Kenali Penyakit - Penyakit yang Berhubungan Dengan Dada dan Sesak, Sering Kali Dikira Serangan Jantung!!

Penyakit jantung adalah gangguan kesehatan yang serius baik bagi pria maupun wanita. Meskipun ada faktor pemicu yang tak bisa dihindari, masih banyak cara untuk mengurangi peluang terkena penyakit jantung.



bersumber dari Kompasiana

Akhir-akhir ini saya banyak menerima penderita dengan keluhan nyeri dada yang hebat. Nyeri dirasakan bagai ditindih sampai menyebabkan sulit bernafas, atau nafas tidak terasa penuh, atau nafas terhenti mendadak. Nyeri dada ini sering terasa menembus sampai ke punggung. Rasa nyeri tersebut kerapkali disertai berdebar-debar, keringat dingin, dan sulit tidur malam. Semua gejala diatas memang mirip dengan penyakit akibat sumbatan pembuluh darah jantung atau penyakit jantung koroner (PJK).

Beberapa pasien langsung berinisiatif memakai obat pelebar pembuluh darah jantung seperti isosorbid dinitrat, yang tabletnya digerus dan ditaruh dibawah lidah. Tetapi jangankan sembuh, nyeri kadang-kadang semakin memberat, bahkan disertai rasa sakit kepala berdenyut-denyut yang hebat (akibat efek samping isosorbid dinitrat).

Yang menarik ialah kebanyakan penderita berusia muda (dibawah 35 tahun), bahkan ada beberapa anak pasien saya yang masih remaja, dan jarang sekali ada yang memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner. Seperti yang telah pernah saya sampaikan dalam tulisan yang lalu di Kompasiana, untuk mendiagnosis atau menyatakan seseorang menderita penyakit jantung koroner, HARUS ADA BEBERAPA FAKTOR RISIKO (minimal beberapa faktor risiko mayor / tradisional) disamping berbagai gejala dan tanda penyakit itu.

Jadi harus ada gejala-gejala plus tanda-tanda plus faktor-faktor risiko untuk bisa menyatakan kemungkinan seseorang kena serangan penyakit jantung koroner.

Setelah dilakukan wawancara kedokteran, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi (EKG, rekam arus listrik jantung), foto sinar-x dada, ternyata tidak ditemukan kelainan yang jelas pada jantung maupun peparu.

Keluhan yang mirip dengan gejala serangan jantung tersebut ternyata adalah bagian dari sebuah kelainan yang disebut kostokondritis (chostocondritis). Keadaan ini merupakan hasil proses peradangan pada tulang rawan, yang merupakan tempat persambungan antara tulang-tulang iga dan tulang dada (costochondral junction). Sebuah kondisi medis dengan gejala yang sama ialah sindroma Tietze. Pada kostokondritis tulang rawan iga tidak bengkak dan tidak teraba lebih hangat serta tidak berwarna kemerahan, seperti pada sindroma Tietze.

Ada tujuh tulang rawan sambungan tulang iga dan tulang dada. Kostokondritis terutama mengenai tulang rawan iga ke 2 sampai ke 5.

Yang perlu diingat ialah anak-anak dan remaja sering terkena kostokondritis (lebih dari separuh jumlah kasus penyakit ini)

Apa Penyebab dan Faktor RisikoKostokondritis?

Kostokondritis adalah proses inflamasi / peradangan. Penyebab penyakit ini sering tidak dapat ditentukan dengan pasti.

Penyebab-penyebab yang telah diketahui antara lain ialah:


  • INFEKSI

Berbagai jenis infeksi menular dapat menyebabkan kostokondritis, meskipun hal ini agak jarang terjadi. SERANGAN NYERI PADA KOSTOKONDRITIS akibat infeksi DAPAT TERJADI BERULANG-ULANG (sering kumat)

Infeksi Virus: kostokondritis dapat terjadi sebagai akibat langsung dari infeksi virus pernafasan pada tulang rawan dada atau terjadi karena batuk akibat infeksi virus tersebut yang kemudian menyebabkan peregangan sendi dan selanjutnya mengakibatkan radang sendi.

Infeksi Bakteri: kostokondritis setelah suatu operasi yang terinfeksi bakteri.

Kadang-kadang kostokondritis dapat terjadi sebagai akibat dari infeksi bakteri pada orang-orang yang menggunakan narkoba suntik memakai alat suntik yang tercemar bakteri. Orang yang baru menjalani operasi dada juga bisa mengalami kostokondritis, jika lukanya tidak segera sembuh dan terbentuk nanah

Infeksi Jamur: Infeksi jamur sangat jarang menyebabkan kostokondritis.


