Tata Cara Memandikan Jenazah dan Doa Memandikan Jenazah


Tata cara memandikan jenazah dan doa memandikan jenazah / Pic source : youtube - kang jhoo

Ketika mendengar atau mengetahui ada seseorang yang dekat dengan kita meninggal dunia, entah itu teman, keluarga, atau pun tetangga di dekat rumah.

Pasti dengan bergegas, sebagai salah seorang umat Islam yang mengerti akan artinya perilaku sosial, maka datang dan menawarkan bantuan adalah hal yang baik untuk dilakukan.

Tak usah menunggu ada yang meminta atau pun bertanya. Kita sudah sebaiknya datang dan membantu untuk mengurusi saudara kita terlebih muslim yang telah berpulang ke Rahmatullah.

Ulasan terkait : Tata Cara Mengubur Jenazah yang Benar Sesuai Sunnah Lengkap dari Awal

Karena semua pastilah telah mengerti bahwa kematian akan kapan saja datang kepada setiap yang bernyawa.

Tak ada yang tahu kapankah hari terakhirnya di dunioa ini karena memang hal tersebut menjadi rahasia Allah SWT.

Selain itu, mereka yang telah berpulang akan meninggalkan kenangan dan hanya amalan baik lah teman perjalanan mereka di alam berikutnya.

Ketahui bahwa sesungguhnya Umur seseorang ada yang dipanjangkan dan sebaliknya dipendekkan. Bahkan, panjang atau pendek umur seseorang berada pada wilayah takdir Allah.

Tidak akan ada seorangpun yang mengetahui tentang kepastian umur itu. Masyaallah...

Oleh karena itulah, seorang muslim tatkala mendengar berita kematian, maka dianjurkan untuk segera mengucapkan kalimat istirja'.

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

Artinya:

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"

(Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)

Selain itu, ada tata cara tersendiri bagaimana seseorang mengurusi mereka yang telah tiada selain dengan mengubur, dan menshalati, yakni dengan tahu akan tata cara memandikan jenazah.

Bukan hanya manusia biasa saja yang harus dimandikan dan disucikan.

Nabi Muhammad SAW juga ketika beliau meninggal dimandikan dan disucikan dengan menggunakan air. Dan tahukah air bekas pemandian jasad Rasulullah sangatlah istimewa?

Apakah ada bacaan dan cara memandikan jenazah yang berbeda?

Bukan karena hal tersebut, lebih lengkapnya pada kisah teladan berikut ini.

Kisah Air Bekas Pemandian Jasad Rasulullah SAW.

Tata cara memandikan jenazah dan doa memandikan jenazah / Pic source : solopos

Pernah tidak kamu bertanya-tanya apakah yang terjadi setelah detik-detik Rasulullah SAW meninggal dunia?

Mulai dari prsosesi pemakaman hingga mengenai masalah air bekas pemandian beliau yang diguyurkan kemana?

Karena mungkin saja, kita sebagai orang awam mengira air bekas pemandian jasad Nabi Muhammad SAW masih disimpan hingga saat ini.

Memang benar air tersebut masih ada hingga saat ini, namun dengan bentuk yang berbeda.

Pada kisaran tahun 90-an, dalam sebuah Muktamar Tingkat Dunia yang diselenggarakan di Mesir, muncul pertanyaan dari Syeikh Mutawwali Asy-Sya’rawi tentang kemanakah perginya air bekas memandikan jasad Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam.

Semua peserta Muktamar yang merupakan para ulama perwakilan dari berbagai negara itu tak ada yang mampu menjawab.

Karena pertanyaan tersebut menarik dan belum pernah dibahas dalam sejarah Islam sebelumnya, maka sang pimpinan Muktamar meminta waktu untuk mencari jawaban tersebut.

Beliau berkata bahwa besok beliau akan menemukan jawabannya.

Sepulangnya dari Muktamar, sang pimpinan langsung masuk ke perpustakaan dan membuka seluruh kitab yang ada guna mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.

Namun setelah semua kitab dibuka, tak ada satupun kalimat yang membahas pertanyaan tersebut. Karena kelelahan, akhirnya beliau tertidur.

Saat tidur itulah beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yang sedang bersama seorang pembawa lentera.

Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, beliau menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta jawaban yang dicarinya langsung kepada Rasulullah.

Rasulullah memberi isyarat agar beliau bertanya kepada pemegang lentera disampingnya. “Tanyalah kepada Shohibul Qindil (Lentera).

Shohibul Qindil menjawab, “Air tersebut naik ke langit dan turun kembali ke bumi bersama hujan. Setiap tanah yang dijatuhi air tersebut, maka di kemudian hari akan didirikan sebuah masjid.

