dialami ibu tua ini selama bertahun-tahun. Sekitar 35 tahun terpisah tanpa kabar, dia bisa bertemu lagi dengan putranya bernama Paidi.



Pertemuan penuh haru keduanya dibagikan akun Facebook Uskub Muzamil. Uskub menceritakan bagaimana dirinya bisa mempertemukan Pak Paidi dan ibunya.

NB: 
Kemaren waktu ke jawa dakwah di bln agustus , Saya butuh tenaga kerja untuk ke kebun , saya nyuruh temen di bengkulu nyarikan tenaga kerja tuk bikin pagar kebun. Sepulangnya saya dr acara dakwah di pacitan dll , pergilah aku menuju kebun melihat pekerja ku yg baru yg blm pernah aku jumpai ini. Dan di sana aku tanya namanya pak paidi,asli wono giri,dan sudah sejak tahun 81 dia merantau ikut tetangganya org wonogiri.dan ketika kutanya sudak brp kali plg ke wono giri dia jawab blm pernah,dan ketika ku tanya gmn kbr ibu nya,betapa kagetnya saya dia bilang tidak tau,bahkan ibunya hidup atau matipun dia tidak tau. Seketika itu juga aku kaget dan bergeming dalam hati,seandainya ibu nya masih ada dan sehat betapa rindu dan berharap untuk bertemu dgn pak paidi ini. 
Akhirnya seketika itu aku tanya sama pak paidi alamat rumah nya ,dan pak paidi menyebutkan desa puloharjo kec eromako wonogori dan data keluarga. Bermodalkan ini,hari itu aku menelpon pak mamad jamaah majlis rosho pacitan yg memiliki percetakan dan persewaan tenda panggung yg kita gunakan panggungnya waktu milad ke 9 majlis rhoso. Saya mintak tolong kpd pak mamad untuk mencarikan secepat nya alamat keluarganya pak paidi di eromoko . Alkhamdulilah dalam waktu tiga hari keluarga pak paidi sudah di temukan dan saya pun di tlp oleh pihak kluarga dan betapa senangnya dan haru ketika kluarganya saya tanya klu beliau ibundanya pak paidi yg usianya udah mencapai -+ 100 tahun ini msh sehat dan selalu berdoa mintak usia panjang sebelum meninggalnya mintak di temukan dgn paidi ank nya. 
Kemudian saya berusaha vidio caal pihak kluarganya pak paidi dan pak paidi ,saat itu pak paidi matanya berkaca kaca menatap wajah ibundanya yg dia sendiri tidak menyangka ibundanya masih ada. Begitupun ibundanya ketika itu menangis tersedu sedu histeris seakan tak percaya klu ank nya masih ada, karna selama ini dengan SDM nya pak paidi yg kurang tak bisa tulis baca sehingga dgn kondisi sebatangkara di bengkulu gak ada ngasih kabar ,sebaliknya pihak kluarga tak kurang kurang ikhtiar tanya kpd tetangganya yg dulu di ikutin merantaupun tak tau entah kmn perginya pak paidi bujang tanggung di tahun 1982 . 
Walhasil tepat tgl 5 -9 2017 saya bersama pak paidi terbang dari bandara fatmawati bengkulu menuju bandara adisumarmo solo dengan niat mempertemukan pak paidi dengan keluarganya.
begitu cerpen nyata ini semoga manfaat....

Baca juga : Inilah 8 Pesan Dibalik Usia Tua yang Perlu di Pahami tapi Tidak ada yang Mengetahuinya

Suasana penuh haru dan air mata terjadi saat Pak Paidi tiba di rumahnya dan disambut sang ibu yang sudah sepuh. Ibu yang mengenakan kebaya hijau keluar rumah dipapah. Dia langsung berpelukan dengan Paidi yang mengenakan kemaja kotak-kotak.

"Anakku...anakku..," seru si ibu sambil memeluk erat Paidi. Keduanya menangis. Termasuk orang-orang yang menyaksikan pertemuan mereka. Begini suasana haru yang pasti bikin ikut nangis.
Top