Karena Keberaniannya, Pria Ini Akhirnya Mendapat Hadiah Dan Piagam Dari Brigjen Pol Rachmat

Komentar
Sekarang ini banyak oknum polisi yang memanfaatkan jabatannya itu untuk kesenangannya sendiri. Biasanya para oknum ini suka melakukan pungli terhadap masyarakat.

Berbagai alasan mereka ucapkan demi mendapatkan uang. Seperti yang terjadi di Kalsel ini, seorang oknum polisi melakukan pungli.

Tapi sia-sia apa yang dilakukannya itu, sebab ada seorang pria yang mengetahui perilaku oknum itu saat melakukan pungli dan lansung merekamnya.



Dengan keberaniannya itu pria yang telah merekam oknum itu tak disangka akhirnya dia mendapat hadia dari pihak polisi Kalsel. Selengkapnya di kutip dari merdeka.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana merealisasikan janjinya untuk memberikan penghargaan kepada perekam oknum Polri yang melakukan pungutan liar (Pungli) dan memberikan bonus satu handphone untuk sopir truk tersebut.

"Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan saudara Ade Ridwan Syahroni, beliau telah membuka mata kita semua, khususnya institusi Polri di Polda Kalsel agar lebih baik lagi ke depannya," kata Kapolda di Banjarmasin, Senin (21/8) seperti dikutip Antara.

Menurut Kapolda, dia selaku pimpinan tidak mungkin bisa melakukan pengawasan secara langsung terhadap kinerja anak buahnya di lapangan, termasuk juga Kapolres yang tidak bisa setiap saat mengontrol jajarannya.

Baca Juga :  Karena Sesama Anggota, Bripda Yoga Telah Memafkan Oknum TNI yang Telah Memukulnya

Untuk itu, kata Kapolda, peran serta dari masyarakatlah yang sangat diharapkan memberikan informasi atau laporan terhadap tindakan-tindakan anggota Polri yang di luar ketentuan.

Di mana salah satu caranya merekam video dan menyebarkannya ke media sosial. "Makanya tindakan Ade ini layak diganjar penghargaan dari saya atas keberanian dan kepedulian sebagai warga masyarakat merekam aksi Pungli yang dilakukan oknum Polri, dan saya berikan bonus handphone agar hasil rekamannya lebih bagus lagi," Rachmat.

Jenderal bintang satu itupun menegaskan Ade tidak akan dijerat pidana. Kapolda sekaligus membantah adanya berita atau kabar bahwa sang perekam video diperiksa dan terancam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Ade pun baru kali ini kami undang datang untuk menerima penghargaan sekaligus dimintai keterangan oleh Propam sebagai saksi untuk perkara kedua oknum yang melakukan pungli terhadapnya," jelas Kapolda.

Hingga kini, ungkap Kapolda, kedua oknum berinisial Aiptu MM dan Bripka DB masih ditahan sembari menunggu Sidang Komisi Kode Etik.

Sementara Ade Ridwan Syahroni mengaku tak menyangka mendapat apresiasi dari Kapolda. Dia pun mengucapkan terima kasih atas sikap Kapolda telah melindunginya selaku warga biasa yang menjadi korban pungli aparat.

"Saya merekam karena jengkel sering dimintai uang setiap membawa kayu dari Kalimantan Tengah, di tiap titik pemberhentian diminta Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu yang totalnya sekali perjalanan bisa Rp1 juta," beber warga yang tinggal di Martapura, Kabupaten Banjar itu
Top