  • PENYAKIT- PENYAKIT RADANG SENDI

Kostokondritis juga dapat terjadi dalam bentuk radang sendi (artritis) tertentu, seperti ankylosing spondylitis dan artritis psoriatik.                     Kostokondritis dapat terjadi pada orang dengan fibromyalgia (nyeri pada banyak otot dengan pembentukan berbagai jaringan ikat)


  • TRAUMA DINDING DADA dan PENGGUNAAN OTOT DADA YANG BERLEBIHAN. 

Trauma ringan / benturan atau goncangan ringan yang berulang pada dinding dada dapat menyebabkan penyakit ini. Sering mengangkat barang berat dari posisi membungkuk ke posisi tegak juga kerap menimbulkan kostokondritis. Para atlet yang berlatih beban dengan menggunakan otot dada, misalnya atlet angkat berat, tolak peluru, dan lempar lebing, apalagi jika tanpa pemasanan yang cukup, bisa mengalami penyakit ini. Orang yang memaksakan diri untuk melakukan latihan fisik berlebihan, misalnya ingin segera menurunkan berat badan, atau ingin cepat membentuk tubuh ideal, sering mengalaminya.


  • PERUBAHAN CUACA YANG MENDADAK MENJADI DINGIN DAN BERLANGSUNG LAMA.

Orang-orang yang tidur dengan membuka baju lalu memakai kipas angin, atau tidur di lantai, atau menggunakan AC dengan suhu terlalu rendah (dibawah 17 derajat C) banyak yang mengalami kelainan ini.

Orang yang sering naik motor lalu kehujanan, atau naik sepeda motor tanpa jaket, dapat mengalami kostokondritis.

Perubahan suhu mendadak, misalnya sehabis mandi air hangat lalu langsung masuk ke ruang ber-AC dengan suhu dibawah 20 derajat C, dapat mengalami kostokondritis (saran penulis, sehabis mandi air hangat, segera keringkan badan dengan baik dan berganti-bajulah langsung di kamar mandi)


  • DEFISIENSI VITAMIN D3

Walaupun masih diperdebatkan, kekurangan vitamin D (yang sebenarnya dapat dihindari dengan berjemur menggunakan baju berwarna gelap pada sekitar jam 07.00 sampai jam 08.30 pagi) sering disebut-sebut berperan menyebabkan penyakit ini. Suplemen vitamin D digunakan jika tak sempat untuk berjemur pagi.

Apakah Gejala-gejala dan Tanda-tanda kostokondritis?

* Daerah tulang rawan sendi yang meradang terasa lunak jika ditekan, tetapi dapat menyebabkan nyeri berulang-ulang, jika dokter terus menekan daerah lunak tersebut. Ini adalah ciri khas kostokondritis. Tanpa nyeri seperti ini, diagnosis kostokondritis tidak bisa dinyatakan. Nyeri sering dirasakan pada lebih dari satu sambungan iga.

*  Nyeri kostokondritis biasanya terasa berat seperti ditindih di bagian tengah dada, atau kadang-kadang tajam seperti diiris pisau dan terletak di dinding dada depan dan samping kiri atau kanan. Nyeri bisa menjalar ke punggung atau ke perut.

* Lokasi nyeri yang paling banyak adalah pada rusuk kedua sampai kelima.

* Rasa sakit ini meningkat saat menggerakkan dengan kuat otot dada bagian depan, misalnya mengangkat barang berat atau barbel. Nyeri juga menghebat saat bernafas dalam, sehingga dapat menyebabkan gangguan pernafasan, bahkan sesak nafas.

* Nyeri dapat berkurang saat gerakan tubuh dihentikan atau jika penderita dapat bernafas secara tenang.

* Nyeri biasanya terlokalisasi dengan jelas (pada satu titik tertentu) namun bisa meluas

* Nyeri dapat sedemikian hebatnya sampai menyebabkan seseorang pingsan.

* Nyeri dada dapat didahului atau diperparah oleh latihan fisik, trauma / benturan dada yang ringan, atau infeksi saluran pernapasan atas.

* Kadang-kadang kostokondritis disertai kecemasan hebat, sehingga penderitanya dapat gaduh-gelisah, menjerit-jerit, mengamuk, dan sebagainya. Sebaliknya, sering juga nyeri dada karena kecemasan (anxiety) dikira serangan kostokondritis.

Kostokondritis, umumnya tidak fatal dan tidak menyebabkan disabilitas, meskipun dapat terjadi berulang-ulang, dalam waktu yang relatif panjang (sampai beberapa beberapa bulan).

