Ini Alasan Dari Tidak dan Bolehnya Merayakan Hari Ulang Tahun Anak

Semua orang pasti menginginkan anaknya bahagia baik itu didunia maupun di akhirat. Banyak orang yang melakukan sesuatu yang berbeda beda demi untuk kebahagiaan anaknya semata.

Apapun pasti dilakukan orang tua untuk anaknya demi kebahagiannya.Cara yang dilakukannya pun juga berbeda-beda. Ada yang benar dan ada yang salah. Jika boleh, orang tua seharusnya tidak selalu menuruti keinginan anak. Apalagi yang macam-macam.

Seperti kejadian ini, banyak orang yang berpendapat berbeda beda tentang perayaan kelahiran seorang anak.



Ummi-online

Orang tua akan membuat sesuatu yang menurutnya membuat buah hatinya bahagia.Meski harus mengeluarkan biaya yang besar dan butuh pengorbanan.

Mengadakan pesta ulang tahun pada hari kelahiran buah hati, itulah yang kebanyakan orang tua lakukan untuk membahagiakan anak. Lalu, apakah hal itu diperbolehkan?

Banyak orang yang berbeda-beda pendapatnya tentang itu. Ada yang mengatakan bole-boleh saja, asal tidak terlalu memanjakan anak. Dan ada yang mengatakan bahwa merayakan ulang tahun anak, itu penting sekali.

Baca Juga :Amazing, Foto Pernikahan ini Kembali jadi Sorotan Netizen

Menggembirakan anak adalah tabiat pokok yang selalu ada dalam jiwa tiap manusia. Tetapi harus dicegah terjadinya pemborosan atau gangguan yang dapat merugikan diri atau orang lain. Karena itu disunnahkan untuk mengadakan akikah pada hari ketujuh, keempat belas atau kedua puluh satu.

Ada pun pesta ulang tahun lengkap dengan tata cara seperti lazimnya dilakukan, yaitu dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu ulang tahun dan memotong kue ulang tahun dan acara-acara lainnya yang tak jauh berkisar dari hal-hal seperti itu,semuanyatidak ada dalam ajaran Islam.


Ayeey.

Hari-hari tertentu yang dirayakan dan tidak sesuai dengan ajaran Islam, hukumnya haram menurut syariat. Tiap muslim terikat dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Sebaiknya biaya untuk pesta itu diberikan kepada fakir miskin atau badan sosial, pendidikan dan dakwah Islam.

Perayaan ulang tahun anak tidak lepas dari dua hal ; dianggap sebagai ibadah, atau hanya adat kebiasaan saja. Kalau dimaksudkan sebagai ibadah, maka hal itu termasuk bid’ah dalam agama Allah. Padahal peringatan dari amalan bid’ah dan penegasanbahwa dia termasuk sesat telah datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ كُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

“Jauhilah perkara-perkara baru. Sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan berada dalam Neraka”.
Top