Ternyata Bukti Ilmiah Membuktikan Pembalut Tidak Menyebabkan Wanita Susah Hamil.

Akhir-akhir ini banyak berita khususnya bagi wanita mengenai pembalut, bahwa pembalut itu bisa menimbulkan kemandulan bagi wanita tapi secara medis teryata pembalut tidak ada kemungknan untuk menyebabkan wanita susah hamil.

Secara kedokteran faktor dari wanita yang tidak bisa hamil bisa dilihat dengan kesuburan sperma pasangan suami istri tersebut,bukan karena memakai pembalut jadi tidah bisa hamil, inilah beberapa penjelasan dari kedokteran.

Ladies, sudah lihat video yang berisi seorang pria menyebutkan bahwa pembalut menyebabkan perempuan sulit hamil? Ucapan ini mungkin terdengar sepele jika hanya diucapkan sepintas dalam perbincangan ringan antar-kawan. Namun ucapan itu menjadi viral karena diucapkan dalam sebuah acara dakwah keagamaan dan disiarkan sebuah TV swasta.

"Kesalahan yang terbesar makanya sulit punya anak berbicara tentang pembalut. Nih bapak-bapak juga ingetin nih pada istri-istrinya. Yang menyebabkan perempuan sulit punya anak salah satunya sering menggunakan pembalut," ujar sang pria yang berbicara di hadapan sekelompok ibu-ibu dalam video berikut.


"Nah pembalut ada di sekitar ibu-ibu beli bisa mengembalikan bakteri-bakteri jahat ke dalam rahim. Makanya orang yang sering pake pembalut, sering keputihan," sambungnya lagi.

Apakah ini benar adanya?

Dikutip dari Vemale, berbincang dengan dr.Liva Wijaya SpOG, seorang spesialis Kebidanan & Kandungan yang biasa berpraktek di RS Mitra Kemayoran, Jakarta. Menurut dr.Liva ada tiga faktor yang menyebabkan ketidaksuburan. Faktor perempuan 40%, faktor laki-laki 30%, dan faktor lain yang tidak diketahui.

Baca juga : Yuk, Pahami Bahayanya Bikin Lesung Pipit Instan

Faktor perempuan infertil bisa dari struktur leher rahim dan rahimnya. Misal infeksi leher rahim hebat, mioma/ tumor jinak rahim lainnya yang mengganggu penempelan embrio di rahim, atau kelainan bentuk rahim.

"Kelainan ini dapat diketahui melalui USG dan pemeriksaan fisik. Kelainan perempuan lainnya adalah faktor tuba/ saluran telur. Infeksi organ kewanitaan yang terus-menerus dapat merusak saluran telur yang berfungsi mengantarkan sperma ke telur dan jalan bagi hasil kawin sperma dan telur /zygot ke rahim. Kelainan ini bisa diketahui melalui pemeriksan histerosalpingografi /HSG atau laparoskopi," jelas dr.Liva.



Kelainan terakhir dari faktor perempuan adalah kelainan indung telur untuk memproduksi telur. Hal ini biasanya ditandai dengan haid yang tidak teratur. Haid yang tidak teratur bisa terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu, obesitas, diet ketat, olahraga yang berlebihan, atau kelainan hormon seperti prolaktin, tiroid, atau insulin.

"Sedangkan kelainan faktor laki-laki biasanya disebabkan oleh faktor sperma yang dilihat dari jumlah, gerak, dan bentuk sperma. Kelainan bisa diketahui dari pemeriksaan analisis sperma. Konsultasi untuk kelainan faktor perempuan dapat dikonsultasikan dengan dokter kebidanan. Sedangkan faktor laki-laki bisa dikonsultasikan ke dokter andrologi dan urologi," tambahnya.

Apakah penggunaan pembalut bisa membuat seorang perempuan sulit hamil?

Secara logika bahwa hygiene daerah kewanitaan yang buruk akan meningkatkan infeksi yang berujung meningkatkan tingkat infertilitas. Hygiene kewanitaan yang buruk bisa dicontohkan seperti malas ganti pembalut saat haid, jarang ganti pantyliner atau celana dalam, penggunaan obat-obatan pencuci vagina bebas yang bisa meningkatkan alergi yang bisa juga meningkatkan infeksi genitalia.



Beberapa pembalut dikatakan menggunakan bahan berbahaya sebagai pemutih. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan dapat mencemari tubuh sehingga menganggu kesehatan. Pada perempuan yang sensitif, seringkali menjadi alergi pada penggunaan pembalut tertentu sehinga mengeluh sering keputihan.

"Menurut pandangan saya, perusahaan pembalut memilik standar khusus mengenai penggunaan bahan kimiawi dan standar kebersihan pada pembalut yang diproduksi. Yang terpenting sebagai pengguna kita pilih yang hypoallergenic dan sering mengganti tiap 3-4 jam sekali," kata dr Liva.

"Jadi kesimpulannya saat ini hubungan pembalut dengan infertilitas belum ada bukti secara jelas. Namun hygienitas daerah kewanitaan yang buruk dapat meningkatkan infeksi yang bisa meningkatkan infertilitas," tegasnya.
Top