Keesokan harinya, berdirilah sang pemimpin Muktamar untuk memberikan jawaban tentang perginya air bekas memandikan jasad Rasulullah. Semua yang hadir terkagum-kagum.

Syeikh Mutawwali yang mengajukan pertanyaan tersebut, bertanya lagi,

Darimana engkau mengetahuinya?” Sang pimpinan Muktamar menjawab,

Dari seseorang yang saat itu sedang bersama Rasulullah dalam mimpiku semalam.

Syeikh Mutawwali bertanya lagi, “Apakah ia membawa Qindil?” “Bagaimana engkau tahu?” Tanya balik sang pimpinan.

Karena akulah Shohibul Qindil tersebut.” Jawab Syeikh Mutawwali.

Meskipun banyak hal yang menimbulkan kerancuan, namun jelasnya dari cerita tersebut bukan masalah keyakinan orang tersebut.

Tapi lebih tepatnya keajaiban yang tercipta dari bekas air pemandian jasad Nabi Muhammad SAW yang bisa kita lihat hingga saat ini dalam bentuk masjid.

Ya sebuah hal indah lagi menjadi tempat ibadah yang sangat nyaman untuk seluruh umat Muslim di seluruh dunia. MasyaAllah...

Terlepas dari hal tersebut, pasti kita sebagai umat Islam akan mencari tahu bagaimana caranya doa mensucikan jenazah dengan benar agar bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, berikut ini adalah cara memandikan jenazah beserta niatnya dan doa yang bisa dipahami bersama.

Syarat Memandikan Jenazah dan Bagaimana Harusnya Jenazah yang Dimandikan

Tata cara memandikan jenazah dan doa memandikan jenazah / Pic source : ngrukem

Salah satu hal bisa dilakukan setiap muslim saat mengetahui seseorang meninggal adalah bisa dengan membantu mensucikan, mengkafani, setelah itu menguburkannya.

Perlu diketahui bahwa cara memandikan jenazah bukan sembarangan dan ada urutan tersendiri yang harus dipenuhi oleh hendak memandikan jenazah tersebut.

Memandikan mayat hukumnya adalah fardu kifayah atas muslim lain yang masih hidup.

Artinya, apabila di antara mereka ada yang mengerjakanya, kewajiban itu sudah terbayar dan gugur bagi muslim selebihnya karena perintah memandikan mayat itu adalah kepada umumnya muslim.

Namun bagi muslim yang mati syahid tidaklah dimandikan walau ia dalam keadaan junub sekalipun.

Tetapi ia hanya dikafani dengan pakaian yang baik untuk kain kafan, ditambah jika kurang atau dikurangi jika berlebih dari tuntunan sunah, lalu dimakamkan dengan darahnya tanpa dibasuh sedikit pun.

Beliau menyuruh agar para syuhada dari Perang Uhud dikuburkan dengan darah mereka tanpa dimandikan dan disembahyangkan.

Syarat Wajib jenazah yang harus atau pun dianjurkan untuk dimandikan adalah ketika,

  • Mayat orang islam.
  • Ada tubuhnya, walaupun sedikt yang bisa dimandikan.
  • Mayat itu bukan mati syahid.
  • Bukan bayi yang keguguran dan jika lahir dalam keadaan sudah meninggal tidak dimandikan

Kemudian, selain mengetahui cara mandikan mayit dengan benar dan baik, perlu syarat bagi orang yang hendak memandikan jenazah, yakni di antaranya adalah:

  • Muslim, berakal, baligh.
  • Berniat memandikan jenazah.
  • Jujur dan saleh.
  • Terpercaya, amanah, mengetahui hukum memandikan mayat dan mampu menutupi aib si mayat.

Adapun orang yang memiliki hak untuk memandikan jenazah dalam islam antara lain sebagai berikut:

1. Orang yang utama memandikan dan menghafani jenazah mayat laki-laki adalah orang yang diwasiatkanya, kemudian bapak, kakek, keluarga terdekat, muhrimnya, dan istrinya.

2. Orang utama yang memandikan mayat perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat dari pihak wanita serta suaminya.

3. Untuk mayat anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya dan sebaliknya untuk mayat anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.

4. Jika seorang perempuan meninggal, sedangkan yang masih hidup semuanya hanya laki-laki dan dia tidak mempunyai suami.

Atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal sementara yang masih hidup hanya perempuan saja dan tidak mempunyai istri, mayat tersebut tidak dimandikan tetapi cukup ditayamumkan oleh seorang dari mereka dengan memakai lapis tangan.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang artinya,

"Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal ditempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya.

