Akhirnya Aung San Suu Kyi Terseret Ke Mahkama Internasional Melalui Petisi yang Cukup Rumit

Komentar
pemimpin myanmar yaitu Aung San Suu Kyi tega berbuat rasis kepada muslim rohingya.

Hal ini menjadi sorotan dunia internasional. Karena sudah banyak berita yang beredar tentang sikap pemimpin Myanmar ini.

Untuk menyeret peraih Nobel perdamaian itu ke Mahkamah Internasional (ICC) itu tak mudah.

Terbaru, sampai muncul sebuah petisi di situs Change.org


oneindia

Petisi tersebut dibuat oleh Hussein Mohamed dan Najma Maxamed dan ditujukan kepada pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn dan Perdana Menteri Theresa May. Petisi ini telah ditandatangani oleh 310.288, memerlukan 189.712 tanda tangan untuk mencapai 500 ribu tanda tangan dukungan. Selengkapnya di kutip dari islampos.

“Kami telah badai rekaman dan laporan yang disahkan melalui media, pemerintah, dan inspektur PBB seperti Sekjen PBB Kofi Annan, penyidik PBB saat ini, Theresa May, Jeremy Corbyn, BBC, Times, dll dan semuanya sama menegaskan bahwa pemerintah Myanmar telah menganiaya dan membersihkan komunitas minoritas Rohingya (Rakhine) dan masyarakatnya. Ini harus berhenti!” tulis Hussein Mohamed dan Najma Maxamed.

Baca Juga Presiden Jokowi Mengirim Menlu Untuk Meminta Agar Pemerintah Myanmar Segera Hentikan Kekerasan

“Kita sebagai manusia harus mengambil tindakan dan membawa pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan kepala komando angkatan bersenjata Ming Aung Hlaing ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag atas kasus genosida sehingga keduanya bisa mempertanggung jawabkan kejahatan kebencian mereka,” demikian petisi terserbut.

Hussein Mohamed dan Najma Maxamed mengakui tidak mudah menyeret Suu Kyi ke ICC. Pasalnya Myamar bukan negera peserta Konvesi Internasional tentang HAM atau Statuta Roma.

“Karena Myanmar tidak akan menandatangani Statuta Roma, satu-satunya cara ICC dapat menyelidikinya adalah jika Dewan Keamanan PBB menunjukkan situasinya kepada mereka, jadi Anda perlu menekan anggota Dewan Keamanan PBB untuk membuat rujukan,” tulis keduanya.

Sebelumnya, Suu Kyi angkat bicara mengenai kekerasan yang diderita etnis Rohingya. Suu Kyi mengatakan bahwa pemerintahnya telah bekerja untuk melindungi hak Rohingya.

Suu Kyi juga mengatakan bahwa banyak informasi keliru yang disebarkan untuk mempromosikan kepentingan para teroris.[]
Top