Meskipun demikian, para PENDERITA YANG MENGALAMI NYERI DADA HEBAT SEPERTI DISAMPAIKAN DIATAS, SEBAIKNYA MENCARI BANTUAN MEDIS, karena PERLU UNTUK MEMASTIKAN BAHWA NYERI DADA INI BUKAN DISEBABKAN OLEH PENYAKIT JANTUNG atau PARU, tetapi oleh kostokondritis.

Apalagi jika penderita memiliki faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner, seperti yang sudah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu, maka pemeriksaan oleh tenaga medis mutlak diperlukan.

  • Apa beda nyeri kostokondritis dan nyeri pada serangan jantung?

a) Nyeri pada kostokondritis umumnya menjalar ke belakang, sedangkan nyeri pada serangan jantung menjalar ke lengan kiri, leher dan rahang, dan ulu hati, meskipun dapat juga tembus ke belakang.

b) Ada daerah lunak di tulang rawan sendi yang menimbulkan nyeri hebat jika ditekan pada kostokondritis, yang tidak ditemukan pada nyeri jantung

c) Perubahan posisi dapat mengurangi atau menambah nyeri kostokondritis, sementara pada serangan jantung, perubahan posisi tidak mempengaruhi nyeri.

d) Tarikan nafas ke dalam menambah rasa nyeri pada kostokondritis, sedangkan pada nyeri serangan jantung hal itu tidak mempengaruhi intensitas nyerinya.

e) Istirahat berbaring bisa mengurangi nyeri kostokondritis, tetapi tidak mempengaruhi rasa nyeri pada serangan jantung.

f) Pemberian obat anti radang dapat mengurangi nyeri pada kostokondritis, sedangkan pada serangan jantung tidak,

g) nyeri dada pada serangan jantung cukup sering disertai mual dan muntah, lebih sering dibandingkan dengan kostokondritis.

h) pada kostokondritis tidak banyak ditemukan faktor-faktor risiko jantung koroner.

  • Segera hubungi rumah sakit jika selain nyeri dada adagejala-gejala:

* Kesulitan bernafas yang hebat dan terus menerus

* Demam tinggi dan rasa nyeri yang menetap meskipun telah minum parasetamol 750 mg atau ibuprofen 400 mg

* Tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, nanah, dan peningkatan pembengkakan pada tulang rawan sendi (sambungan tulang iga dan tulang dada)

* Nyeri dada yang disertai banyak faktor risiko PJK.

* Nyeri dada yang terus-menerus disertai mual dan berkeringat dingin. Ini mungkin adalah serangan jantung. Nyeri dada pada PJK dapat menjalar ke lengan kiri, leher dan rahang bawah kiri atau ulu hati. Nyeri dada PJK sering tidak dapat dinyatakan lokasinya dengan baik oleh penderita (ia tidak bisa menunjuk satu atau dua titik yang paling hebat nyerinya). Jika tidak yakin apa penyebab nyeri dada itu, segeralah pergi ke unit gawat darurat rumah sakit.


  • Bagaimana cara mendiagnosis kostokondritis.

Biasanya diagnosis kostokondritis ditegakkan dengan riwayat perjalanan penyakit, perkiraan penyebabnya dan pemeriksaan fisik yang teliti. Pemeriksaan fisik untuk mereproduksi rasa nyeri dengan menekan sambungan (tulang rawan) antara tulang iga dan tulang dada, adalah kunci utama diagnosis kostokondritis. Pemeriksaan fisik yang komprehensif harus mencakup penilaian bagian samping iga dan tulang belakang leher dan dada, karena gangguan gerakan di daerah itu mungkin berperan dalam terjadinya nyeri dada pada kostokondritis.

Tanda-tanda radang secara umum yang diperiksa dengan sampel darah di laboratorium, seperti pemeriksaan CRP (C-Reactive Protein), sering tidak spesifik untuk kelainan ini, kecuali jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana jumlah sel darah putih meningkat.

Pemeriksaan foto sinar-x dada dan rekaman arus listrik jantung, bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya kelainan peparu dan jantung, bukan untuk memastikan kostokondritis.

Pemeriksaan yang lebih spesifik, seperti pemindaian radioaktif Galium, tidak praktis dan tidak ekonomis dilakukan di negara ini, dan hanya bisa dilakukan di beberapa instansi.  


  • Apaterapi kostokondritis?