Maka kedua mayat itu ditayamumkan, lalu dikuburkan karena kedudukanya sama seperti tidak mendapat air." (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Setelah mengetahui perihal syarat apa saja tentang orang yang memandikan jenazah, dan bagaimana jenazah yang harus dimandikan.

Jangan sampai terlupa bahwa tata cara dan doa memandikan jenazah juga penting untuk diulas.

Lantas, bagaimana pelafalan doa dan tata caranya yang benar?

Tata Cara Memandikan Jenazah dan Doa Memandikan Jenazah

Bagi umat Islam yang hendak mengantarkan saudaranya sesama muslim ke liang kubur, perlulah untuk memandikan atau mensucikan, mengkafani, dan menshalati jenazah tersebut terlebih dahulu.

Karena manusia datang ke dunia ini dengan tubuh yang suci, maka ketika ia kembali juga harus disucikan terlebih dahulu, kecuali mereka yang gugur dalam berjihad di jalan Allah SWT.

Dan berikut inilah beberapa cara memandikan jenazah orang muslim.

1. Menyiapkan semua peralatan untuk memandikan jenazah.

Sebelum memandikan jenazah, siapkan peralatan yang diperlukan yakni sebagai sarana untuk meluruhkan kotoran pada badan empunya dan tak menimbulkan keburukan bagi jenazah dan orang lain.

Peralatan yang diperlukan untuk memandikan jenazah antara lain sebagai berikut:
Tempat memandikan pada ruangan tertutup.
Air secukupnya.
Sabun, air kapur barus dan wangi-wangian.
Sarung tangan untuk memandikan.
Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

2. Ambil kain penutup dan gantikan kain basahan sehingga aurat utamanya tidak kelihatan

3. Mandikan jenazah pada tempat tertutup.

4. Pakailah sarung tangan dan bersihkan jenazah dari segala kotoran.

5. Pakai sarung tangan yang masih baru, lalu bersihkan seluruh badannya dan tekan perutnya perlahan-lahan.

6. Tinggikan kepala jenazah agar air tidak mengalir kearah kepala.

7. Masukkan jari tangan yang telah dibalut dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan bersihkan hidungnya, kemudian diwudhukan.

8. Siramkan air ke sebelah kanan dahulu, kemudian ke sebelah kiri tubuh jenazah.

9. Mandikan jenazah dengan air sabun dan air mandinnya yang terakhir dicampur dengan wangi-wangian.

10. Perlakukan jenazah dengan lembut ketikan membalik dan menggosok anggota tubuhnya.

11. Memandikan jenazah satu kali jika dapat membasuh ke seluruh tubuhnya itulah yang wajib.

12.Disunahkan mengulanginya beberapa kali dalam bilangan ganjil.

13. Jika keluar dari jenazah itu najis setelah dimandikan dan mengenai badannya, wajib dibuang dan dimandikan lagi.

Jika keluar najis setelah diatas kafan tidak perlu diulangi mandinya, cukup hanya dengan membuang najis tersebut.

14. Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya harus dilepaskan dan dibiarkan menjulur ke belakang, setelah disiram dan dibersihkan, lalu dikeringkan dengan handuk dan dikepang.

15. Keringkan tubuh jenazah seteah dimandikan dengan kain sehingga tidak membasahi kain kafannya.

16. Selesai dimandikan, sebelum dikafani berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol, biasanya menggunakan air kapur barus.

MasyaAllah, sungguhlah ilmu tersebut bisa memberikan kemudahan untuk kita agar nantinya ketika mengetahui ada seorang muslim yang telah berpulang.

Maka jika memungkinkan merupakan tugas kita untuk memandikan dan membantu prosesi selanjutnya dengan baik.

Lalu bagaimana dengan doa ketika hendak memandikan jenazah?

Ulasan terkait : Niat, Doa, Tata Cara dan Rukun Shalat Jenazah Lengkap Bahasa Arab serta Latin

Niat Doa Ketika Hendak Memandikan Jenazah

Tata cara memandikan jenazah dan doa memandikan jenazah / Pic source : tribunnews

Setelah tahu bagaimana caranya memandikan jenazah, inilah doa niat memandikan mayit sebagai pelengkap dari ulasan tata cara yang telah disebutkan.

Niat Memandikan Mayit / Jenazah Laki-laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla adaa'an 'an haa-dzal mayyiti lillaahi ta'aala

Artinya:

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala

Niat Memandikan Jenazah / Mayit Perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى 

Nawaitul ghusla adaa'an 'an haadzihil mayyitati lillaahi ta'aala

Artinya:

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta'ala

Semoga ringkasan tersebut bisa menjadikan kita sebagai umat Islam yang mengerti akan adab saat memandikan jenazah sesama muslim. Dan semoga bermanfaat.
Top