Campak Bagi Ibu Hamil dan Anak-anak Kenali Tanda, Bahaya dan Pencegahan

Komentar


Rubella atau sering dikenal dengan Campak Jerman adalah infeksi virus akut yang menular. Penyakit ini umumnya tergolong ringan jika terjangkit pada anak-anak ataupun orang dewasa.

Namun pada wanita hamil, penyakit ini dapat memiliki konsekuensi serius karena dapat menyebabkan kematian janin atau bayi yang lahir kemungkinan besar memiliki cacat bawaan yang dikenal sebagai Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Virus rubella ditularkan lewat udara ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Manusia adalah satu-satunya tuan rumah yang diketahui bagi virus ini.

Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

Namun baru-baru ini seperti yang dikutip dari postingan Imunisasi Campak dan Rubella (MR) Sebabkan Kelumpuhan, Simak Tanggapan Dokter ini yang dilansir dari wajibbaca.com.

Kabar mengenai anak yang lumpuh setelah vaksinasi campak dan rubella di demak jawa tengah.

Siswi kelas I SMP tersebut sudah seminggu dirawat di rumah sakit karena tidak bisa jalan.

Yuli Suryaningsih, ibu kandung Niken menjelaskan putrinya mendapat imunisasi pada hari Rabu, 2 Agustus 2017. Niken diberikan suntikan bersama ratusan siswa-siswi SMPN 4 oleh tim dari Dinas Kesehatan Demak.

Menurut Yuli, pasca imunisasi putrinya menjadi kesulitan tidur karena sakit di bagian pinggang hingga kaki. Kondisinya kemudian terus memburuk hingga akhirnya Niken harus menjalani rawat inap di RS NU Demak.

"Sebelum di imunisasi pas berangkat sekolah hari itu sehat, namun setelah imunisasi katanya ia pusing dan lemas sehingga harus dirawat di UKS," ujar Yuli.


Tanggapan Dokter

Ketua Pokja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Demak, dr Rini SpA tidak membantah adanya siswi yang dirawat di RS setelah imunisasi.

Namun, ia membantah bahwa lumpuh yang dialami Niken setelah imunisasi MR adalah efek dari vaksin itu sendiri.

"Perlu diluruskan, sakitnya Niken bukan karena imunisasi, kami sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya sakitnya karena faktor lain yang kebetulan muncul setelah imunisasi," terang Rini seperti dikutip oleh Tribunnews.com.

Bagaimana Campak Ini Jika Terkena Pada Ibu Hamil ?


Rubella sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya. Siapapun yang tidak divaksinasi terhadap Campak Jerman berisiko terkena penyakit ini.

Virus ini paling berbahaya jika ibu hamil terinfeksi pada awal kehamilan, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama).

Sedangkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) adalah kondisi yang terjadi pada janin di dalam rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS dapat mempengaruhi hampir segala sesuatu di tubuh bayi yang sedang berkembang.

Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

  • tuli
  • katarak
  • cacat jantung
  • cacat intelektual
  • kerusakan hati dan limpa
  • berat badan lahir rendah
  • ruam kulit pada saat lahir

Komplikasi lainnya dapat mencakup:

  • glaukoma
  • kerusakan otak
  • tiroid dan masalah hormon lainnya
  • radang paru-paru
  • autisme
  • diabetes mellitus
  • Bagaimana gejalanya pada anak-anak?

Tanda dan gejala

Pada anak-anak, Campak Jerman biasanya ringan, dengan sedikit gejala yang terlihat. Ruam merah adalah tanda pertama yang muncul.

Ruam umumnya pertama kali muncul pada wajah  dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, dan berlangsung sekitar tiga hari. Gejala lain yang mungkin terjadi 1 sampai 5 hari sebelum muncul ruam meliputi:

  • demam ringan (<39°C)
  • mual
  • sakit kepala
  • mata kemerahan atau bengkak pada bagian putih mata
  • tubuh tidak nyaman
  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • batuk
  • ingusan

Kebanyakan orang dewasa yang terjangkit biasanya memiliki gejala dengan demam ringan, sakit tenggorokan, dan ruam yang dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Beberapa orang dewasa juga mungkin memiliki sakit kepala, mata merah dan badan pegal-pegal selama 3 sampai 10 hari. Sekitar 25 sampai 50% dari orang yang terinfeksi tidak akan mengalami gejala apapun.

Penyebaran

Rubella atau Campak Jerman menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Orang yang terjangkit virus ini dapat menyebarkan penyakit kepada orang lain hingga satu minggu sebelum ruam muncul, dan tetap menular sampai 7 hari setelahnya seperti yang dikutip dari id.theasianparent.com.

Orang yang terinfeksi harus memberitahu teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang bekerja dengan mereka, terutama ibu hamil. Jika anak Anda terjangkit rubella, penting untuk memberitahu pihak sekolah atau tempat penitipannya.

Pada ibu hamil, 90% kemungkinan ia menularkan virus ke janinnya. Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih.

Menurut WHO, angka CSR tertinggi ada di kawasan Afrika dan Asia Tenggara di mana cakupan vaksin berada di angka terendah.

BACA JUGA:  Ayo Bunda Coba Dirumah Pakai Kipas Angin Dan Semprotkan Alkohol Ampuh Bunuh Nyamuk Seketika

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk mengobati rubella atau membuat penyakit ini sembuh lebih cepat. Dalam banyak kasus, gejala ringan dapat dirawat dengan istirahat dan obat-obatan untuk demam.

Namun, cara terbaik menghindarinya adalah dengan vaksinasi. Vaksin rubella tersedia dalam formulasi monovalen atau lebih sering dalam kombinasi dengan vaksin lain seperti vaksin campak (MR), campak dan gondok (MMR), atau campak, gondok, dan varicella (MMRV).
Top