* Terapi kostokondritis dapat dimulai dengan kompres es pada sambungan tulang rawan antara tulang iga dan dada, baik sisi kiri atau kanan, dan meliputi beberapa ruas tulang iga. Hal ini berguna untuk menghilangkan gejala, terutama jika penyebabnya trauma dada atau penggunaan otot dada yang berlebihan. Setelah nyeri berkurang, dapat diberikan kompres hangat dalam buli-buli karet.

Sebaliknya jika penyebab kostokondritis dicurigai berawal dari paparan udara dingin (misalnya setelah kedinginan akibat terkena hujan atau sesudah "masuk angin" karena lama duduk di sepeda motor atau lama terpapar udara AC dalam mobil), gunakan buli-buli berisi air panas secara langsung diatas sendi yang terkena, tanpa memerlukan kompres dingin.

* Hindari latihan atau aktivitas fisik yang tidak perlu

* Hindari olahraga yang banyak menggunakan otot dada dan otot punggung, sampai ada perbaikan pada gejala.

* Obat-obatan untuk mengurangi peradangan, seperti parasetamol dosis 750 mg, ibuprofen, diklofenak, ketoprofen atau ketorolac, bisa membantu. Obat-obat anti radang tersebut diminum 30-60 menit setelah makan makanan kecil. Penderita dengan "sakit maag", dispepsia (rasa kembung, perih atau "begah" di perut), tukak lambung, penyakit ginjal, atau gangguan masa perdarahan, sebaiknya tidak segera memakai obat-obat anti peradangan sebelum meminta petunjuk dokter.

* Kadang-kadang dokter memberi suntikan anestesi lokal (lidokain) dan obat kortikosteroid seperti metil prednisolon ke daerah peradangan yang terasa lunak, jika gerakan ringan tubuh saja sudah menyebabkan nyeri hebat, atau rasa sakitnya tidak membaik dengan obat-obatan anti radang yang diminum seperti diatas, atau jika timbul bengkak dan kemerahan seperti pada sindroma Tietze. Akan tetapi, jika ada nanah atau pada kostokondritis yang terjadi dicurigai akibat virus, pemberian injeksi kortikosteroid biasanya ditunda.

* Kostokondritis akibat Infeksi bakteri diobati dengan antibiotika dan jika diakibatkan jamur (jarang terjadi), diobati dengan anti jamur seperti flukonazol

* Jika terdapat nanah pada radang tulang rawan iga, akan dilakukan drainage (pengaliran dan pengeluaran) nanah oleh dokter bedah.

* Terapi fisik (fisioterapi) sebanyak beberapa kali oleh dokter spesialis rehabilitasi fisik, biasanya dilakukan untuk mencapai kesembuhan secara lebih baik dan cepat.

* Latihan ergonomis: posisi duduk yang baik, olahraga dan cara mengangkat beban dengan benar akan diajarkan oleh dokter terapi fisik.

VIII.  Penutup.

Kostokondritis umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan kecemasan, kepanikan dan ketakutan yang berlebihan.  Keadaan ketegangan jiwa tersebut akan menyebabkan rasa nyeri semakin hebat, dan kemudian menyebabkan kepanikan kembali. Inilah "lingkaran setan" dari rasa nyeri dan kecemasan atau serangan panik.

"Salah mengobati diri sendiri" (salah swa-medikasi), acapkali menyebabkan orang keliru meminum obat yang berbahaya,  ternyata banyak terjadi pada kasus-kasus kostokondritis.

Kostokondritis juga bisa mengancam nyawa, jika nyerinya begitu hebat sampai menyebabkan pingsan. Nyeri hebat sampai pingsan tersebut, dapat menyebabkan benturan anggota-anggota tubuh, terutama kepala, ke benda-benda keras. Hal ini bisa mengakibatkan cidera kepala bahkan perdarahan di otak.

Sebaliknya, penting diingat, jika orang salah mengira bahwa nyeri dada yang dialaminya adalah kostokondritis, padahal nyeri dada akibat serangan jantung, tentu bisa membuat orang "menganggap remeh" rasa nyeri tersebut, yang kelak dapat berakibat fatal.

Saran saya, jika anda mengalami nyeri dada hebat yang berlanjut seperti pada kostokondritis, segeralah ke unit gawat darurat rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan EKG, guna menetapkan apakah ini kostokondritis atau serangan jantung.

Bila anda mengalami nyeri dada, dengan berbagai faktor risiko serangan jantung (usia >40 tahun, hipertensi, diabetes melitus, merokok, kegemukan, kolesterol dan / atau trigliserida tinggi, ada penyakit ginjal kronik, dan lain-lain).  

Jika anda mempunyai anak khususnya yang remaja, yang mengalami nyeri dada dan ia aktif berolahraga, ingatlah akan penyakit ini.
Top