Nak, Ini Dia Wanita Terhebat Ummi Yang Belum Kau Temui Sebelumnya



Bukan hanya tak sempat memperkenalkanmu padanya (calon menantumu).

Tapi aku juga tak sempat memberikanmu cucu yang lucu.

Maafkan putrimu bu.

Kala itu bukanku tak ingin memperkenalkanmu padanya.

Hanya saja keadaanku yang memang belum menemukannya.

Bu, Sejujurnya hatiku sangat ingin engkau bisa melihatnya, dengan bangga aku akan mengenalkan dia padamu.

Jujur hatiku sangat ingin engkau memberikan penilaian padanya, sudahkah ia sesuai dengan harapanmu selama ini?

Aku juga ingin engkau memberikan restu padanya jika benar dialah yang layak menjadi penjagaku selain ayah.

Namun Allah berkata lain.

Allah ternyata sangat merindukanmu dan memintamu kembali saat engkau belum sempat melihatku bersanding dengannya.

Dan aku juga tak sempat memberikanmu cucu yang lucu dan membiarkan mereka (cucumu) memanggilmu dengan sebutan nenek seraya menyentuh jari jemarimu.

Tapi tenaglah bu, kelak akan aku jelaskan kepada mereka (anak-anakku).

Bahwa engkaulah wanita yang paling berharga.

Engkaulah wanita yang palingku cinta hingga kini dan selamanya.

Dan kelak akanku jelaskan padanya(menantumu) bahwa karnamulah hatiku bisa sekuat ini.

BACA JUGA:  Maafkan Aku Istriku, Rumah Tangga Ini Sepertinya Jadi Neraka Bagimu Namun Kelak Menjadi Surga Karena Keikhlasanmu

Bahwa karnamulah aku bisa menjadi wanita setegar ini.

Dan karnamulah aku mengerti bahwa apapun yang terjadi tetaplah bersama-Nya.

Bu, terimakasih karna telah memberikan seluruh cintamu, waktumu, perhatianmu, kasih sayangmu, pengorbananmu, hingga materimu kepada kami putra dan putrimu.

Maafkan diriku selaku putrimu yang higga akhirmu aku belum mampu membahagiakanmu.
Maafkan putrimu ini bu.

“Berbahagialah jika hingga kini engkau masih mampu melihatnya (ibumu) tersenyum manis karna engkau tak akan pernah tahu kapan senyum itu akan hilang dan tak akan kembali terlihat lagi”

Top