Ya Rasulullah, Izinkan Kami Meminum Air Telagamu Di Saat Teriknya Matahari Diatas Ubun-ubun



Seorang yang beriman pasti merindukan perjumpaan dengan Rasulullah saw. Apalagi sebagai umat akhir zaman yang tentu belum pernah bertemu beliau saw secara fisik di dunia. Maka kesempatan untuk mengobati kerinduan tersebut hanya bisa tertebus di akhirat. Berjumpa Rasulullah saw, bahkan menjadi tetangga beliau kelak di Jannah. Amin.

Tetapi untuk berjumpa dengan Nabi Muhammad saw ada fase-fase yang harus dilewati. Sebuah fase yang tak bisa begitu saja ditempuh dengan mudah. Fase yang panjang membentang perjalanannya.

Salah satu fase yang berat adalah ketika seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Matahari didekatkan di atas kepala manusia yang hanya berjarak 1 mil saja. Manusia akan tenggelam di dalam peluhnya masing-masing. Keadaan yang mencekam dan menakutkan. Semua manusia hanya bisa memikirkan diri mereka sendiri, demikian yang dikutip dari majalahummi.

Rasulullah bersabda, “Pada hari Qiyamah kelak manusia akan berkeringat sehingga keringatnya meresap ke dalam bumi sedalam tujuh puluh hasta dan keringatnya menenggelamkan mereka hingga mencapai telinga mereka.” (Al-Bukhari no. 6051, 6532; Shahih Muslim no. 2863, 7107)

Di tengah panas dan teriknya matahari di atas ubun-ubun tersebut, seluruh manusia mengharapkan naungan dan juga air minum meski hanya seteguk demi menghilangkan dahaga yang teramat dahsyat. Di tengah kengerian inilah Allah memberikan rahmat-Nya. Allah menciptakan mengaruniakan kepada setiap Nabi sebuah telaga. Termasuk Rasulullah saw yang lazim disebut dengan telaga Al-Haudh ataupun Al-Kautsar.

“Setiap Nabi memiliki telaga, mereka saling berbangga-bangga siapa di antara mereka yang paling banyak pengunjungnya. Aku berharap menjadi yang paling banyak pengunjungnya.” (Hadits Shahih)

Nabi bersabda, yang artinya “Luas telagaku sejauh perjalanan satu bulan. Pojok-pojoknya sama. Airnya lebih putih dari susu. Wanginya lebih harum dari kesturi. Cangkirnya sebanyak bintang di langit. Barangsiapa minum darinya, maka dia tidak akan haus selamanya.” (Al-Bukhari no. 6579, 6208; Shahih Muslim no. 2292)

BACA JUGA: Alasan Kenapa Banyak Orang Jatuh dan Kena Stroke Di Kamar Mandi? Karena Hal Sepele cara Mandi Sehat Ini Diabaikan

Di telaga inilah umat Nabi Muhammad saw diizinkan untuk meminum airnya. Dan di telaga ini pulalah beliau saw menunggu umatnya. Beliau berharap semua umatnya meminum air di telaga tersebut. Kita pun berharap kita termasuk di dalamnya. Amin. Allahul Musta’an.
Top